Partai Golkar Taat Konstitusi

  • 04-06-2018 / 10:23 WIB
  • Kategori:Politik
Partai Golkar Taat Konstitusi DISKUSI: Ketua Dewan Pakar Golkar, Agung Laksono memimpin diskusi JK menjadi Wapres kembali. (IST/MALANG POST)

JAKARTA - Partai Golkar selesai menggelar diskusi yang mengkaji kemungkinan memajukan Jusuf Kalla sebagai pendamping Joko Widodo kembali pada Pilpres 2019. Hasilnya, Golkar memandang masa jabatan presiden dan wakil presiden cukup dua kali.

“Asumsinya, kita patuh pada konstitusi karena jelas dalam undang-undang, yang menjelaskan Pasal 7 itu hanya dua kali masa jabatan dalam jabatan yang sama,” ujar Ketua Dewan Pakar Golkar, Agung Laksono di kantor DPP Golkar, Slipi, Jakarta Barat, kemarin.

“Bahwa seorang presiden dan wakil presiden hanya satu kali (satu periode). Dan setelah itu dapat dipilih kembali untuk satu kali masa jabatan. Demikian UU Pemilu Nomor 7 Tahun 2017, sudah jelas memiliki penjelasannya, turut-turut atau tidak berturut-turut, ya cukup dua kali,” tegas Agung.

Ia mengatakan Dewan Pakar Golkar menggelar diskusi ini karena terjadi semacam polemik di masyarakat terkait masa jabatan presiden/wapres. Agung menegaskan Golkar taat konstitusi. “Kami sudah mengatakan kami setia pada Mahkamah Konstitusi, tapi pandangan kami seperti ini,” ungkapnya.

Menurut dia, pandangan ini berdasarkan institusi, didasarkan pada ketentuan-ketentuan yang berlaku di dalam UUD.  “Di situ ada pembatasan masa jabatan presiden dan wakil presiden yang sebelumnya menimbulkan penafsiran macam-macam,” terang dia.

“Saya kira pandangan itulah yang kami sampaikan. Kami tidak mempersoalkan keputusan, itu haknya Mahkamah Konstitusi. Komitmen kami adalah sama-sama kita konsisten penegakan konstitusi," pungkas Agung. (dk/mar)

Editor : bua
Uploader : buari
Penulis :
Fotografer :

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU