Koalisi Jokowi Usul Debat Cawapres-Cawapres di Desa

  • 23-10-2018 / 15:21 WIB
  • Kategori:Politik
Koalisi Jokowi Usul Debat Cawapres-Cawapres di Desa Sekjen PSI Raja Juli Antoni saat diwawancara oleh Jpc di kantor DPP PSI. (Igman/Jpc)

JAKARTA - Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno kembali memberi usulan terkait debat pasangan capres dan cawapres. Kali ini kubu 02 menginginkan supaya Komisi Pemilihan Umum (KPU) supaya meyelenggarakan debat di lingkungan kampus.

Sekretaris Jenderal Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Raja Juli Antoni mengaku menyerahkan sepenuhnya kepada KPU yang diberi mandat oleh undang-undang untuk menyelenggarakan debat presiden.

Pada prinsipnya Jokowi dan Ma’ruf setuju dan siap berdebat di mana saja dengan format apa saja. "Yang paling penting tujuan debat itu tercapai yaitu ketika rakyat mengetahui kualitas dan rekam jejak pemimpin yang akan mereka pilih," ujar Antoni kepadaJpc, Selasa (23/10).

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasioanal Jokowi-Ma'ruf Amin ini menambahkan, bila memungkinkan, KPU memang perlu memodifikasi format dan tempat debat selama diizinkan UU. Itu dilakukan agar visi, misi dan program paslon tersampaikan secara masif kepada masyarakat di akar rumput.

"Saya melihat debat presiden kita selama ini terlalu kota. Saya usul ke KPU agar debat diselenggarakan di desa dengan audien rakyat biasa di Papua, Kalimantan, Sulawesi, Aceh dan Jawa," katanya.

Pesertanya juga rakyat biasa yang menikmati dan akan merasakan langsung arti sebuah kebijakan dan keputusan pemerintah.

Sehingga nantinya rakyat biasa, bukan elite yang langsung berdialog, bertanya, mengevaluasi calon pemimipin mereka.

"Bukan para elit yang sering kali mengatasnamakan mereka, tanpa mengetahui apa yang sebenarnya mereka rasakan, pikirkan dan kerjakan tiap harinya," pungkasnya.

Sebelumnya, Kordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasuional (BPN) Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak mengusulkan debat capres-cawapres diadakan di kampus serta diikuti oleh sejumlah akademisi. Hal itu pun bisa menjadi pembelajaran politik bagi para mahasiswa.

Dijelaskan Dahnil, nantinya dalam debat capres-cawapres, setiap pasangan dengan bebas menyampaikan visi-misinya. Kemudian para peserta dari kalangan akademisi ini diberi kesempatan untuk mendalami program-program setiap kubu.

Selain itu, agar cakupannya bisa lebih luas, Dahnil menambahkan agar debat ini disiarkan langsung oleh stasiun televisi nasional. Sehingga seluruh penjuru Indonesia bisa menyaksikannya.‎ (gwn/JPC/bua)

Editor : bua
Uploader : buari
Penulis :
Fotografer :

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU