5 Kuliner Khas Daegu, Kota 'Sarang' Corona Kedua di Dunia

  • 27-02-2020 / 10:30 WIB
  • Kategori:Destinasi
5 Kuliner Khas Daegu, Kota 'Sarang' Corona Kedua di Dunia Daegu, kota di Korea Selatan yang kini terjangkit virus corona, dikenal dengan banyak kuliner tradisional dan modern ala Negeri Ginseng. (Istockphoto/Sanga Park)

Malangpostonline.com - Ibarat Wuhan di China, Daegu merupakan kota yang paling terjangkit virus corona (Covid-19) di Korea Selatan. Lebih dari 200 orang di Daegu terinfeksi corona. Hal itu membuat Negeri Ginseng menjadi negara kedua dengan kasus infeksi terbanyak di dunia.

Daegu merupakan kota terbesar keempat di Korsel yang terkenal dengan banyak makanan tradisional dan modern ala Korea. Daegu bahkan punya peran sentral dalam sejarah makanan Korea modern.

"Daegu, yang dikelilingi oleh Gunung Palgong dan Gunung Biseul serta sungai Nakdong dan Guemho adalah tempat yang sangat menyenangkan untuk hidup dan sumber dari banyak makanan Korea modern, serta makanan tradisional keluarga bangsawan dan kelas atas di wilayah Yeongnam," kata Wali Kota Daegu Kwon Young-jin, dikutip dari situs resmi kuliner Daegu.

Melansir CNN Indonesia, Di masa lalu, Daegu menjadi tempat pengungsian selama Perang Korea. Cerita lama itu membuat kota ini semakin kaya. Pada 1990-an, sejak berdirinya Deulan-gil di Suseong-gu, yang menjadi pusat ratusan restoran, Daegu diberi julukan kota kuliner internasional.

Berikut 5 kuliner terbaik Daegu

1. Ttarogukbap

Ttarogukbap atau Daegu yukgaejang merupakan representatif kuliner Daegu. Ttarogukbap merupakan sup daging sapi pedas yang terpisah dan hanya dapat ditemukan di Daegu. Selama lebih dari 50 tahun, Daegu menjadi satu-satunya kota di Korea Selatan yang menyajikan nasi dan sup secara terpisah.

Daegu terbuat dari daging sapi, daun bawang, dan lobak yang dimasak dalam kaldu dengan bubuk paprika merah dan bawang putih cincang. Rasanya pedas dan menyegarkan.

2. Dongindong Jjim galbi

Dongindong Jjim galbi merupakan hidangan khas Daegu yang terbuat dari iga sapi. Kuliner ini pertama kali muncul di Dongin-dong, yang merupakan desa makanan lokal. Dongindong Jjim galbi berbeda dari iga yang dimasak dengan kecap dan banyak disajikan di daerah lain di Korea.

Iga sapi khas Daegu ini dibumbui dengan bubuk lada merah dan bawang putih cincang dimasak dalam panci aluminium kuno. Keunikan lain dari Dongindong Jjim galbi ini adalah sensasi membakar lidah ketika dinikmati dengan soju atau nasi yang dicampur dengan bumbu sisa.

 

3. Makchang gu

Makchang gu merupakan hidangan usus sapi panggang. Makanan ini pertama kali disajikan pada 1970-an. Makchang adalah hidangan yang terbuat dari babat dan isi perut sapi yang dipanggang di atas briket atau arang serta disajikan dengan bawang putih, bawang hijau, dan pasta kedelai yang dibuat khusus.

Makchang biasanya disajikan sebagai lauk saat minum soju. Popularitas makchang terus melonjak beberapa tahun terakhir.

4. Mungtigi

Mungtigi berarti daging sapi yang dipotong seukuran ibu jari. Mungtigi merupakan hidangan daging sapi mentah yang disajikan dengan bumbu gurih dan pedas.

Mungtigi menggunakan daging betis, paha, dan bokong sapi. Daging disajikan setelah direndam dalam campuran minyak wijen, bawang putih, dan bubuk lada merah. Makanan ini juga disajikan saat minum soju.

5. Nonmegi Maeuntang

Nonmegi maeuntang merupakan sup lele pedas yang berasal dari Bugok-ri, Daegu. Lele hidup yang dibesarkan di sawah dimasak dalam kaldu rumput laut, lobak, dan paprika merah. Salah satu variasi yang terkenal adalah menambahkan serpihan gandum ke dalam sup sehingga memberikan rasa yang lebih kaya. (ptj/asr/cnn/bua)

 

 

PENTING! Baca Ini:

https://m.malangpostonline.com/bisnis/lowongan-kerja

https://m.malangpostonline.com/bisnis/iklan-baris

https://m.malangpostonline.com/bisnis/iklan-properti

Editor : bua
Uploader : rois
Penulis : CNN
Fotografer : CNN

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU