Kepanjen Raih Adipura ke-11

  • 13-01-2019 / 22:51 WIB
  • Kategori:Malang
Kepanjen Raih Adipura ke-11 BERSIH: Ruas jalan di Kota Kepanjen yang bersih ini berhasil mengantarkan Kabupaten Malang raih Piala Adipura. (m friman/mp onlin)

Kota Malang Dapat Plakat, Batu Sertifikat

MALANG-Kota Kepanjen kembali mendapat Piala Adipura, untuk kategori kota kecil. Penghargaan dari Kementerian Lingkungan Hidup ini, akan diterima oleh Wakil Bupati Malang, Drs. H. M. Sanusi, Senin (14/1). Piala Adipura akan diserahkan langsung oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla. Sedangkan Kota Malang dan Kota Batu hanya bisa meraih plakat dan sertifikat pada tahun ini.

"Penyerahan Piala Adipura, besok (hari ini, red) akan diserahkan langsung oleh Wakil Presiden di gedung Manggala Wana Bhakti, Kantor Kementerian LH, Jakarta sekitar pukul 10.00. Hari ini, saya persiapan berangkat ke Jakarta untuk mendampingi Wakil Bupati," ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang, Budi Iswoyo.

Budi mengatakan, belum mengetahui Piala Adipura apa yang bakal diterima dari Kementerian Lingkungan Hidup. Namun masih untuk kategori kota kecil. Karena jumlah penduduk Kota Kepanjen, masih di bawah 100 ribu.

"Piala Adipura ini diberikan setiap tahun. Ketika mendapatkan lagi, maka adalah Piala Adipura di tahun 2018. Sedangkan tahun 2019 ini, masih belum ada penilaian," terangnya sembari mengatakan bahwa Piala Adipura yang diterima hari ini, adalah yang kesebelas didapat secara beruntun.

Mantan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang ini, mengatakan penilaian Adipura untuk tahun 2018 ini, sudah dilakukan dua kali. Penilaian tahap pertama pada bulan Oktober - November 2017 lalu, kemudian kedua pada bulan Maret - April 2018 lalu.

"Biasanya penerima penghargaan Adipura ini, diumumkan saat Hari Lingkungan Hidup. Namun terlambat hingga baru diserahkan di awal tahun 2019," ujarnya.

Ada beberapa poin penilaian Adipura. Diantaranya adalah terkait kualitas air bersih di masyarakat, penghijauan, kebersihan lingkungan serta inovasi. Dimana kebersihan lingkungan dan penghijauan, tidak hanya di jalan raya Kota Kepanjen, tetapi juga di perkantoran pemerintahan, Puskesmas, sekolah dan beberapa tempat lainnya.

"Untuk inovasi terkait komitmen Pemerintah Kabupaten Malang soal lingkungan hidup. Dimana program dan strategi utama Pemkab Malang, selain wisata juga soal lingkungan hidup," jelasnya.

"Sedangkan untuk penghijauan, selama ini Kota Kepanjen sudah ada beberapa titik penghijauan. Selain taman, ada hutan kota serta penambahan tanaman di pinggir jalan," sambung Budi.

Dengan kembali meraih Piala Adipura ini, Budi mengatakan, akan terus bersemangat untuk lebih meningkatkan. Bersama dengan OPD lain, akan melakukan penataan lingkungan dan penghijauan.

Apalagi, tidak menutup kemungkinan ke depan, Kota Kepanjen juga akan berkembang menjadi kota sedang. Dari jumlah penduduk yang masih di bawah 100 ribu orang, bisa meningkat. Mengingat banyaknya pembangunan perumahan baru di wilayah Kecamatan Kepanjen.

"Untuk menuju Kota Besar, kemungkinan masih jauh. Karena kota besar minimal jumlah penduduknya di atas 2 juta jiwa. Yang memungkinkan adalah kota sedang dengan jumlah penduduk di atas 100 ribu," paparnya.

Kota Batu Ulangi Prestasi 2014 dan 2017

Kota Batu harus gigit jari untuk memperoleh piala Adipura tahun 2018. Meski begitu Kota Batu memperoleh Sertifikat Adipura bersama yang akan diberikan oleh menteri LH dan Kehutanan.

Artinya, dengan perolehan Sertifikat atau Piagam Adipura mengulang kembali prestasi yang sama pada tahun 2014 dan 2017. Hal itu dikatakan oleh Kasi Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup DLH Kota Batu, Nawang Wirawan.

"Tahun ini Kota Batu hanya menerima Sertifikat Adipura saja. Karena itu untuk tahun depan kami berusaha untuk mendapatkan Piala Adipura," ujar Nawang saat dihubungi Malang Post, Minggu (13/1) kemarin.Meskipun gagal, pihaknya optimis bisa memperoleh piala Adipura tahun 2019. Mengingat selama satu tahun lalu telah banyak pembangunan taman, interior jalan serta pengadaan tempat sampah agar masyarakat tidak membuang sampah sembarangan.

"Saat ini tinggal menunggu berapa nilai yang berhasil didapatkan selama penilaian tiga tahap. Kemudian kami akan minta evaluasi terhadap kementerian terkait apa kekurangan yang harus segera diperbaiki dan dikejar pada tahun ini," pungkasnya.

Prestasi Menurun, Dulu Adipura Kencana

Berbeda dengan Kabupaten Malang, tahun ini Kota Malang hanya mendapatkan Plakat Adipura saja. Prestasi ini menurun daripada tahun sebelumnya bagi Kota Malang yang menyandang predikat Adipura Kencana beberapa kali dalam lima tahun terakhir.

Kabag Humas Pemkot Malang Widianto menjelaskan tahun ini Kota Malang tidak mendapatkan Piala Adipura seperti biasanya.

“Berdasar info awal hanya plakat adipura saja” paparnya saat dikonfirmasi.

Ia menjelaskan plakat biasanya diberikan pada kota yang meraih skor tinggi pada beberapa koridor penilaian saja. Dari Kota Malang, dijelaskannya Kepala Dinas Lingkungan Hidup Drs Agoes Poetranto MM yang menerima penghargaan tersebut.

Menurut catatan Malang Post Kota Malang sempat menyabet penghargaan tertinggi lingkungan hidup ini dengan mendapatkan Piala Adipura Kencana. Piala Adipura Kencana didapat Kota Malang pada Tahun 2014, 2015 dan 2017 lalu.(agp/eri/ica/ary)

Editor : Ary
Uploader : abdi
Penulis :
Fotografer :

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU