Kota Malang Alami Inflasi Tertinggi di Jawa Timur

  • 01-02-2019 / 16:19 WIB
  • Kategori:Hukum Kriminal
Kota Malang Alami Inflasi Tertinggi di Jawa Timur Foto: Ipunk Purwanto/MP Online

MALANG - Sepanjang bulan Januari 2019, Kota Malang mengalami inflasi tertinggi di Jawa Timur, yakni sebesar 0,53 persen. Salah satu pemicu utama terjadinya inflasi tersebut adalah tingginya harga tiket angkutan udara (pesawat).

Kepala Seksi Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang, Dwi Handayani Prasetyowati mengatakan, dari delapan kota di Jawa Timur (Jatim), Kota Malang mengalami inflasi tertinggi. "Ada beberapa faktor pemicu inflasi, yakni kenaikan harga tiket pesawat, harga daging ayam ras, dan beras," ujar dia.

Dwi menguraikan, untuk angkutan udara mengalami kenaikan harga sebesar 12,34 persen dengan andil inflasi 0,2831 persen. Selanjutnya, harga daging ayam ras naik 4,15 persen dengan andil 0,0576 persen. Kemudian harga beras naik 1,29 persen dengan andil 0,0455 persen. "Beras memang menjadi penimbang yang cukup besar. Ketika harganya naik sedikit, bisa langsung mendongkrak inflasi," papar dia.

Selain tiga komoditas utama tersebut, ada juga cabe rawit, tarif binbingan belajar, wortel, bawang merah, rokok kretek hingga harga emas. "Cabai bisa menjadi penyumbang inflasi karenapengaruh cuaca, yang menyebabkan pasokannya terbatas," jelas dia.

Lebih lanjut, Dwi menjelaskan, inflasi di Kota Malang juga melebihi angka inflasi di Jawa Timur yang berada di angka 0,34 persen. Sementara, untuk inflasi nasional berada di angka 0,32 persen. "Lima tahun belakangan, inflasi Januari di Kota Malang memang tinggi. Paling tinggi pada Januari 2017, sebesar 1,45 persen," paparnya. 

Meski demikian, lanjut Dwi, pihaknya memprediksi, inflasi pada bulan Februari mendatang bisa turun dibandingkan Januari. "Lihat trend biasanya lebih rendah daripada Januari. Kalau tahun lalu, dikarenakan harga beras turun," terang dia.

Pada kesempatan tersebut, Dwi menambahkan, selama tahun politik kali ini, tidak mempengaruhi inflasi, selama harga komoditas utama stabil. "Meski tahun politik, selama harga bisa terkendali dan stabil, tidak berpengaruh signifikan," tandas dia.(tea)

  • Editor : bua
  • Uploader : irawan

KOMENTAR ANDA

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Curi Burung Parkit, Remaja Ngajum Ditangkap

Pembobol SMP An-Nur 2 Bululawang Tertangkap

Terapkan Sapta Pesona Untuk Menyambut Libur Lebaran

Fried Calamari, Camilan Renyah saat Berbuka Puasa

Lulus, Minimal Siswa Hafal 3 Juz

Mantapkan Metode Experiential Learning

Daftar Sekolah Dekat Rumah, Antre Mulai Subuh

VIDEO