Persaingan Ketat Pilgub Jatim, Khofifah Diprediksi Menang Tipis

  • 27-06-2018 / 00:55 WIB
  • Kategori:Pilkada
Persaingan Ketat Pilgub Jatim, Khofifah Diprediksi Menang Tipis grafis: tim malang post

MALANG – Pakar kebijakan publik UB, Dr Suryadi MS menilai pasangan Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Jatim, Khofifah-Emil memiliki kans kuat untuk menang. Hal ini dilihat berdasarkan pendukung Khofifah-Emil yang semakin bertambah banyak. Bahkan, tim yang sebelumnya mendukung Gus Ipul-Puti, kini beralih arus untuk memenangkan Khofifah-Emil.

 “Menurut saya, Khofifah-Emil mulai menguat, karena banyak kiai dari Madura yang awalnya mendukung Gus Ipul-Puti, kini berubah haluan. Tak hanya itu, Muhammadiyah Jawa Timur juga kini mulai mengarah pada sosok Khofifah,” ungkap Suryadi kepada Malang Post, kemarin.

Menurutnya, saat ini juga banyak beredar analisis di media yang menunjukkan Khofifah memiliki kelebihan karena mempunyai rating yang dianggap melampaui Gus Ipul.

Sehingga, hal ini membuka peluang setidaknya Khofifah dapat menang tipis dari Gus Ipul. 

“Isu dilaporkannya Khofifah ke KPK juga terlihat sebagai bukti, semacam ada rasa kegentaran dari rival,” bebernya.

Soal partai pendukung, Suryadi menilai tak begitu memiliki kekuatan. Pasalnya, beberapa partai yang awalnya berseberangan mendadak menjadi berkoalisi. Itu sebabnya, partai tidak begitu memberi warna dan tekanan tertentu pada Pilgub kali ini.

“Sekarang boleh dibilang partai pengusung Gus Ipul yakni PKB, PKS, Gerindra, dan PDIP. Padahal sebelumnya, PKS bersebarang dengan PDIP, artinya partai tak memberi tekanan tertentu,” ulas Suryadi.

Dari segi dua calon gubernur yang dinilai imbang tersebut, sangat berbeda dengan posisi wakilnya yang dinilai Suryadi berat sebelah. Suryadi menelusuri pengalaman Emil yang sangat memesona dalam setiap agenda debat. Sedangkan, Puti wakil Gus Ipul dinilai masih kalah dalam hal prestasi.

“Dalam segi elektabilitas untuk Pilgub, dua sosok sebanding dan powerful, kalau kalah atau menang terbilang tipis. Dari sisi wakil berat sebelah, karena Emil sosok potensial untuk konteks ke depan dibanding Puti yang belum menunjukkan prestasi. Pasangan Gus Ipul sebelumnya, Azwar Anas lebih bagus,” tandasnya.

Soal program unggulan, Gus Ipul-Puti dinilai memiliki program yang menohok dibanding Khofifah-Emil. Karena memiliki program yang dinilai mampu menyentuh rakyat.

“Soal program unggulan Gus Ipul, sekolah gratis misalnya, program ini mampu menyentuh kepentingan rakyat bawah yang tentu mendapat  respon positif. Namun tak menutup kemungkinan hanya dinilai sebagai janji yang tak ditepati. Saat ini, tren memilih pemimpin baru tengah dirasakan masyarakat  sebagai harapan adanya perubahan,” beber Suryadi.

Sama halnya dengan Suryadi, Staff Ahli Wakil Dekan FIA UB, Andhyka Muttaqin S,AP, MPA juga menilai kedua calon gubernur tersebut memiliki kekuatan yang nyaris seimbang. Hal ini karena keduanya bersama mewakili NU, mengingat pemilih di Jawa Timur didominasi oleh NU. Khofifah adalah Ketua Muslimat dan Gus Ipul juga banyak didukung oleh kiai

“Menang pun selisihnya tipis. Pertarungan ini sama-sama kuat. Selisihnya tak sampai puluhan, paling 10 persen sampai 5 persen,” terangnya.

Beberapa program yang ditawarkan calon gubernur juga dinilai beririsan sama. Menurut Andhyka, pengalaman Khofifah mencalonkan diri sebagai gubernur sebelumnya, juga memberi input baru untuk mengenal karakter kebutuhan masyarakat Jawa Timur.

Sementara itu, hasil enam lembaga survei, empat di antaranya memenangkan pasangan Khofifah-Emil dan dua survei pasangan Gus Ipul-Puti unggul. (lihat grafis, red).

Kubu pasangan Khofifah–Emil optimis bisa memenangkan pemilihan gubernur Jatim kali ini. Merujuk pada hasil survey terakhir, pasangan ini lebih unggul dibanding pesaingnya Gus Ipul–Puti. ‘’Berdasarkan survei lembaga yang kredibel, pasangan Khofifah–Emil lebih unggul,’’ ujar Dr Basuki Babussalam, Sekjen DPR PAN Jatim. PAN adalah salah satu pendukung pasangan ini.

Tingkat popularitas dan elektabilitas pasangan ini terus menunjukkan peningkatan sejalan dengan semakin dekatnya masa pencoblosan. Kondisi ini membuat kubu pendukung pasangan ini optimis bisa memenangkan pemilihan Gubernur Jatim. Bukan hanya dari hasil survei, tapi dari pengamatan di lapangan menunjukkan sebagian besar masyarakat Jatim memilih pasangan ini.

Hanya saja Basuki enggan menyebut angka persentase kemenangan yang akan diraih calonnya, meskipun beberapa lembaga survei menunjukkan keunggulan yang cukup signifikan. ‘’Saya tidak ingin mendahului soal persentase kemenangan,’’ kilah anggota DPRD Jatim tersebut.

Diakuinya, tidak semua wilayah di Jatim bisa dikuasai pasangan Khofifah–Emil. Ada beberapa wilayah yang menunjukkan tingkat popularitas dan keterpilihan yang tidak terlalu tinggi. Dia menunjuk wilayah tapal Kuda seperti Pasuruan dan Lumajang yang tidak setinggi daerah lain. ‘’Ya, di dua daerah itu kami memang agak lemah, tapi cukup kuat di banyak daerah lain,’’ terangnya. (mg7/aim/han)

Editor : Ary
Uploader : slatem
Penulis :
Fotografer :

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU