Gunadi Handoko Pendamping Sam HC di Malang Jejeg, Untuk Maju Pilkada 2020

  • 16-01-2020 / 16:11 WIB
  • Kategori:Politik
Gunadi Handoko Pendamping Sam HC di Malang Jejeg, Untuk Maju Pilkada 2020 Heri Cahyono atau Sam HC, dengan Gunadi Handoko yang terpilih sebagai bakal Calon Wakil Bupati Malang dari hasil konvensi yang digelar Malang Jejeg.

Malangpostonline.com - Advokat senior, Gunadi Handoko, terpilih mendampingi Heri Cahyono atau Sam HC, untuk maju Pilkada tahun 2020 melalui jalur independen. Gunadi terpilih dari hasil konvensi bakal calon Wakil Bupati Malang, yang digelar Malang Jejeg pada Rabu (15/1). Ia menyingkirkan 10 peserta konvensi yang mendaftar.

Pengumuman Gunadi Handoko sebagai Calon Wakil Bupati Malang dari Malang Jejeg, disampaikan di salah hotel di Kepanjen, Kamis (16/1) siang. Setelah melalui beberapa pertimbangan, hasil penilaian para panelis.

"Kita cari yang terbenar, bukan yang terbaik, sesuai dengan kebutuhan. Tidak ada yang kalah dan tidak ada yang menang. Semua peserta konvensi akan terlibat berjuang untuk Kabupaten Malang," ungkap Heri Cahyono atau Sam HC.

Sam HC, menyampaikan bahwa Gunadi Handoko memiliki kelebihan dan kekurangan yang berbeda 180 derajat dengannya. Dimana, Sam HC mengaku adalah orang agresif, sementara Gunadi tidak. Termasuk dari sisi leadership juga berbeda.

"Pak Gunadi ini, orangnya juga Gusdurian. Dia juga pengurus PKB, serta pernah menjadi Direktur Arema. Sehingga memiliki modal sosial yang memang patut dipertimbangkan," ujarnya.

Dengan terpilihnya Gunadi sebagai pendampingnya, maka langkah selanjutnya adalah mensolidkan tim. Karena antara Gunadi Handoko dan Sam HC, memiliki tim yang nantinya akan disatukan untuk kemenangan Malang Jejeg.

Selain itu, dalam waktu dekat juga akan segera konsen pada pendaftaran di KPU Kabupaten Malang. Sebab sebelumnya sempat daftar ke KPU, tetapi tidak diterima karena tidak ada nama calon wakil. Padahal seluruh persyaratan sudah terpenuhi semuanya.

"Kami akan segera selesaikan syarat administratifnya. Target kami tiga pekan untuk menyelesaikannya. Selanjutnya kami akan daftar ke KPU, yang kemudian membentuk tim kerjasama dan dilanjut deklarasi Paslon Malang Jejeg," jelasnya.

Sementara itu, Gunadi Handoko, tidak hentinya berucap syukur. Ia berterima kasih telah diberi kepercayaan oleh Tim Malang Jejeg, untuk mendampingi Sam HC. Penunjukkan dirinya, merupakan suatu amanah yang harus bisa diemban dan dikerjakan dengan baik dan penuh tanggungjawab.

Ia membeberkan, bahwa keikutsertaan pada konvensi bakal calon Wakil Bupati Malang yang diadakan Malang Jejeg, karena jalur independen berbeda dengan kekuatan partai politik.

"Semua tahu, bahwa cost politik melalui Parpol itu sangat besar. Sehingga, kalau sudah tidak rasional, saya tidak mau istilahnya tersandera. Karena itulah memutuskan untuk ikut pada konvensi," terang Gunadi Handoko.

Gunadi menilai, bahwa sosok Sam HC, merupakan partner hebat, serta memiliki jiwa kepemimpinan yang patut diakui. Apalagi, Sam HC juga seorang pengusaha, yang juga dibesarkan di lingkungan pondok pesantren (Ponpes).

Terpisah, Radar Pancadana, satu panelis konvensi bakal calon Wakil Bupati 'Malang Jejeg', menyampaikan jika konvensi ini merupakan peristiwa langkah dalam dunia politik. Baru pertama kalinya dilakukan.

"Konvensi semacam ini adalah penting, untuk mengangkat aspirasi publik. Konvensi begitu terbuka, hingga publik bisa mengetahui," urai Radar.

Dikatakannya, melalui konvensi ini dapat memberikan peluang kepada orang-orang yang memiliki potensi besar, namun selama ini tidak pernah mendapat kesempatan untuk menunjukkan potensinya.

"Konvensi ini memunculkan orang-orang di Kabupaten Malang yang tidak memiliki peluang untuk mengekspresikan potensinya. Tidak hanya pengusaha besar tapi ada office boy itu, semua setara. Keterbukaan yang seperti ini jadi ciri konvensi," tandasnya.

Ada 11 peserta yang maju dalam konvensi, untuk berebut kursi pendamping Sam HC di Pilkada 2020.

Mereka adalah Gunadi Handoko, seorang advokat sekaligus dosen luar biasa Pasca Sarjana Fakultas Syariah UIN Malang. Heribertus Sumarso, Factory Manager di CV Sejahtera dan pernah bergabung di Partai Gerindra. Muhammad Yahya Arif, yang aktif di Nahdlatul Ulama (NU).

Kemudian, Noval Akbar, seorang Dirut PT Quantum HRM Internasional. Mei Nafisah, yang pernah menjadi Caleg Partai PAN Kota Malang. James Rionando, Area Manager PT AS Centrak Asia Raya. Mahfud Syaifudin sebagai OB SPBU.

Verry Son P, dari Paguyuban Mister Jatim . Tantono S, pernah menjadi Caleg PPP Kota Malang. Yogna Dody, pernah menjadi Ketua Komunitas Esports, Malang Gaming, serta Sutrisno.

Dari sebelas peserta itu, mereka harus mengikuti fit and propertest dan penilaian yang dilakukan enam panelis. Yakni meliputi, keluasan materi, kedalaman materi, keakuratan data dan fakta, keakuratan contoh dan kasus, gagasan atau solusi, performance, strategi pemenangan serta kesiapan managemen finansial.(agp)

Editor : agp
Uploader : rois
Penulis : agp
Fotografer : agp

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU