Jangan Takut Soal HOTS di USBN SD

  • 01-05-2018 / 17:01 WIB
  • Kategori:Sekolah
 Jangan Takut Soal HOTS di USBN SD Siswa kelas VI SDN Kauman 1 sudah mengikuti serangkaian persiapan matang jelang USBN, Kamis mendatang. (Firman/MP)

MALANG – Sebanyak 12.099 siswa SD Negeri dan SD Swasta akan melaksanakan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) tingkat SD, Kamis mendatang. Selama tiga hari, mereka akan dihadapkan dengan tiga mata pelajaran yaitu Bahasa Indonesia, Matematika, dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). 

Koordinator kelas VI SDN Kauman 1 Sentot Hariyanto, S.Psi, mengatakan, sekolah menyiapkan siswa berdasarkan hasil pemetaan. Yang didasarkan pada try out sekolah yang kemudian dikoreksi dan dianalisa hasilnya. Jadi siswa melewati tiga try out setiap bulannya selama kurang lebih tiga bulan.

“Melihat dari UNBK SMP dan SMA, dimana kurang lebih sebanyak 25 persen dari soal tersebut ada soal Higher Order Thinking Skills (HOTS), maka kami juga mengajarkan cara-cara mengerjakan soal HOTS tersebut,” ujar Sentot.

Bagi SDN Kauman 1, kendalanya yakni apakah dari semua siswa memahami indikasi soal-soal HOTS tersebut dan apakah cara berfikirnya sudah sesuai yang diharapkan, lantaran kemampuan antara siswa yang satu dengan lainnya berbeda. Sehingga sejauh ini baru sekitar 80 persen siswa yang sudah mampu memahami cara mengerjakan soal HOTS tersebut.

Kedua adalah soal uraian yang nanti diujikan, kerena untuk menjawabnya dibutuhkan dua hal konsep dasar pengetahuan dan bagaimana mengubah konsep dasar tersebut menjadi kalimat jawaban yang tepat. Pada bagian ini tidak hanya sekedar jawaban namun juga pengaplikasian konsep-konsep tersebut.

“Kami juga sudah mengajarkan hal itu, semoga saat USBN nanti mereka dapat mengerjakan dengan tenang karena sebaik apapun materi yang diberikan kalau siswa tidak tenang maka hasilnya juga kurang maksimal,” bebernya. 

Sementara hari ini, SDN Kauman 1 Malang mewajibkan 91 siswa kelas VI tetap datang ke sekolah seperti biasa untuk mendapatkan tambahan jam pelajaran. Meskipun kesiapan sekolah maupun mental siswa menghadapi USBN sudah mencapai 95 persen, pemantapan materi terus diberikan supaya peserta ujian benar-benar siap saat pelaksanaannya nanti.

Kepala SDN Kauman 1 Malang, Dra. Anita Rose Maria, M.Pd, mengatakan, selain tambahan pelajaran, siswa kelas VI juga sering mengikuti banyak rangkaian try out, baik dari sekolah, kecamatan, kota, bimbingan belajar, dan dari beberapa SMP yang menyelenggarakan.

“Dari nilai try out tersebut, siswa kami alhamdulilah hasilnya bagus, namun tambahan pelajaran tetap kami berikan hingga menjelang USBN,” ujar Anita.

Bahkan nilai try out tingkat kecamatan, SD Kauman 1 mendapatkan rata-rata tertinggi dan lima siswanya masuk kedalam 10 besar kecamatan Klojen. Hal ini tidak semata-mata hanya tambahan pelajaran yang diberikan namun juga metode pembelajaran menggunakan pemetaan.

Berdasarkan pemetaan ini, siswa dikelompokkan berdasarkan mata pelajaran yang belum dikuasai, misalnya kurang paham dengan Bahasa Indonesia, maka pada jam 12.30 hingga 14.30 mereka bergabung ke kelas Bahasa Indonesia, begitupun juga untuk pelajaran yang lain.

Kepala SDN Bandulan 2 Malang, Winarsih, S.Pd, mengatakan, kemungkinan soal HOTS itu akan muncul di USBN nanti, karena saat Ujian Sekolah (US) saja juga ada. 

“Namun kami menghadapinya biasa saja karena di materi sehari-hari sudah ada, tidak perlu dikhawatirkan karena kami sudah memberikan tambahan pelajaran sesuai dengan kisi-kisi yang ada,” ujar Winarsih.

Sementara itu, SDN Tunjungsekar 2 sudah siap 99 persen untuk USBN baik dari administrasi, fisik dan mental siswa, serta dari segi penguasaan materi. Berbagai upaya tambahan pelajaran telah dilakukan hingga senin. Kelas VI yang berjumlah 23 siswa ini diberi jeda dua hari sebelum ujian kamis mendatang untuk menenangkan pikiran.

Kepala SDN Tunjungsekar 2, Drs. Sudarno, menyampaikan, meskipun telah banyak tambahan pelajaran yang diberikan dari 23 siswa tidak semuanya bisa menguasai materi. Sedikitnya ada 6 siswa yang nilainya masih berada di bawah rata-rata khususnya pada mata pelajaran Matematika.

“Keenam siswa tersebut masih sangat lemah pada operasi hitung dasar seperti perkalian dan pembagian, meskipun sudh ada tambahan pelajaran belum juga ada perubahan,” ujar Sudarno.

Ia berharap, meskipun hingga kini keenam siswa tersebut masih sangat kurang di bidang matematika, namun saat pelaksanaan USBN nanti mereka bisa mengerjakan secara optimal dan memberikan hasil yang baik.
“Semoga nilainya bisa seperti teman-temannya yang lain, atau minimal tidak terlalu jelek,” pungkasnya. (mg7/oci) 

Editor : oci
Uploader : slatem
Penulis :
Fotografer :

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU