Perang Sekutu Lama!

  • 27-06-2018 / 00:58 WIB
  • Kategori:Pilkada
Perang Sekutu Lama! grafis: tim malang post

MALANG – Hari ini bakal menjadi medan perang bagi dua sekutu lama, Moch. Anton dan Sutiaji. Warga Kota Malang yang menentukan pemenangnya.

Ya, tiga pasangan calon (Paslon) sama-sama mengklaim unggul dan merasa di atas angin berdasarkan survei timnya masing-masing. Namun, sesuai survei terakhir Lembaga Survei Kebijakan Publik, Anton masih unggul meski ia saat ini menjadi tahanan KPK.

Menurut Direktur Lembaga Survei Kebijakan Publik, Dr. Nuruddin Hady, responden dari 52 kelurahan masih mengunggulkan Anton, disusul Sutiaji baru kemudian Ya’qud Ananda Gudban. Hal itu karena persepsi masyarakat terhadap Anton. Menurut dosen Fakultas Ilmu Sosial (FIS) Universitas Negeri Malang ini, responden meyakini Anton adalah orang yang dizalimi.  Sehingga tidak menutup kemungkinan warga yang belum menentukan pilihan akan memberikan suara kepada paslon nomor urut dua itu.

Bila hal ini terjadi, “perang” head to head antara Anton dan Sutiaji sungguh terasa hingga detik terakhir pencoblosan hari ini. “Ada 55 persen responden yang belum menentukan memilih siapa dari tiga paslon itu. Jadi warga tidak perlu kaget, jika kemudian besok (hari ini) banyak orang yang bersimpati dan kemudian memilih pasangan nomor urut dua. Karena persepsi masyarakat mengatakan calon ini merupakan orang baik dan saat ini sedang dizalimi,’’ ungkapnya.

Sementara persepsi lain juga muncul dalam hasil survei, yaitu terkait pernikahan Sutiaji, yang dinilai justru menggerogoti suara Sutiaji. ”Survei memang kami lakukan April lalu, dan kabar pernikahan itu sudah santer terdengar. Ini yang membuat warga kemudian enggan memilih, terutama kaum wanita,’’ tambahnya.

Sementara persepsi masyarakat dalam politik uang, dikatakan Nuruddin juga cukup mengejutkan. Di mana 42,1 persen menjabab, mereka akan menerima pemberian uang tetapi tetap memilih paslon sesuai dengan hati atau pilihannya sendiri. Sementara 4 ,6 persen, koresponden menjawab menerima pemberian dan memilih calon tersebut.  ”Untuk persepsi ini, 53,3  persen memilih tak menjawab,’’ tandasnya.

 

Semua Paslon Klaim Punya Basis Suara

Sementara itu, tiga Pasangan Calon (Paslon) juga membeber hasil survei internal mereka kepada Malang Post. Ada dua di antara pasangan calon mengklaim didukung lebih dari 50 persen suara. Yakni pasangan calon nomor urut 3 (Sutiaji-Sofyan Edi Jarwoko), mengklaim mendapatkan dukungan 63 persen suara dari jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT).

Sementara Pasangan nomor urut 1 (Ya’qud Ananda Gudban) mengklaim didukung  50 persen suara dari jumlah DPT. Sedangkan pasangan nomor urut 2 (Anton-Syamsul Mahmud) mendapatkan suara 40 persen lebih.

Klaim suara itu diperoleh dari hasil survei yang dilakukan masing-masing tim pemenangan pasangan colon belum lama ini. ”Survei kami lakukan tadi malam (Senin). Di mana suara kami mencapai 40 persen lebih,’’ kata Ketua Tim Pemenangan Pasangan Calon nomor urut 2, Arif Wahyudi.

Dia pun menjelaskan dari hasil survei yang dilakukan tersebut, pasangan ASIK (Anton Samsul Idola Kita) mendulang suara paling banyak di wilayah Kecamatan Kedungkandang. Di mana di wilayah bagian timur-selatan Kota Malang ini, pasangan Anton-Syamsul Mahmud mendapat suara 50 persen dari jumlah DPT.

”Kami unggul di Kecamatan Kedungkandang, karena di sana memang basis kami, basis PKB,’’ ungkap Arif.

Dia menyebutkan keunggulan di wilayah Kedungkandang ini juga dibuktikan dengan tingkat kehadiran warga saat paslon melakukan kampanye, selama Februari-Juni.  Warga yang datang sangat banyak. Warga juga banyak mengundang Anton-Syamsul. Bahkan, dalam sehari undangan bisa datang dari 5-7 orang.

Kendati hanya mendapatkan 50 persen suara, namun Arif yakin di wilayah Kecamatan Kedungkandang pasangan yang diusungnya menang. Alasannya, 50 persen sisa dari jumlah yang memilih pasangan ASIK tak menentukan pilihan alias golput.

Sementara untuk empat wilayah lain, Arif menyebutkan persentase suara yang diperoleh Sukun 40 persen dari DPT, Lowokwaru 40 persen, Klojen 30 persen dan terakhir Blimbing 27 persen dari DPT. ”Kenapa di Kecamatan Blimbing suara kami lebih kecil, karena di sini basis PDI-P,’’ kata Arif, yang menyebutkan survei yang dilakukan meliputi tingkat popularitas, elektabilitas dan liketabilitas.

