Home > Bola > Liga

PT LIB Bakal Belajar dari La Liga Terkait Jadwal Pertandingan

  • 18-01-2019 / 09:04 WIB
  • Kategori:Liga
PT LIB Bakal Belajar dari La Liga Terkait Jadwal Pertandingan Foto: Istimewa

JAKARTA - Salah satu hambatan yang dimiliki oleh PT LIB (Liga Indonesia Baru) untuk mengembangkan kompetisi terletak pada permasalahan jadwal. Pasalnya jadwal pertandingan kerap kurang teratur.

Berbeda dengan La Liga, selaku operator kompetisi sepak bola di Spanyol, mereka selalu menjaga jadwal pertandingan teratur. Hal itulah yang membuat mereka lebih maju.

Melihat hal itu, Tigor Shalomboboy selaku COO PT LIB ikut berkomentar. Dia mengaku tidak teraturnya jadwal bukan karena keinginan dari PT LIB sendiri, tetapi karena ada faktor-faktor luar yang memaksa kompetisi harus dimundurkan.

"Kalau temen-teman perhatikan secara detail, tidak ada satu perubahan jadwal yang kemarin muncul dari LIB. Semua itu muncul dari eksternal. Maksudnya entah dari TV, klub, izin keamanan dan lainnya," ujar Tigor.

Tigor menilai bahwa laga di Spanyol juga tidak luput dari perubahan jadwal yang ada. Dia mencontohkan saat terjadi pada Desember lalu.

"Harus dilihat juga posisi jadwal pertandingan di Spanyol, atau di Premiere League pada saat Boxing Day kemarin. Jeda satu pertandingan ke pertandingan lain sangat mepet," ucapnya.

Tidak hanya itu saja, Tigor menilai publik tidak dapat membandingkan antara Indonesia dengan negara-negara Eropa. Sebab tiap negara memiliki agenda masing-masing tiap tahunnya.

"Berikutnya kita juga punya hal yang tidak terjadi di Eropa, misalnya 2019 ada Pemilu dan mungkin pada tahun berikutnya ada pilkada. Entah ada kegiatan apa lagi yang membuat kompetisi bisa berhenti karena alasan-alasan di luar olah raga itu sendiri," jelasnya.

Kendati demikian, Tigor menilai bukan berarti hal tersebut dapat menjadi alasan mundurnya jadwal yang sudah ditentukan. Pasalnya negara lain juga dapat tetap menjalankan laga saat atmosfer politik sedang bergejolak.

"Tahun lalu pertandingan Barcelona tetap jalan meski ada demo besar untuk kemerdekaan Catalan. Pertandingannya tetap berjalan tanpa penonton. Saya berpikir pada saat itu bisa nggak dilakukan di Indonesia," ungkapnya.

"La Liga sendiri punya kerjasama khusus dengan kepolisian, ada hubungan yang bagus, kepercayaan yang muncul. Mereka percaya bahwa tidak akan terjadi hal-hal yang mengganggu keamanan. Mungkin itu bisa menjadi pelajaran juga buat kompetisi di Indonesia," imbuhnya. (JPC/MPOL)

  • Editor : irawan
  • Uploader : irawan

KOMENTAR ANDA

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Ladub Away Madura, Pavel Masuk Skuad Arema

Nyamuk Nonpolitik

Final Futsal PIONIR IX, Tim Kesehatan Digebuk Suporter Marah

Ritual Perkawinan Joko dan Sri Gondel di Kawisari

Acak Nomor Peserta, Cegah Praktik Joki Sistemik

MPLS SMPK Sanmar 2 Ditutup Dengan Inaugurasi

Pisah dari Song Joong-ki, Hye-kyo Tinggal di Vila Mewah

Sukses dengan Thor: Ragnarok, Waititi Kembali Garap Thor 4

Marcus/Kevin Kalahkan Ganda Putra Terbaik India