Indosat Ooredoo Incar Dana Rp 1,5 Triliun Dari Hasil Obligasi

  • 24-01-2019 / 17:30 WIB - Editor: marga
  • Uploader:slatem
Indosat Ooredoo Incar Dana Rp 1,5 Triliun Dari Hasil Obligasi Indosat Ooredoo (Romys Binekasri/JPC)

PT Indosat Ooredoo Tbk (ISAT) akan menerbitkan Obligasi Berkelanjutan III Tahap I-2019. Dalam aksi korporasi tersebut, perseroan mengincar dana sebesar Rp 1,5 triliun. Obligasi ini merupakan bagian dari Obligasi Berkelanjutan III Indosat dengan total Rp 7 triliun. 

Direktur Utama Indosat Ooredoo, Cris Kanter menjelaskan, obligasi ini terbagi menjadi lima seri dengan kisaran kupon sebesar 7,25 persen hingga 10,50 persen per tahun yang akan dibayarkan setiap triwulan. 

“Seri A dengan jangka waktu 1 tahun memiliki kupon 7,25 persen hingga 8,25 persen, Seri B tenor 3 tahun dengan kupon 8,5 persen hingga 9,5 persen, Seri C tenor 5 tahun dengan kupon 8,75 persen hingga 9,75 persen, Seri D tenor 7 tahun disematkan kupon 9,25 persen hingga 10,25 persen dan Seri E dengan tenor 10 tahun menempel kupon 9,5 persen hingga 10,5 persen,” ujarnya di Kantornya, Kamis (24/1).

Selain menerbitkan obligasi, lanjutnya, perseroan juga menawarkan Sukuk Ijarah Berkelanjutan III Indosat Tahap I-2019 senili Rp 500 miliar. Perseroan pun membanderol kupon dan tenor yang sama dengan obligasi di Sukuk Ijarah tersebut. 

“Dana hasil penerbitan Obligasi dan Sukuk Ijarah akan digunakan perseroan untuk pembelanjaan infrastruktur jaringan,” tuturnya.

Cris memaparkan, hasil dananya digunakan untuk infrastruktur jaringan yang berupa infrastruktur jaringan akses (radio & transport), jaringan core (packet core & gateway) dan infrastruktur IT yang bertujuan menambah kapasitas dan memperluas jangkauan jaringan perseroan ke depannya,” imbuhnya.

Menurutnya, penerbitan obligasi dan sukuk ijarah ini merupakan bagian dari rencana jangka panjang keuangan perseroan dalam memenuhi kebutuhan pendanaan belanja investasi perusahaan. 

“Kami harapkan hal ini akan memberi dampak positif untuk pengembangan bisnis perseroan ke depannya serta kami dapt semakin fokus dalam memberikan layanan terbaik ke pelanggan,” ucapnya. 

Perseroan pun menunjuk PT BCA Sekuritas, PT CIMB Sekuritas, PT DBS Vickers Sekuritas Indonesia, PT Indo Premier Sekuritas dan PT Mandiri Sekuritas. Kemudian, PT BankRakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI sebagai wali amanat. 

Adapun, book building dilaksanakan sejak 24 Januari 2019 hingga 6 Februari 2019, masa penawaran umum 21 Februari sampai 25 Februari 2019, Distribusi dilakukan pada 28 Februari 2019 dan pencatatan di BEI pada 1 Maret 2019.(JPC/mar)

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

REKOMENDASI

Arema Tersingkir di Kandang Sendiri

Kecewa, Pemain Arema Harus Benahi Permainan

Dua Blandong Bebas Hanya Wajib Lapor

Lima Bulan ada di Malang, Kopi Kulo Jadi Idaman

PDAM Buka Lowongan Direksi

-->