Khofifah Ajak Pengusaha Teken MoU Tidak Rusak Brantas

  • 18-02-2019 / 11:09 WIB
  • Kategori:Pemerintahan
Khofifah Ajak Pengusaha Teken MoU Tidak Rusak Brantas Gubernur Khofifah ikut memungut popok bayi yang mengotori sungai Brantas. (HARY SANTOSO/MPonline)

SURABAYA – Pengusaha di sepanjang Daerah Aliaras Sungai (DAS) Brantas diminta tidak merusak sungai Brantas. Caranya, mereka diarahkan untuk meneken MoU (Memorandumt of Understanding) dengan Pemprov Jatim.

‘’Mereka kita minta komitmen untuk tidak lagi merusak sungai Brantas,’’ kata Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jatim saat meninjau aliran Brantas.

Menurut dia, pengusaha diajak ikut ambil bagian menjaga kebersihan sungai Brantas. Jika ada perusahaan di tepi sungai yang menghasilkan limbah harus mengelolah limbahnya. Tujuannya agar tidak mengotori dan merusak ekosistem sungai. 

‘’Pelaku usaha harus ikut bagian didalamnya. Dan secara tidak langsung menjadi bagian edukasi kepada masyarakat,’’ ujar gubernur perempuan pertama di Jatim ini.

Kebersihan sungai menjadi tanggung jawab semua pihak. Mulai pemerintah pusat, provinsi, kabupaten/kota, pihak swasta dan masyarakat di Jatim.

Tanggung jawab tersebut menjadi milik bersama karena bagian dari hilir. Sedang hulunya berasal dari seluruh penjuru wilayah Jatim.

‘’Komitmen sudah pernah dilakukan. Ttapi harus diperbaharui sebagai bagian untuk membangun dan menjaga kebersihan sungai,” jelasnya sembari mengamati banyaknya sampah popok bayi selama peninjauan.

Ditambahkan dia, peran serta universitas ikut mendedikasikan kebersihan sungai. Banyak hal yang bisa dilakukan misalnya adanya Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang mengambil tema sungai.

‘’Nanti, saya akan bertemu dengan forum rektor untuk melibatkan program KKN dalam menjaga kebersihan sungai,’’ pungkasnya. (has)

Editor : Hary Santoso
Uploader : HAS
Penulis : HAS
Fotografer :

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU