PUPR Resmikan Rusunawa Pesantren Zainul Hasan Genggong di Probolinggo

  • 30-07-2019 / 16:09 WIB
  • Kategori:properti
PUPR Resmikan Rusunawa Pesantren Zainul Hasan Genggong di Probolinggo

MALANGPOSTONLINE.COM - Pemerintah terus memacu pengembangan rumah susun sewa (rusunawa) sebagai bagian dari upaya memberikan hunian layak kepada masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Sepanjang empat tahun terakhir setidaknya telah berdiri sebanyak 728 tower dengan total 44.893 unit rusunawa. Tahun 2019 ini diharapkan ada tambahan 137 tower baru dengan jumlah 6.873 unit yang disiap dioperasikan.

Pembangunan Rusunawa bertujuan untuk menyediakan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), pekerja, nelayan, santri dan mahasiswa. Salah satu yang baru saja diresmikan penggunaannya adalah Rusunawa STIKES Hafshawaty, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.

“Kita berharap Rusunawa STIKES Hafshawaty bisa bermanfaat mendukung proses belajar dan meningkatkan mutu generasi muda Indonesia. Mereka yang tinggal di Rusunawa dapat memupuk sikap toleransi antar sesama penghuni, saling menjaga suasana tertib,” kata Dirjen Penyediaan Perumahan Khalawi Abdul Hamid pada acara peresmian Rusunawa Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Hafshawaty Pesantren Zainul Hasan Genggong, di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, belum lama ini.

Khalawi mengatakan pembangunan Rusunawa untuk mahasiswa pada dasarnya merupakan salah satu bentuk perhatian dan keseriusan Pemerintah dalam penyediaan rumah dan penataan kawasan lingkungan pendidikan.

Dengan semakin terbatasnya lahan perumahan kedepan dan meningkatnya kebutuhan hunian, saat ini merupakan waktu yang tepat untuk melatih dan membentuk karakter generasi muda untuk tinggal di hunian vertikal.

Rusunawa dengan tinggi 4 lantai ini berkapasitas 50 unit kamar tipe 24. Pembangunannya pada tahun 2018 dengan anggaran APBN sebesar Rp 10,2 miliar. Rusun telah dilengkapi dengan jalan lingkungan, jaringan air bersih, drainase, sanitasi, listrik dan setiap unitnya tersedia meubelair, yakni lemari, tempat tidur, meja, dan kursi.

“Saya berharap Rusunawa ini sudah bisa langsung dihuni para mahasiswa. Tolong Rusunawa ini dapat dijaga dan dirawat dengan baik, sehingga bisa bermanfaat kedepannya,” tutur Khalawi dilansir dari Jawa Pos.

Pimpinan Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong, KH Moh. Hasan Mutawakil Alallah menyampaikan terima kasih kepada Kementerian PUPR yang turut aktif membantu peningkatan kualitas pendidikan di pondok pesantren tersebut.

“Kami sangat berterimakasih kepada Pemerintah karena pembangunan Rusunawa ini merupakan wujud keberpihakan Pemerintah terhadap pentingnya pendidikan terutama di pesantren,” ujar Moh. Hasan.

Di Provinsi Jawa Timur, Kementerian PUPR pada tahun 2018 telah membangun sebanyak 45 tower, terdiri dari 27 tower dibangun oleh Satuan Kerja Pengembangan Perumahan (Satker Bangrum) dan 18 tower oleh Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu (SNVT) Provinsi Jawa Timur. Pada tahun 2019, Rusunawa yang dibangun di Provinsi Jawa Timur sebanyak 24 tower. (jpc/bua)

Editor : bua
Uploader : Yohan
Penulis : JPC
Fotografer : JPC

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU