Sandiaga Sebut Tusuk Prabowo-Sandi 13 Kali, Prabowo Pertanyakan Freeport

  • 13-04-2019 / 23:28 WIB
  • Kategori:Politik
Sandiaga Sebut Tusuk Prabowo-Sandi 13 Kali, Prabowo Pertanyakan Freeport

JAKARTA - Cawapres Sandiaga Uno menutup debat dengan mengajak masyarakat ke TPS, yang menurutnya singkatan dari Tusuk Prabowo-Sandi. Sebanyak 13 kali Sandiaga mengulangi frasa Tusuk Prabowo-Sandi.

"Kami juga meyakini insyaallah, Allah yang maha membolak-balikkan hati akan memberikan arahan kepada masyarakat untuk memilih pemimpin yang terbaik. Bagi kami, saatnya tentukan pilihan terbaik buat masa depan kita, masa depan anak-anak cucu kita," kata Sandiaga Uno dalam closing statement Pilpres 2019 di Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu (13/4/2019).

Sandi mengatakan mereka bertekad menghadirkan pemerintahan yang kuat. Agar itu tercapai, Sandi ingin masyarakat Tusuk Prabowo-Sandi. Sandiaga mengulangi frasa 'Tusuk Prabowo-Sandi' dalam closing statement-nya sebanyak 13 kali.

"Kami bertekad menghadirkan pemerintahan yang kuat. Saatnya kita ajak kerabat-kerabat kita ke TPS, TPS singkatan adalah Tusuk Prabowo-Sandi. Mau cari kerja gampang? Tusuk Prabowo-Sandi. Mau pemerintahan bersih? Tusuk Prabowo-Sandi. Mau harga-harga beras, bahan pokok murah terjangkau? Ke TPS, Tusuk Prabowo-Sandi. Mau harga listrik turun? Ke TPS, Tusuk Prabowo-Sandi," ucap Sandi.

"Mau tenaga medis pasien ingin BPJS diperbaiki? Tusuk Prabowo-Sandi. Guru honorer, mau kesejahteraan dan status lebih baik? Tusuk Prabowo-Sandi. Anak muda mau mendapatkan lapangan kerja? Tusuk Prabowo-Sandi. Mau PKH kita tingkatkan jadi PKH plus? Tusuk Prabowo-Sandi. Petani ingin mendapatkan pupuk lebih baik? Tusuk Prabowo-Sandi. Setop impor saat panen? Tusuk Prabowo-Sandi. BUMN kuat sebagai benteng ekonomi? Tusuk Prabowo-Sandi. 17 April mari kita ke TPS untuk Tusuk Prabowo-Sandi. Terima kasih," sebut Sandi.

Lebih lanjut, dalam penutupnya, Prabowo menyinggung tentang adanya dana desa atay Undang-undang desa yang merupakan hasil inisiatornya dan itu sudah ada sebelum Jokowi jadi presiden. “Itu adalah hak rakyat, dan itu tidak perlu dipolitisasi, itu hak rakyat di desa,”

Lalu terkait 51% kepemilikan saham Indonesia atas PT Freeport di Papua, Prabowo juga menyampaikan kritiknya. "Dengan klaim bahwa Freeport itu keberhasilan Indonesia. Saya ingin pertanyakan karena katanya kita akan kuasai 51 persen. Tapi pihak sana sudah laporkan bahwa keuntungannya mereka kuasai 82 persen. Jadi di mana keberhasilan untuk bangsa Indonesia?" kata Prabowo. (detik/bua)

Editor : bua
Uploader : slatem
Penulis : Buari
Fotografer : ist

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU