Wanedi-Syamsul Sama-Sama Menang Kandang

  • 28-06-2018 / 01:11 WIB
  • Kategori:Pilkada
Wanedi-Syamsul Sama-Sama Menang Kandang grafis: angga, tem/MP

 

MALANG-Meski kalah quick count di seluruh TPS Kota Malang, namun Ahmad Wanedi, calon Wakil Wali Kota Malang nomor urut 1, masih bisa menang. Ia menggunakan hak pilihnya di TPS 17 SDN Karangbesuki 3, Rabu pagi kemarin pukul 08.00 WIB. Di TPS tersebut Wanedi ternyata masih bisa meraih kemenangan.

Sebelum mencoblos, Wanedi dan istrinya Hj Deminingsih melakukan sungkem kepada orangtuanya di rumah Jalan Candi 6 Kelurahan Karangbesuki. Wanedi bersimpuh di hadapan ibunya Hj Suwarsih, serta bapak mertuanya H Sudarmaji.

Setelah bersimpuh dan mencium tangan, Wanedi mencium pipi dan kening ibunya sembari meminta doa restu dan memohon keselamatan. Air mata Hj Suwarsih menetes saat melihat anaknya maju ke medan peperangan politik Kota Malang yang berliku.

Wanedi menyebut doa restu dari ibunya adalah senjata utamanya untuk menghadapi percaturan politik Kota Malang. “Karena saya masih memiliki ibu, tentu saya sungkem dan meminta doa restu. Karena doa orang tua terutama ibu adalah doa paling manjur dan mujarab,” kata Wanedi kepada Malang Post Rabu pagi kemarin.

Wanedi menyadari tetesan air mata ibunya adalah bentuk kekhawatiran seorang ibu ketika melihat anaknya harus berjuang dalam medan politik Kota Malang. “Sebelumnya, selama hari tenang, saya juga berikhtiar serta berdoa, memohon perlindungan dan keselamatan dari Allah. Sekarang saya tenang dan gembira, menyambut pesta demokrasi Kota Malang,” tuturnya.

Setelah itu, Wanedi berjalan dari rumahnya menuju TPS 17 di ruang kelas V, SDN Karangbesuki 3. Sepanjang jalan, Wanedi menyalami warga yang bersiap-siap menuju TPS. Begitu tiba di lokasi pencoblosan, Wanedi menyerahkan undangan KPPS, serta mengambil surat suara. Wanedi lalu masuk ke dalam bilik suara dan memakai hak pilihnya.

Setelah mencoblos, dia memasukkan surat suara ke dalam kotak suara, dan mencelupkan jari kelingkingnya ke tinta. Setelah seharian menanti, penghitungan suara di TPS 17 pun selesai. Dari total 302 DPT di TPS 17, ada 224 warga yang memakai hak pilihnya. Sedangkan, 78 warga pemilik hak suara, tidak hadir di TPS 17.

Dari hasil pantauan Malang Post siang kemarin di TPS 17, Wanedi menang telak di kandang sendiri. Ada 124 orang yang mencoblos Nanda-Wanedi. Sedangkan, Anton-Syamsul mendapatkan 31 suara. Pasangan nomor 3, Sutiaji-Edi memperoleh 60 suara. Total, ada 215 suara sah. Sementara, surat suara tidak sah sejumlah 7  buah.

 

Sementara itu, Syamsul Mahmud mengakui kemenangan Sutiaji - Sofyan Edi Jarwoko (SAE) versi penghitungan cepat. Namun demikian, bapak empat anak ini memilih enggan berkomentar. Ditemui saat mengunjungi Posko Pemenangan PKS di Perum Pesona Sigura-Gura kemarin, Syamsul memilih menunggu hasil pemungutan suara diumumkan secara resmi. “Kita tunggu saja hasil rilnya. Dari quick count memang ada selisih sedikit, kami berharap ada peningkatan di hasil real count,” katanya.

Dia mengatakan selama ini telah berjuang maksimal. “Sekali lagi hasil akhir, Tuhan yang menentukan. Kita sudah berikhtiar dengan melakukan kampanye, kita sudah berusaha dan berjuang,” ungkapnya.

Di sisi lain, pasangan H Moch Anton-Syamsul Mahmud menang di TPS 30 Kelurahan Jatimulyo, tempat Syamsul mencoblos. Pasangan dengan akronim ASIK itu mendapat 191 suara. Sedangkan Menawan mendapat 32 suara, SAE memperoleh 123 suara.

”Alhamdulillah. Saya mengucapkan terimakasih kepada masyarakat yang memberikan dukungannya kepada kami,’’ kata Syamsul.

Banyaknya warga memilih pasangan nomor urut 2 dibandingkan dengan pasangan lainnya, dikatakan Syamsul karena kepercayaan masyarakat kepada H Moch Anton masih sangat tinggi. Pembangunan yang dilakukan H Moch Anton selama memimpin Kota Malang merupakan bukti kepercayaan masyarakat. Bermodal kepercayaan masyarakat,  Syamsul sebenarnya sudah berusaha menarik dukungan suara dalam Pilkada.

Sementara itu Ketua KPPS TPS 30 Kelurahan Jatimulyo, M Muwida mengatakan jumlah DPT di TPS tersebut sebanyak 453 warga. Namun demikian, formulir C-6 26 warga dikembalikan karena tak berhasil ditemui.

”Warga yang  formulir C-6 dikembalikan tak lain, karena pindah alamat. Ada juga yang sudah meninggal,’’ ungkapnya.

(fin/ira/van/ary)

Editor : Ary
Uploader : slatem
Penulis :
Fotografer :

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU