Pasien Balita Pertama di Mojokerto Tertular Virus Corona dari Paman dan Bibi

  • 23-05-2020 / 11:09 WIB
  • Kategori:Nasional
Pasien Balita Pertama di Mojokerto Tertular Virus Corona dari Paman dan Bibi Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Mojokerto Ardi Sepdianto (Foto: Enggran Eko Budianto/detikcom)

Malangpostonline.com - Seorang anak berusia 4 tahun menjadi balita pertama di Kabupaten Mojokerto yang dinyatakan positif COVID-19. Anak balita laki-laki ini diduga tertular virus Corona dari paman dan bibinya.

Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Mojokerto Ardi Sepdianto mengatakan, pasien positif Corona di wilayahnya bertambah dua orang. Salah seorang pasien terbaru yaitu anak laki-laki usia 4 tahun warga Kecamatan Jetis.

Anak ini menjadi pasien positif Corona pertama yang masih berusia balita. Karena usia pasien-pasien terkonfirmasi lainnya antara 25 hingga 66 tahun.

"Pada tanggal 22 Mei 2020 (Jumat) hasil tes swab keluar, anak balita ini dinyatakan positif COVID-19," kata Ardi dalam rilis yang diterima detikcom, Sabtu (23/5/2020).

Ketua Tim Tracing Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Mojokerto dr Langit Kresna Janitra menjelaskan, anak balita tersebut diduga tertular virus Corona dari paman dan bibinya, yaitu pria 50 tahun dan perempuan 48 tahun. Pasangan suami istri itu dinyatakan positif Corona berdasarkan hasil tes swab yang keluar Jumat (24/4).

"Pasien anak balita tersebut keponakan pasangan suami istri yang sebelumnya positif Corona. Mereka kontak erat karena tinggal serumah di Kecamatan Jetis," terangnya.

Setelah paman dan bibinya positif Corona, lanjut dr Langit, anak balita itu menjalani rapid test, Sabtu (25/4). Namun, saat itu hasilnya nonreaktif.

Pasien menjalani rapid test ulang pada Sabtu (9/5). Karena pada hari yang sama, tetangga dekat pasien dinyatakan positif COVID-19. Yakni ibu rumah tangga usia 36 tahun.

"Rapid test kedua hasilnya reaktif. Sehingga anak balita tersebut kami tes swab di RSUD Prof Dr Soekandar (di Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto) pada Senin (11/5)," ungkapnya.

Pada hari yang sama, balita laki-laki tersebut dirawat di ruang isolasi RSUD Prof Dr Soekandar. Karena saat itu pasien menderita batuk, pilek dan demam.

Hasil tes swab pasien baru keluar Jumat (22/5) dengan hasil positif Corona. Sampai saat ini, anak 4 tahun itu diisolasi di RSUD Prof Dr Soekandar. Menurut dr Langit, kondisinya sudah membaik.

"Hari ini kami tracing ulang untuk melacak siapa saja yang kontak erat dengan pasien tersebut," ujar dr Langit.

Pria usia 28 tahun asal Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto juga dinyatakan positif COVID-19 pada Jumat (22/5). Pasien sehari-hari bekerja di bagian farmasi RSU Dr Soetomo, Surabaya.

Dr Langit menuturkan, pasien semula menderita demam sehingga berobat ke bidan desa di tempat tinggalnya, Rabu (6/5). Karena belum sembuh, dia berobat rawat jalan di RS Kamar Medika, Kota Mojokerto, Sabtu (9/5).

"Pada tanggal 11 Mei pasien kembali ke RS Kamar Medika untuk rapid test dengan hasil reaktif, kemudian dirujuk ke RSUD Prof Dr Soekandar untuk tes swab dan menjalani perawatan," jelasnya.

Hasil tes swab pasien baru keluar Jumat (22/5). Dia dinyatakan positif COVID-19. Sampai saat ini pasien dirawat di RSUD Prof Dr Soekandar.

"Pasien saat ini dalam keadaan baik," tandas dr Langit, dikutip dari Detik.com.

Dengan begitu, pasien positif Corona di Kabupaten Mojokerto kini berjumlah 19 orang. Yakni pria 50 tahun dan perempuan 48 tahun pasutri asal Kecamatan Jetis, perempuan 45 tahun dokter di Puskemas Ngoro, perempuan 39 tahun perawat di RSUD Prof Dr Soekandar, ibu rumah tangga 36 tahun asal Kecamatan Kemlagi tinggal di Sidoarjo dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto dr Sujatmiko.

Disusul pria 50 tahun pegawai Kantor Kemenag Kabupaten Mojokerto dan istrinya berusia 43 tahun asal Sooko, ibu rumah tangga 36 tahun asal Jetis, perempuan 40 tahun asal Mojoanyar karyawan Sampoerna di Surabaya, pria 34 tahun asal Kemlagi dokter di Solo, perempuan 66 tahun asal Puri, pria 43 tahun asal Kutorejo pegawai SPBU di Surabaya dan pria 51 tahun asal Kecamatan Kemlagi karyawan swasta di Surabaya.

Juga perempuan 58 tahun pedagang Pasar Sawahan Kecamatan Bangsal, perempuan 50 tahun perawat RS Rekso Waluyo, pria 25 tahun asal Pungging pegawai Badan Perencanaan Daerah Pemkot Surabaya, balita laki-laki usia 4 tahun asal Jetis, serta pria 28 tahun asal Mojoanyar pegawai bagian farmasi RSU Dr Soetomo Surabaya.

Dari jumlah itu, baru 2 orang yang dinyatakan sembuh. Yakni Kepala Dinkes Kabupaten Mojokerto dr Sujatmiko dan ibu rumah tanggal usia 36 tahun asal Kecamatan Kemlagi yang tinggal di Sidoarjo. Sementara satu pasien meninggal dunia pada Jumat (8/5). Yakni perempuan 66 tahun asal Puri. (fat/fat/dtk/bua)

 

 

PENTING! Baca Ini:

https://m.malangpostonline.com/bisnis/lowongan-kerja

https://m.malangpostonline.com/bisnis/iklan-baris

https://m.malangpostonline.com/bisnis/iklan-properti

Editor : bua
Uploader : rois
Penulis : DTK
Fotografer : DTK

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU