Sandiaga Soroti Defisit Neraca Dagang, Jokowi Cari Solusi

  • 13-04-2019 / 22:34 WIB
  • Kategori:Politik
Sandiaga Soroti Defisit Neraca Dagang, Jokowi Cari Solusi

JAKARTA - Masih dalam sesi tanya jawab, Sandiaga menyoroti defisit neraca dagang Indonesia. Angka tersebut, kata Sandiaga, membuat terenyuh.

"Ini dalam satu berita, neraca dagang Indonesia masih tekor. Satu hal yang bikin kami terenyuh. Defisit minus USD 8 miliar," ujar Sandiaga.

Jokowi mengamini pernyataan Sandiaga. Namun Jokowi memaparkan neraca dagang Indonesia di kuartal I tahun 2019.

"Tahun 2018, memang neraca kita defisit USD 8 miliar. Tapi kuartal pertama tahun ini, defisit kita turun USD 0,67 miliar. Apa yang mau kita lakukan? Subsititusi barang impor harus dilakukan. Minyak dan gas, kita sudah mulai bangun refinery," jelas Jokowi.

Lebih lanjut, Prabowo mengatakan bahwa BUMN adalah benteng terakhir perekonomian. Prabowo menyebut tidak adanya keuntungan signifikan dalam BUMN sektor penerbangan.

"BUMN adalah benteng terakhir ekonomi kita benteng-benteng itu goyah. Beberapa waktu lalu, Bloomberg buat studi penerbangan, kursi yang harus diduduki agar penerbangan bisa untung. Garuda, baru bisa untung kalau penumpangnya 120%. Berarti tidak bisa untung-untung," kata Prabowo.

Jokowi memberikan pembelaan. Jokowi menegaskan tidak ingin menyalahkan jika adanya BUMN yang salah dalam tata kelola keuangan.

"Bahwa ada tantangan, masalah, itu tugas kita sebagai pemimpin. Saya tidak mau buka masa lalu BUMN-BUMN, tapi ada 1-2-3 yang salah kelola. Saya tidak mau salahkan mereka, saya mau cari solusi," terang Jokowi. (detik/bua)

Editor : bua
Uploader : slatem
Penulis : Buari
Fotografer : ist

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU