Home > Bola > Liga

PSSI Tunjuk Achmad Riyadh Jadi Ketua Komite Ad Hoc Integritas untuk Perangi Match Fixing

  • 20-01-2019 / 16:53 WIB
  • Kategori:Liga
PSSI Tunjuk Achmad Riyadh Jadi Ketua Komite Ad Hoc Integritas untuk Perangi Match Fixing Ahmad Riyadh.(Stenly/MP online)

MALANG - Kongres Tahunan PSSI akhirnya menghasilkan beberapa keputusan penting. Selain mundurnya Ketum Edy Rahmayadi, PSSI akhirnya melakukan pembentukan Komite Ad Hoc Integritas. Yang disampaikan kepada para peserta Kongres Tahunan PSSI di Hotel Sofitel, Nusa Dua, Bali, Minggu (20/1) hari ini.

Dalam kongres tersebut, Plt Ketua Umum PSSI, Joko Driyono mengatakan, pembentukan Komite Ad Hoc ini adalah bagian dari upaya PSSI untuk memerangi match fixing. "Sejak tahun 2017, FIFA mengarahkan agar memerangi match fixing. Untuk itu PSSI wajib membentuk departemen integritas" ujar Jokdri.

Sebelum departemen tersebut terbentuk, Komite Ad Hoc bakal menjalankan tugas tersebut selama setahun. Sampai Departement Integrity tadi terbentuk yang ditargetkan ada tahun 2020.

"Setelah terbentuk Departemen Integritas, tugas Komite Ad Hoc tersebut selesai. Komite Ad Hoc ini sekaligus bekerja merespons dinamika publik terkait match-fixing," ungkapnya.

Pria asal Ngawi itu mengatakan, dalam Kongres PSSI para peserta sudah dimintai persetujuannya terkait penunjukkan Ahmad Riyadh sebagai ketua Komite Ad Hoc.

 Riyadh merupakan Ketua Asosiasi Provinsi PSSI Jawa Timur. Sedangkan yang ditunjuk sebagai wakil mantan sekretaris jenderal PSSI, Azwan Karim.

"Dalam waktu dekat Ad Hoc bekerja untuk segera menyusun personalia, dan diberikan waktu dua minggu untuk melengkapi anggotanya berjumlah lima orang. Komite ini mengemban tugas yang sangat penting, fokus menjaga integritas sepakbola," jelas Joko.

Menurut dia, Komite Ad Hoc Integritas diharapkan segera bersinergi dengan Kepolisian melalui MoU (Memorandum of Understanding), sebagaimana FIFA dengan Interpol untuk menangani match fixing. (ley)

  • Editor : bua
  • Uploader : slatem

KOMENTAR ANDA

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI