Merasa Dirugikan, Driver Grab Demo

  • 15-01-2019 / 14:19 WIB - Editor: buari
  • Uploader:dita
Merasa Dirugikan, Driver Grab Demo FOTO: Amanda Egatya/Malang Post

MALANG - Merasa dirugikan, ratusan pengemudi (driver) ojek online (ojol), Grab melakukan demo, Selasa (15/1). Pada demo tersebut, para driver protes terkait beberapa aturan yang dinilai memberatkan. Mulai dari target untuk menutup poin hingga soal tarif.

Mulanya, para driver tersebut berkumpul dan meluruk kantor Grab yang ada di kawasan Jalan LA Sucipto, Kota Malang. Setelah itu, mereka juga mendatangi Gedung DPRD Kota Malang untuk menyampaikan unek-uneknya.

Koordinator Aksi, Dedi Hermawan mengungkapkan, belakangan, ada perubahan sistem yang dinilai merugikan salah satu pihak. "Sementara, bagi pihak kami (driver) sangat merugikan target untuk nutup poin terlalu tinggi," terang dia.

Dedi mengungkapkan, pihaknya sudah melakukan berbagai macam upaya yang fair agar bisa mencapai target yang sudah ditentukan. "Bahkan, kami harus berada di jalan selama 24 jam untuk nutup poin saja dan kami berusaha melakukan secara fair," papar dia.

Oleh karena itu, pihaknya kemudian memutuskan untuk berkumpul dan  menyampaikan aspirasi ini kepada kantor grab yang ada di Malang. Pada kesempatan tersebut, Dedi menguraikan, ada lima poin tuntutan yang disampaikan. Pertama, terkait kenaikan tarif dasar. "Jangan sampai cuma Rp 4 ribu kemudian ada potongannya, belum potongan diluar pengetahuan kantor seperti parkir dan lain sebagainya. Belum dana lainnya," papar dia.

Kedua,  mereka menuntut agar target yang dibebankan tidak terlalu tinggi. "Harus dihitung bahwa kami membutuhkan waktu dengan keluarga, waktu untuk refreshing," kata dia.

Saat ini, lanjut Dedi para driver ditarget untuk mencapai 48 trip per hari. Jika dibuat sistem berlian, maka akan mendapatkan poin total 480 poin. "Jadi satu kali narik itu 10 berlian. Jadi 480 itu 48 (kali) narik. Dalam 24 jam, kalau nyampai 480 baru dapatkan uang kurang lebih Rp 220 ribu, insentif. Ini tidak mungkin, irasional," kata dia.

Ketiga, yakni terkait adanya order prioritas. Dedi menjelaskan, saat ini ada 4 order. Sementara tiga order yang sudah jalan antara lain bike, express, dan food. Para driver pun meminta agar semua order bisa diaktifkan. "Kami minta semuanya di on kan. Sementara ini tidak di on kan semuanya. Maksudnya dikunci, dipatenkan semua jalan, seperti ojek online kompetitor, jadi semua bisa ditarik. Saat ini bisa di off," jelas dia.

Ketika aksi demo, Ketua DPRD Kota Malang Bambang Heri Susanto langsung turun dan menemui driver. Ia

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

REKOMENDASI

Arema Tersingkir di Kandang Sendiri

Kecewa, Pemain Arema Harus Benahi Permainan

Dua Blandong Bebas Hanya Wajib Lapor

Lima Bulan ada di Malang, Kopi Kulo Jadi Idaman

PDAM Buka Lowongan Direksi

-->