SKPD Diboyong ke Kepanjen, Pendopo Agung Kota Menjadi Cagar Budaya

  • 15-01-2019 / 15:30 WIB - Editor: buari
  • Uploader:irawan
SKPD Diboyong ke Kepanjen, Pendopo Agung Kota Menjadi Cagar Budaya Foto: Ipung Purwanto/MP Online

MALANG - Seluruh satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang masih berkantor di Pendopo Agung Kota Malang, diperintahkan bergeser ke Kepanjen. Hal ini untuk mewujudkan pelayanan satu atap. Perintah ini disampaikan langsung Wakil Bupati Malang, Drs. H. M. Sanusi, Selasa (15/1) tadi.

"Saya mencanangkan tahun 2019 ini, pusat pelayanan dan pemerintahan dipindahkan ke Kepanjen secara menyeluruh. Sehingga SKPD yang masih ada di Malang, harus segera boyongan ke Kepanjen," ungkap Sanusi.

Pemindahan seluruh SKPD tersebut, untuk menjadikan pelayanan satu atap. Sekaligus menjadikan Kepanjen, sebagai Ibu Kota Kabupaten Malang sesungguhnya.

"Masih ada beberapa ruangan di lantai tiga dan enam yang kosong. Sehingga semua ruangan bisa ditempati," ujarnya.

Menurutnya, ada eberapa SKPD yang masih berkantor di Kota Malang. Diantaranya, Dinas Sosial, Dinas Pertanahan, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Dinas Komunikasi dan Informatika.

Kemudian Badan Kepegawaian Daerah, Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah, Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik, serta Badan Pendapatan Daerah. Lalu ditambah, Satuan Polisi Pamong Praja.

"Besok akan mulai kami rapatkan. Semuanya yang ada di kota harus pindah ke sini (Kepanjen)," tuturnya.

Kendati seluruh SKPD ditempatkan di Gedung Pendopo Agung Kepanjen, namun ia memastikan tidak akan ada pembangunan untuk penambahan gedung. Gedung yang sudah ada harus benar-benar dimaksimalkan.

Sementara, untuk bangunan Pendopo Agung di Jalan Agus Salim Kota Malang, nantinya akan dijadikan sebagai tempat cagar budaya atau museum. Termasuk bisa dijadikan home stay dan hotel milik Kabupaten Malang.

"Nantinya juga bisa menjadi pembelajaran anak sekolah tentang cagar budaya. Karenanya nanti, untuk menjadikan tempat cagar budaya atau museum akan dilengkapi barang apa saja yang masih kurang," terangnya sembari mengatakan bahwa Pendopo Agung Malang itu sudah ada Perda sebagai cagar budaya.

Lebih lanjut, Sanusi mengatakan, untuk menjadi tempat cagar budaya, tahun ini baru akan penataan. Kemungkinan baru bisa dimaksimalkan di tahun 2020. "Bangunannya akan tetap tidak ada yang berubah. Nantinya kami juga masih akan koordinasi dengan DPRD untuk melakukan kajian," pungkasnya.(agp)

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

REKOMENDASI

Arema Tersingkir di Kandang Sendiri

Dua Blandong Bebas Hanya Wajib Lapor

Lima Bulan ada di Malang, Kopi Kulo Jadi Idaman

-->