Mendapatkan suara banyak di Kecamatan Kedungkandang juga diklaim oleh pasangan nomor urut 1, Ya’qud Ananda Gudban-Ahmad Wanedi.  Dalam survei yang dilakukan Sabtu (23/6) lalu, pasangan ini mengklaim mendapatkan 65 persen suara dari wilayah Kecamatan Kedungkandang.

”Di Kecamatan Kedungkandang kami sangat kuat, selain itu juga di wilayah Sukun, kami mendapatkan suara sampai 57 persen dari DPT kecamatan tersebut,’’ kata Syamsul Huda, wakil koalisi pasangan dengan akronim Menawan ini.

Syamsul menyebutkan, di Kecamatan Sukun perolehan suaranya lebih tinggi karena Ahmad Wanedi calon wakil wali kota berasal dari wilayah Sukun. Bukan itu saja, di wilayah ini, Ya’qud Ananda Gudban dikatakan Syamsul sangat dikenal.

Kepada Malang Post, Syamsul yang ditemui di Posko Menawan Jalan Sultan Agung no 8 ini sangat yakin pasangan yang diusungnya menang dalam Pilkada. ”Kami tidak hanya berbasis pada hasil survei. Tapi dukungan yang selama ini datang sangat banyak. Di samping itu juga dengan partai koalisi, yang sangat solid. Kami yakin, menang di Pilkada 2018 ini,’’ ungkapnya.

Apalagi menurut Syamsul dukungan dari beragam elemen masyarakat juga terus berdatangan. ”Dari partai pengusung saja, kami sudah unggul. Kami diusung oleh empat partai yang memiliki 21 kursi di dewan. Dan suara PPP yaitu tiga kursi ada 24 ribu, itu solid,’’ tambahnya.

Sementara tim pemenangan pasangan calon nomor urut 3, (Sutiaji-Sofyan Edi Jarwoko) lebih memilih mengakui jika di wilayah Kedungkandang merupakan basis dari pasangan nomor urut 2. Bahkan dia pun menyebutkan di kecamatan tersebut banyak masyarakat militan dan loyalis terhadap partai.

”Kami sudah berusaha masuk ke sana, namun cukup kesulitan menarik hati mereka,’’ ungkap Ketua Tim Pemenangan Pasangan calon nomor urut 3, Wisnu Murti Wibowo.

Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Bapilu, Partai Demokrat ini juga mengatakan, sekalipun tak bisa masuk bukan berarti  SAE akronim Sutiaji-Sofyan Edi Jarwoko, tak mendapatkan suara. Tim pemenangan yang melakukan survei pekan lalu ini mengaku tetap mendulang suara di kecamatan tersebut meskipun sangat kecil.

Wisnu sendiri mengaku, pasangan SAE lebih banyak mendulang suara di tiga kecamatan. Yaitu di Kecamatan Klojen, Kecamatan Sukun dan Kecamatan Blimbing. Di mana di tiga kecamatan ini perolehan suara merata, yaitu 35 persen. Wisnu mengaku selama ini pihaknya sudah all out dalam menarik hati masyarakat. Kampanye yang dilakukan pasangan SAE sudah sangat maksimal. ”Kami tidak pernah memanfaatkan situasi dalam mencari dukungan. Tapi masyarakat sangat cerdas dalam memilih. Dan ini yang selalu kami hargai,’’ ungkap Wisnu.

Adanya isu, SAE melakukan politik uang, Wisnu pun secara tegas mengatakan tidak. ”Tidak ada, kami tidak pernah melakukan politik uang. Lagian uangnya siapa yang mau dibagikan?,’’ katanya tegas. Kalaupun saat ini elektabilitas dan popularitas SAE terus naik, tak lain karena masyarakat sangat cerdas dalam memilih.

Sementara di tahun 2013 lalu, Sutiaji berpasangan dengan Anton. Keduanya dapat memenangkan Pilkada dengan perolehan 179.675. Jumlah suara tersebut diklaim utuh oleh tim pemenangan ASIK. Bahkan, tim ASIK yakin dapat menenangkan Pilkada karena saat ini sudah mengantongi suara dua kali lipat dari hasil Pilwalkot 2013 lalu.

”Insya Allah, besok suara kami mencapai lebih dari 350 ribu suara,’’ tambah Arif Wahyudi.

Sementara tim pemenangan SAE mengakui jika mereka sama sekali tidak mendulang suara dari hasil Pilwalkot 2013 lalu. Suara atau dukungan kepada SAE, semuanya merupakan suara baru, dan mereka yang memiliki sifat loyalis kepada Sutiaji dan Sofyan Edi Jarwoko.

”Kami memang tidak mencari atau mengkais suara dari hasil pemilu tahun 2013 lalu. Hasil suara besok adalah suara baru yang datang dari pendukung selama tahapan Pilkada 2018 ini berlangsung,’’ tandas Wisnu Murti Wibowo.(ira/ary/han)

Editor : Dewi Yuhana
Uploader : slatem
Penulis :
Fotografer :

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU