Jokowi Sebut Susi Pudjiastuti Menteri yang Berani dan Nekat

  • 18-01-2019 / 09:13 WIB - Editor: irawan
  • Uploader:irawan
Jokowi Sebut Susi Pudjiastuti Menteri yang Berani dan Nekat Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti memenangkan lomba olahraga air melawan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga S Uno, di Danau Sunter, Jakarta Utara, Minggu (25/2). (Issak Ramadhan/JPC)

JAKARTA - Calon Presiden Nomor Urut 01 Joko Widodo (Jokowi) dengan bangga menyebut deretan menteri perempuan di kabinetnya, dalam debat capres-cawapres pilpres 2019, Kamis (17/1). Jokowi menyampaikan hal itu saat sesi bertanya kepada Prabowo Subianto, yang lantas kembali ditanggapi olehnya.

Awalnya, Jokowi menuturkan, visi-misi 'Indonesia Menang' Prabowo banyak mengangkat perspektif gender dan pemberdayaan perempuan. Namun, dalam struktur kepengurusan Partai Gerindra, keterwakilan perempuan sangat minim.

"Bagaimana Bapak menjawab inkonsistensi ini?" tanya Jokowi ke Prabowo.

Mantan Danjen Kopassus itupun lantas menjawab, bahwa banyak juga perempuan di kepengurusan Partai Gerindra, meski pada level eselon ii, misalnya wakil ketua. Selain itu, Prabowo mengklaim porsi perempuan dalam caleg Partai Gerindra mencapai hampir 40 persen, jauh di atas syarat minimum 30 persen.

"Kita memang mengakui ini perjuangan. Kami belum puas, tapi kami membuka peluang sebesar-besarnya untuk emak-emak," ucap Prabowo.

Kemudian, ketika diberi kesempatan menanggapi jawaban Prabowo, Jokowi membandingkan porsi perempuan dalam kabinetnya. Sembilan perempuan menduduki posisi strategis di Kabinet Kerja.

"Misalnya Menlu, itu adalah Menlu (perempuan) pertama. Menteri BUMN. Menteri Keuangan, Menteri LHK. Menteri yang berani dan nekat, Menteri Kelautan dan Perikanan," timpal Jokowi.

Sebagaimana diketahui, saat ini Menteri Kelautan dan Perikanan di kabinet Jokowi adalah Susi Pudjiastuti. Selain menyebut deretan menteri perempuan, Jokowi juga menambahkan, dirinya pernah membentuk Pansel KPK yang seluruhnya terdiri dari para perempuan.

"Sembilan orang yang semuanya perempuan. Dan, mereka bisa memilih komisioner yang paling baik," imbuh mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

Sebagai tanggapan terakhir dalam sesi ini, Prabowo menyatakan, soal gender sebenarnya tidak penting untuk dipermasalahkan. "Kita masalahkan kebijakan yang dia hasilkan," katanya.

Prabowo juga mengatakan, dirinya tidak akan bangga hanya dengan mengangkat perempuan, tetapi tidak bisa mengeluarkan kebijakan yang prorakyat.

"Jadi, saya tidak akan membanggakan (orang tersebut), hanya karena dia perempuan. Kalau dia perempuan tapi tidak bela rakyatnya sendiri, ya menurut saya tidak perlu dibanggakan," pungkasnya. (JPC/MPOL)

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

REKOMENDASI

Arema Tersingkir di Kandang Sendiri

Kecewa, Pemain Arema Harus Benahi Permainan

Dua Blandong Bebas Hanya Wajib Lapor

Lima Bulan ada di Malang, Kopi Kulo Jadi Idaman

-->