Tim Khusus!

  • 16-12-2019 / 04:13 WIB
  • Kategori:Catatan
Tim Khusus!

Luar biasa. Dalam waktu satu minggu, 4 tahanan kabur itu berhasil dibekuk.

Kerja keras Polresta Malang Kota membuahkan hasil. Tahanan kabur yang terakhir berhasil ditangkap adalah Bayu Prasetyo, Minggu (15/12).

Sebelumnya, Adrian Fairi ditangkap di kawasan Jodipan satu hari setelah kabur. Besoknya Sokip Yulianto ditangkap di Kediri. Lalu, Kamis (12/12), Nur Kholis ditangkap di kawasan KH Malik Dalam.

Keempat tahanan itu kabur, Senin (9/12) dini hari, sekitar pukul 01.30 WIB. Mereka melarikan diri dengan cara menggergaji teralis besi yang berada di atap sel ruang Tahanan Titipan (Tahti). Selanjutnya menggunakan kain yang disambung seperti tali, memanjat dinding keluar ruang tahanan.

Lalu mereka menaiki dinding pembatas  Polresta Malang  Kota dan kabur ke arah sekolah yang berada di sebelah utara Polresta Malang Kota.

Bagaimana bisa ada gergaji? Berdasarkan pengakuan Adrian Fairi, gergaji itu disembunyikan di dasar kotak roti, lalu diserahkan saat pembesuk berpura-pura datang untuk menjenguk Sokip Yulianto.

Kaburnya tahanan narkoba ini pun menjadi ujian pertama Kapolresta Malang Kota, AKBP Leonardus Harapantua Simarmata Permata yang baru serah terima jabatan, 28 November 2019 lalu. Mantan Waka Polrestabes Surabaya yang juga pernah menjabat sebagai Kapolres Batu ini menggantikan AKBP Dony Alexander.

Ucapan selamat mengalir pada AKBP Leonardus Simarmata. Bertepatan juga dengan resminya Polres Malang Kota dikukuhkan menjadi Polresta Malang Kota. Saya turut mengucapkan selamat bertugas kepada Pak Leo, demikian saya menyapa AKBP Leonardus Simarmata.   

Dan belum genap dua minggu sebagai pejabat baru, terjadilah kasus kaburnya tahanan itu. Sementara pesan Kapolda Jawa Timur, Irjen Luki Hermawan saat memimpin serah terima jabatan masih begitu jelas.

“Saya berharap kepada pejabat baru bisa menjalankan tugas dengan baik,” ungkapnya di halaman Polresta Malang Kota saat itu.

Tegas dan jelas, pesan dari Kapolda tersebut. Untuk itu, Pak Leo langsung bergerak. Dibentuklah tim khusus yang terdiri dari tim gabungan reskrim, satreskoba, sabhara dan polsek jajaran.

Pak Leo menyebutkan tim khusus pemburu tahanan kabur ini terdiri dari empat grup. Satu tim terdiri dari 11 orang dan dipimpin oleh perwira. Merekalah yang terus melakukan pengejaran.

Selama satu minggu ini, tim khusus terus bergerak untuk menangkap satu per satu dari empat tahanan kabur itu. Hingga akhirnya Minggu (15/12), tahanan terakhir yang kabur bisa ditangkap di Banyumas, Jawa Tengah.

Sebagai ‘hadiah’, empat tahanan kabur ini mendapatkan timah panas.

Kini, pihak kepolisian mengumpulkan data untuk memperjelas kronologi dan alasan kaburnya masing-masing tahanan ini. Mereka kini diamankan di sel isolasi khusus.

Polresta Malang Kota juga memperketat ruang gerak tahanan yang ada dalam tahanan titipan. Termasuk memperbaiki sel tahanan dengan menambah jumlah jeruji sel, jadi dua kali lipat.

Jumlah personel untuk penjagaan juga diperketat. Polisi juga memperketat kunjungan yang dilakukan oleh keluarga maupun kerabat.

Sukses untuk tim khusus pemburu tahanan kabur. Suatu saat ingin menulis tentang kisah sukses tim khusus ini. Selamat melanjutkan tugas untuk Kapolresta Malang Kota. Masih banyak lagi ujian dan tantangan yang harus dihadapi ke depan.

Nah, untuk urusan musim depan, Manajemen Arema FC rasanya juga perlu belajar membentuk tim khusus. Tim yang hebat, jago berburu tiga poin di kandang maupun di luar kandang. Ya kalau memang mau belajar. (*/Malangpostonline.com)

Editor : bua
Uploader : slatem
Penulis : Buari
Fotografer : tea

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU