Hitung Cepat Pilkada Kota Malang: Sementara Sae Unggul

  • 27-06-2018 / 17:12 WIB
  • Kategori:Pilkada
Hitung Cepat Pilkada Kota Malang: Sementara Sae Unggul  Hasil hitung cepat di PKB, pasangan SAE unggul 15 persen.

MALANG – KPU Kota Malang memang tidak membuat quick count atau hitung cepat, namun di antara pasang calon walikota dan wakil walikota yang bersaing dalam pilkada Kota Malang melakukan sendiri. Mereka memanfaatkan para relawan atau para saksi yang disebar di TPS.

                Hingga pukul 16.00 WIB, hasil perhitungan sementara, diketahui pasangan nomor urut 3 yaitu SAE (Sutiaji - Sofyan Edi) unggul dibanding pasangan nomor urut 1 Menawan  (Yaqud Ananda Gudban - Ahmad Wanedi) dan pasangan nomor urut 2 Asyik (Anton - Syamsul Mahmud.

                Seperti hasil penghitungan cepat oleh Partai PKB, SAE disebut sudh unggul 15 persen. Ada beberapa hasil hitung cepat lainnya yang sempat beredar, pasang Sutiaji dan Sofyan Edi unggul. Hingga dari hasil sementara ini, tampaknya SAE yang unggul.

                “Masih belum, tapi dari perhitungan tim, kami sudah unggul 16 persen, kita tunggu saja hasil penghitungan sebenarnya,” ungkap Sutiaji saat dikonfirmasi perihal hasil penghitungan cepat yang membuatnya unggul dibanding pasangan lain.

                Sementara itu, dalam proses pencobloasan, Sutiaji memboyong 5 anggota keluarganya ke TPS untuk nyoblos. Ia datang bersama istri dan empat anaknya ke TPS 04 Kelurahan Jatimulyo Kecamatan Lowokwaru, Rabu (27/6) pagi.

Sutiaji bersama keluarga seluruhnya menggunakan form A5 (pindah pilih TPS) untuk dapat memilih. Ia datang ke TPS berjalan kaki dari kediamannya saat ini di Perum Puri Bunga II Kelurahan Jatimulyo. Sutiaji sebelumnya melakukan ritual sungkem kepada pak de dan bu de nya yang datang langsung dari Lamongan.

Sutiaji juga melakukan sungkem kepada ibu istrinya dan bude dari istrinyaDi sana Sutiaji tak bisa menahan air matanya meleleh. Ia sempat mentikan air matanya. Dan berikhtiar akan kelancaran pilwali Kota Malang. "Jika pun menang tetapi nantinya tidak baik atau barokah. Saya lebih baik jangan dimenangkan," ucap Sutiaji dalam doanya beberapa saat sebelum datang ke TPS. (Ica/mar/bua)

Editor : bua
Uploader : buari
Penulis :
Fotografer :

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU