Paslon Wajib Tutup Akun Medsos

  • 25-06-2018 / 22:55 WIB
  • Kategori:Pilkada
Paslon Wajib Tutup Akun Medsos grafis: Irawan, tem/mp

Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Malang mengimbau secara resmi penutupan akun-akun media sosial ketiga Pasangan Calon (Paslon) peserta Pemilihan Wali (Pilwali) Kota Malang. Penutupan akun sudah harus dilakukan sejak berakhirnya masa kampanye pada 23 Juni lalu.

Komisioner Panwaslu Kota Malang Iwan Sunaryo mengaskan bahwa pihaknya sudah menyurati seluruh tim Paslon untuk menutup akun medsos Paslon. Akun yang diinstruksikan untuk ditutup adalah akun medsos yang sebelumnya telah didaftarkan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Malang saat pendaftaran dan masa kampanye beberapa waktu lalu.

“Memang teknisnya masih kita bahas lebih lanjut, yang jelas kami akan mengawasi segala bentuk kampanye di luar jadwal, termasuk yang di medsos,” ungkap Iwan saat dihubungi Malang Post kemarin siang.

Menurut Iwan, kemarin pihaknya sudah melakukan pengecekan untuk akun-akun medsos Paslon atau timses Paslon yang telah didaftarkan sebelumnya. Sampai saat ini, pihaknya masih memantau dan belum menemukan pelanggaran yang signifikan.

Iwan menjelaskan pula jika pihaknya hanya memantau akun-akun yang didaftarkan sebelumnya. Dengan mengerahkan tim pengawas medsos yang juga telah dibentuk selama masa kampanye beberapa bulan lalu.

“Kami masih koordinasikan terus dengan KPU. Sementara itu Paslon-paslon harusnya sudah mengerti dengan aturan ini,” tandas Iwan.

Dijelaskannya lagi, Panwaslu akan semakin mengawasi potensi-potensi pelanggaran tersebut. Terlebih jelang pencoblosan ini. Sanksi pidana hinggan sanski administratif dapat diberlakukan jika pihaknya menemukan adanya kampenye di luar jadwal terlebih melalui medsos.

Sementara itu komisioner KPU Kota Malang Ashari Husen pun mengakui telah mengimbau penutupan akun masing-masing Paslon. Ia mengatakan, akun medsos yang terbanyak didaftarkan ke KPU sebelumnya adalah Instagram dan Facebook.

“Sudah kami imbau untuk ditutup. Nanti pengawasan tentunya panwas yang bergerak. Yang jelas aturan penutupan memang ada,” tukas komisioner KPU Kota Malang yang membidangi divisi SDM dan Parmas ini.

Terkait hal ini, Koordinator Timses Paslon Nomor Urut 3, Zaini Nashirudiin mengakui pihaknya sudah menutup akun-akun medsos yang sebelumnya didaftarkan untuk kepentingan kampanye tim Paslon Sutiaji-Sofyan Edi Jarwoko tersebut.

Baik instagram, facebook dan twitter Paslon. “Sudah tidak ada aktivitas sejak kemarin,” jelas Zaini.

Sementara itu menurut pantauan Malang Post, akun pribadi Sutiaji sendiri memang tidak ada aktivitas yang berbau kampanye di salah satu medsosnya yakni Instagram. Postingan terakhir akun @sutiaj1 terakhir adalah satu hari yang lalu (24/6).

Terakhir, akun ini memposting kegiatan Sutiaji di sebuah kelurahan di Kota Malang. Postingan yang mendapatkan 58 kali “love” ini menunjukan kegiatan Sutiaji dengan menampilkan gerakan khas “3 jari” yang menyimbolkan nomor urutnya dalam pencalonan. (ica/ary)

Editor : Ary
Uploader : slatem
Penulis :
Fotografer :

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU