Polisi Kantongi Identitas Pembunuh Pelajar di Bekasi saat Tawuran

  • 22-02-2020 / 08:59 WIB
  • Kategori:Nasional
Polisi Kantongi Identitas Pembunuh Pelajar di Bekasi saat Tawuran Ilustrasi tawuran (Edi Wahyono/detikcom)

Malangpostonline.com  -  Polisi menyelidiki kasus tewasnya seorang pelajar SMK PR berinisial NS (17) di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Identitas pelaku telah dikantongi polisi.

"Sudah dikantongi, cuma saya nggak bisa sampaikan ya (identitas pelaku)," ujar Kapolres Metro Bekasi Kombes Hendra Gunawan, ketika dihubungi detikcom, Jumat (21/2/2020).

Pelaku berstatus sebagai pelajar dari SMK D. Polisi masih melakukan pengejaran terhadap pelaku.

"Kita tinggal lakukan pengejaran," kata Hendra. Diktuip dari Detik.com

CCTV di sekitar lokasi bentrok juga diperiksa polisi. 17 orang saksi dari kedua belah pihak yang terlibat tawuran telah diperiksa.

"Dari SMK PR ada 13 (pelajar), dan yang kita amankan ini 4 orang (pelajar SMK D), jadi 17 orang (sudah diperiksa)," tutur Hendra.

Keempat pelajar yang diamankan itu diketahui membawa senjata tajam, sementara 13 pelajar lainya dipulangkan namun wajib lapor.

Untuk mendinginkan situasi, Hendra beserta jajaran kepolisian telah mengunjungi sekolah korban dan memberikan imbauan agar tak terjadi aksi balasan.

"Saya menghadiri salat jenazah untuk menenangkan supaya dari keluarga korban tidak membuat aksi balasan, atau membuat hal-hal yang tidak diinginkan, lalu saya juga ke SMK PR (sekolah korban), kita kesana mengantisipasi aksi balasan dari teman-temanya," tutur Hendra.

Diketahui, tawuran tersebut terjadi di Jl Kalimalang, Kampung Cilamayan, Desa Pasir Tanjung, Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, Kamis (20/2) dini hari. Tawuran melibatkan dua kelompok pelajar sekolah menengah kejuruan (SMK), yakni SMK PR dan SMK D.

Bermula ketika saksi AH (16), DA (17), NI (17) dan teman-temannya berkumpul di gapura kantor Desa Pasir Ranji pada Rabu (19/2) pukul 20.00 WIB. Mereka berjumlah sekitar 20 orang berboncengan motor kemudian berangkat ke Jl Kalimalang, Jembatan Kali Cibeet.

Mereka kemudian bergerak ke pintu air Kampung Cilapayan, Desa Pasiranji, Kecamatan Cikarang Pusat, dan berhenti. Selang 40 menit kemudian, mereka bertemu dengan pihak lawan dan terjadilah tawuran.

"Akibat kejadian tersebut, korban meninggal dunia dan korban mengalami luka berlubang lebar 5 cm di dada bawah sebelah kiri," tutur Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus.(isa/gbr/dtk/bua)

 

 

PENTING! Baca Ini:

https://m.malangpostonline.com/bisnis/lowongan-kerja

https://m.malangpostonline.com/bisnis/iklan-baris

https://m.malangpostonline.com/bisnis/iklan-properti

Editor : bua
Uploader : MG
Penulis : DTK
Fotografer : DTK

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU