Khofifah Menang, PDIP Tumbang

  • 28-06-2018 / 01:09 WIB
  • Kategori:Pilkada
Khofifah Menang, PDIP Tumbang Cagub Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (kanan) didampingi wakilnya Emil Dardak (tengah) mendeklarasikan kemenangan kemarin malam (27/6).(GALIH COKRO/JP)

JAKARTA-Kemenangan pasangan Khofifah Indar Parawansa dan Emil Dardak atas Gus Ipul Puti di Jawa Timur, melengkapi tumbangnya PDIP dalam pilkada serentak. Setidaknya ada empat daerah yang paling disoroti di Pemilihan Gubernur 2018, Rabu (27/6) kemarin.

Seperti di Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat dan Sumatera Utara. Namun di tempat itu pasangan yang diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) kalah semua.

Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto mengaku akan melakukan evaluasi pada kekalahan di daerah-daerah lainnya. Termasuk di tiga provinsi Jawa Barat, Jawa Tlimur dan Sumatera Utara.

“Kami akan lakukan evaluasi dari aspek strateginya, aspek komunikasinya, aspek politiknya, kemudian pergerakan strukturnya bagaimana,” ujar Hasto di DPP PDIP, Jalan Diponegoro, Jakarta, Rabu (27/6).

Evaluasi itu termasuk melakukan pendekatan ke para tokoh. Sehingga tidak kalah lagi di kemudian hari di Pilkada serentak. Bagi PDIP membangun strategi dengan mendapat masukan dari berbagai tokoh sangatlah penting.

“Tentu saja kami akan lakukan evaluasi secara menyeluruh,” katanya.

Menurut Hasto, daerah-daerah yang menang di Pilkada serentak ini akan semakin diperkuat. Sehingga bisa terus menang di penyelenggaran Pilkada serentak selanjutnya. Kemudian daerah yang mengalami kekalahan akan dilakukan evaluasi seperti mencari tahu penyebab kekalahan.

“Daerah yang kalah akan lakukan evaluasi penyebabnya di mana, dan jika menemukan hal-hal yang sifatnya substansial untuk dilakukan perbaikan,” pungkasnya.

Sementara itu, adapun berdasarkan dari quick count Lingkaran Survei Indonesia (LSI) untuk Pilgub Jawa Timur pasangan yang diusung PDIP Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno mendapat persentase perolehan suara 43.48 persen. Kalah dari Khofifah-Emil Dardak yang mendapatkan suara 56.52 persen.

Kemudian Pilgub Jawa Barat, TB Hasanuddin-Anton Charlian hanya mendapatkan 12.96 persen. Kalah dari Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum 32.96 persen.

Sementara di Pilgub Sumatera Utara, Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus mendapatkan perolehan suara 42.93, sementara lawannya Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah mendapat 57.07 persen.

IT Research and Politic Consultan (iPol) Indonesia merilis prediksi pemenang dengan jumlah perolehan suara di Pilkada Sumatera Utara, Jatim, Bali dan Kalimantan Timur, Sumatera Selatan, Jateng, Jabar, Riau, Kalbar, Lampung.

Direktur iPol Indonesia Petrus Hariyanto mengatakan, rilis iPol Indonesia kali ini menampilkan metode yang berbeda dalam rangka hari H pilkada serentak gubernur beberapa Propinsi di Indonesia.

Tidak saja menilai dari sisi riset, tapi juga 6 elemen pengolahan data dan analisa terkini dari kesiapan masing masing kandidat dalam cipta kondisi kemenangannya di 10 provinsi.

Metode ini disebut dengan iPol inside, yaitu mix methode yang membaca dan memprediksi kemenangan kandidat berbasis teknologi politik pemenangan pemilu. Selain itu, juga dibantu menggunakan big data dan laporan jaringan iPol se-Indonesia, yang memonitor hasil Penghitungan Suara di 10 provinsi hingga hari H pemilihan.

“Semua data dan analisa di kaji secara mendalam oleh Tim Ahli di iPol Riset, iPol Institute dan iPol Success sebelum data dirilis. Hasil dalam 10 Pilgub yang di Monitor langsung iPol Indonesia menunjukkan bila Prediksi iPol mendekati kebenaran. Seperti bukti bahwa Khofifah bakal unggul di Jatim, demikian halnya dengan Ganjar di Jateng dan Ridwan Kamil di Jabar,” ungkap Petrus dalam keterangannya, Rabu (27/6/2018).

“Menggunakan 6 elemen indikator yang diturunkan. iPol sejak awal menilai bila kemenangan akan diraih oleh para 10 calon Gubernur,” sambungnya.

Keenam elemen itu yakni pertama, data peta politik Pilgub 2008, 2013 (kecenderungan 10-15 tahun terakhir) dan pergerakan sebaran suara kandidat 2018.

Kedua, data karateristik ‘trend elektabilitas tetap’ pemilih di lima provinsi tersebut. Lalu ketiga, riset tokoh berpengaruh di Sumsel, keempat data viral di sosial media. Kelima, big data iPol media monitoring (monitoring terkini pergerakan trend dan issue media monitoring).

Keenam adalah data hasil pantauan pergerakan jaringan iPol Indonesia yang terus memonitor hasil pergerakan mesin pemenangan dalam meraih suara.

Ia menambahkan, iPol merilis angka melalui Indeks Pemenang Kepala Daerah (IPK) diantaranya Jawa Timur. Hasil iPol Inside, pasangan Khofifah-Emil unggul tipis memenangi Pilkada Jatim.

“Dalam hitungan kami, setelah coblosan siang ini, yang memenangi Pilgub adalah pasangan Khofifah Emil dengan suara 50,78 persen, sedangkan Gus iPul - Puti 49,67 persen,” kata Petrus.

Sementara di Provinsi Sumut, sambung Petrus, Edy Ramayadi-Musa peroleh 51.78 persen (2.336.884), pasangan Djarot-Sihar peroleh 48.22 persen (2.188.477). Sedangkan di Bali pasangan Koster-Ace peroleh 51.46 persen suara dan Mantra-Kerta peroleh 49.25 persen.

Untuk di Kaltim pasangan Isran Noor-Hadi memenangi Pilgub Kaltim dengan perolehan suara 30.21 persen (492.653), Rusmadi Wongso-Safarudin 25.79 persen (420.573), Jaang-Awang 23,83 (388.447), Andi-Ismail 20.08 persen (327.457).

Untuk 5 provinsi lainnya, Pilgub Jabar menurut iPol hasil iPol Inside cenderung dimenangkan Ridwan Kamil - UU 35.33 persen (7.845.770), Derajat Syaichu 30.45 persen (6.762.063), TB Hasanuddin - Anton Charliyan 11.98 persen (2.660.411). Deddi - Mulyadi Pilgub 22.24 persen (4.938.860).

Jateng dimenangkan Ganjar Pranowo - Taj Yasin dengan nilai 58.34 persen, Sudirman Said - Ida Fauziyah 41.93 Persen. Pilgub Lampung hasil iPol Inside menunjukkan kemenangan di raih oleh Arinal - Chusnuniah 32.25 persen (1.301.605), disusul oleh Herman HN - Sutono 25.67 persen (1.036.038), Ridho - Bahtiar 23.05 persen (930.295), Mustafa - Jazuli 18.97 persen (765.627).

Pilgub Kalimantan Barat Sutarmidji-Ria Norsan 43.79 persen (1.053.276), Karolin-Gidot 30.32 persen (729.284), Milton-Boyman 25.89 persen (622.729). Sedangkan Pilgub Riau dimenangkan oleh Arsyad-Suyatno 40.80 persen (1.034.712), Syamsuar-Edi 24.43 persen (619.609), Luqman-Hardianto 18.80 persen (476.916), Firdaus-Rusli 17,58 persen (445.796).

Mesin politik kandidat yang bekerja aktiv, adalah ukuran utama yang mempengaruhi pergeseran suara dalam melakukan pendulangan dan pengamanan suara. Dalam Release kami, pasti ada perbedaan dan selisih, tapi kita tetap menunggu juga dengan hasil rekapitulasi KPU.(rmol/jpg/ary)

Editor : Ary
Uploader : slatem
Penulis :
Fotografer :

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU