64 Tahanan Polres Malang Nyoblos, Kapolres Keliling TPS

  • 27-06-2018 / 14:01 WIB
  • Kategori:Pilkada
64 Tahanan Polres Malang Nyoblos, Kapolres Keliling TPS Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung, ketika memantau pencoblosan di ruang tahanan Polres Malang. (Agung Priyo/Malang Post)

MALANG - Tahanan Polres Malang, juga mendapat kesempatan untuk menyalurkan hak pilihnya dalam Pilgub Jatim, siang ini. Dari total 76 tahanan, sebanyak 64 tahanan yang bisa menggunakan hak pilih. Sedangkan 12 tahanan, tidak bisa lantaran tidak memenuhi syarat.

"Hanya 64 tahanan dari 76 tahanan yang bisa menyalurkan hak pilih. Sedangkan 12 tahanan dinyatakan TMS (tidak memenuhi syarat) lantaran mereka tidak masuk daftar pemilih tetap," ungkap Ketua KPU Kabupaten Malang, Santoko, ketika memantau proses pemilihan di ruang tahanan Polres Malang.

Menurutnya, 12 tahanan yang masuk dalam TMS tersebut, karena tidak memenuhi persyaratan sebagai daftar pemilih tetap (DPT). Yakni tidak memiliki KTP ataupun surat keterangan sebagai pemilih.

"Sebelumnya kami sudah bekerjasama dengan Polres Malang dan Dispendukcapil Kabupaten Malang, untuk pendataan kepada para tahanan supaya mereka bisa memiliki hak pilih. Yakni dengan menerbitkan surat keterangan sementara," jelasnya.

Teknis pemilihan di tahanan Polres Malang ini, dilakukan mulai pukul 12.00 - 13.00. Karena para tahanan masuk kategori pemilih A5, yakni menggunakan surat pindah pilih. Petugas yang melakukan pemungutan suara dari TPS 3 Ardirejo, Kepanjen yang merupakan TPS terdekat dengan Polres Malang.

Petugas dari TPS yang terdiri dari 2 petugas KPPS, 1 PPL dan dua saksi mendatangi ke ruang tahanan, dengan membawa semua logistik. Termasuk kotak dan surat suara.

"Begitu juga dengan tahanan yang berada di 30 Polsek yang ada di jajaran Polres Malang. Teknisnya sama, yakni TPS terdekat mendatangi ke masing-masing Polsek," ujarnya.

Termasuk dengan pasien di rumah sakit. Santoko mengatakan, bahwa seluruh pasien yang memiliki hak pilih, juga mendapatkan haknya untuk menyalurkan hak pilih.

Petugas dari TPS terdekat, akan mendatangi ke rumah sakit untuk memberi kesempatan pasien mencoblos.  "Namun untuk jumlahnya kami tidak tahu. Karena rumah sakit di Kabupaten Malang sangat banyak. Salah satunya di RS Wava Husada Kepanjen, ada sekitar 84 pasien," tuturnya.

Ditambahkannya, dalam Pilgub Jatim ini, KPU telah menerjunkan tim untuk memantau seluruh TPS di 33 kecamatan. KPU terus mendorong partisipasi masyarakat untuk menyalurkan hak pilihnya. Sesuai target, diharapkan jumlah pemilih bisa mencapai 77,5 persen.

"Sedangkan dari sisi keamanan di setiap TPS, kami pantau dalam keadaan kondusif tidak ada kendala apapun," katanya.  Terpisah, Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung, mengatakan pencoblosan di ruang tahanan karena ingin memberikan kesempatan kepada para tahanan.

"Meskipun mereka menjalani proses hukum dan ditahan, tetapi harus tetap mendapatkan hak pilihnya," tegas Ujung.

Dikatakannya, bahwa pihaknya bersama dengan perwira Polres Malang lainnya, telah melakukan pemantauan ke beberapa wilayah dengan mengecek langsung ke TPS.

Dari hasil rekapitulasi sementara di setiap TPS sampai pukul 11.00, tingkat pemilihnya antara 50 - 60 persen. Proses pemilihan pun berjalan lancar dan aman.

Bagaimana dengan TPS yang dianggap rawan satu?. Ujung mengatakan bahwa ada 10 TPS dari total 3895 TPS yang dianggap rawan.

Yakni seperti di wilayah Kecamatan Singosari, Jabung, Poncokusumo dan Ampelgading. Namun semuanya sudah teratasi dan sama sekali tidak ada kendala.  "10 TPS rawan ini, karena geografisnya. Dan yang kami antisipasi adalah proses pengiriman logistik ke TPS. Alhamdulillah, semuanya berjalan lancar tidak ada kendala," ungkapnya.

Ditambahkannya, bahwa Polres Malang melakukan pengamanan Mantap Praja sejak 5 Juni lalu. Ada 800 personil yang terlibat pengamanan. Mereka akan menjaga seluruh TPS sampai H+1 Pilkada, atau semua logistik kembali ke PPK.

"Baru nanti setelah di PPK, pengamanan akan kami fokuskan di 30 kecamatan," tambahnya.  Sementara itu, Hariadi, salah satu tahanan yang mewakili tahanan lainnya mengaku sama sekali belum mengerti siapa calon di Pilgub Jatim. a

Karena selama ini tidak ada sosialisasi. Hanya pemberitahuan sekitar dua hari lalu, kalau akan ada pencoblosan Pilgub Jatim.  "Kami semua tidak ada yang tahu siapa sosok calonnya. Hanya diberitahu kalau akan ada pencoblosan. Sehingga untuk pilihannya, sesuai dengan hati nurani teman-teman sendiri," tuturnya. (agp/mar)

Editor : mar
Uploader : irawan
Penulis :
Fotografer :

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU