20 Ribu Perempuan Dipaksa Jadi Pelacur

  • 23-01-2019 / 13:47 WIB
  • Kategori:Internasional
20 Ribu Perempuan Dipaksa Jadi Pelacur

Kepala Badan Anti-Perdagangan Manusia Nigeria mengatakan, sebanyak 20 ribu perempuan dan anak perempuan diduga diperdagangkan dari Nigeria. Diketahui, mereka terdampar di Mali setelah dipaksa menjadi pelacur.

Dilansir dari Reuters, Direktur National Agency for the Prohibition of Trafficking in Persons (NAPTIP) Julie Okah Donli mengatakan, tim pencari fakta dari NAPTIP dan Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) telah mengungkap tingkat perdagangan selama kunjungan ke Mali bulan lalu.

Puluhan perempuan dan anak perempuan dipulangkan dari daerah Kangaba di Mali Selatan pada bulan-bulan sebelumnya. Tim menemukan ratusan lagi ditahan di sana.

“Terdapat 200 gubuk tempat penampuang perempuan tersebar di sekitar bagian selatan Mali. Di setiap gubuk itu terdapat 100 hingga 150 anak perempuan. Dari sana kami memperkirakan setidaknya ada 20 ribu perempuan ditahan," kata Okah Donli seperti dilansir Reuters, Rabu (23/1).

Para perempuan dan anak perempuan, kebanyakan berusia 16-30 tahun. Sebelumnya, mereka diberitahu bahwa mereka akan dibawa ke Malaysia untuk bekerja di perhotelan tetapi sebaliknya, mereka malah dipaksa menjadi pelacur.

"Mereka ditahan dalam kondisi yang mengerikan, seperti budak," kata Okah Donli. "Mereka tidak dapat melarikan diri karena disimpan di lokasi terpencil, seperti jauh di dalam hutan."

Ribuan perempuan diambil dari negara terpadat di Afrika setiap tahunnya, di mana 70 persen dari 190 juta penduduknya hidup dengan kurang dari dua dolar sehari. Sebagian besar dari mereka tiba di Eropa tetapi yang lain diangkut ke bagian lain di Afrika barat.

Okah-Donli mengatakan, agensinya telah bermitra dengan IOM, yang mengatur pemulangan 41 perempuan dan anak perempuan dari Mali pada bulan Desember dan sedang berupaya untuk mengembalikan yang lain ke rumah.

Perempuan itu sebagian besar berasal dari negara bagian di Nigeria Selatan, termasuk Delta, Rivers, Bayelsa, Anambra, dan Edo. Yang lain juga diduga diperdagangkan ke negara-negara Afrika barat lainnya termasuk Ghana, Burkina Faso dan Pantai Gading.(JPC/mar)

Editor : mar
Uploader : slatem
Penulis :
Fotografer :

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU