Ahli KPK: Status Tersangka Nurhadi Sah Meski Agus Cs Sempat Kembalikan Mandat

  • 16-01-2020 / 13:54 WIB
  • Kategori:Politik
Ahli KPK: Status Tersangka Nurhadi Sah Meski Agus Cs Sempat Kembalikan Mandat

Malangpostonline.com- Pengembalian mandat yang pernah dilakukan tiga pimpinan KPK 2014-2019 menjadi persoalan dalam gugatan praperadilan yang diajukan mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi. Nurhadi cs menyebut penetapan tersangka yang dilakukan pimpinan KPK terhadap dirinya tidak sah karena tiga pimpinan KPK pernah mengembalikan mandat ke Presiden Joko Widodo.

Praperadilan ini diajukan Nurhadi bersama dengan 2 orang lainnya yaitu Rezky Herbiyono (menantu Nurhadi) dan Hiendra Soenjoto (Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal/MIT). Ketiganya berstatus tersangka di KPK dengan sangkaan Nurhadi dan Rezky menerima suap dari Hiendra.

Dalam persidangan praperadilan yang dipimpin hakim tunggal Ahmad Jaini tersebut, KPK menghadirkan ahli hukum administrasi negara W Riawan Tjandra. Riawan menjelaskan soal pengembalian mandat yang dilakukan tiga mantan pimpinan KPK sebelum jabatannya berakhir.

Menurut Riawan, pengembalian mandat itu hal yang normal dan biasa terjadi dalam suatu organisasi atau lembaga. Bahkan, menurut Riawan, pengembalian mandat itu ekspresi seseorang mencerminkan ketidakpuasan atas suatu keputusan.

"Kalau menurut saya yang namanya penerimaan mandat nggak dikenal di hukum administrasi. Karena kalau pengembalian mandat itu pengembalian tugas di pimpinan yang sama. Tapi, kalau struktur langsung nggak ada mandat, kalau saya lihat kata-kata (mandat) itu nggak bermanfaat, kalau berakhir jabatan ya pada saat keluar surat baru dan ada proses seleksi untuk mengatakan mengikatnya (berhenti)," jelas Riawan di PN Jaksel, Jalan Ampera Raya, Jakarta, dilansir dari Detik.com,  Kamis (16/1/2020).

"Menurut saya seorang pimpinan pasti akan mengalami stres itu biasa. Saya katakan ini karena ada pengalaman manajerial organisasi. Biasa kalau ngomong balikin mandat biasa. Mau ngomong apa saja, tapi kalau nggak ada pemberhentian, itu sama aja itu hanya cerminan tidak kepuasan," imbuhnya. (zap/idh/detik/bua)

 

Editor : bua
Uploader : MG
Penulis : DTK
Fotografer : DTK

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU