Rawon Malang, Masakan Kuah Hitam Pengundang Selera

  • 05-02-2019 / 14:52 WIB
  • Kategori:Kuliner
Rawon Malang, Masakan Kuah Hitam Pengundang Selera ist

MALANG - Siapa yang tidak kenal dengan rawon?  Masakan nusantara berupa sup daging berkuah hitam sebagai campuran bumbu khas yang menggunakan kluwek. Rawon disajikan bersama nasi, dilengkapi dengan tauge kecil, daun bawang, kerupuk udang, daging sapi goreng (empal) dan sambal.

Konon, banyak yang berspekulasi bahwa rawon merupakan makanan raja-raja pada zaman dulu, yang bermula dari makanan rakyat jelata. Rawon menjadi makanan yang banyak disukai oleh masyarakat. Di luar negeri, rawon disebut sebagai black soup. Nah, di Malang, bertebaran warung rawon legendaris. 

Yang paling terkenal, sajian rawon dari Warung Rawon Rampal. Warung di Jalan Panglima Sudirman ini, menjadi tempat favorit para pejabat daerah hingga pejabat pusat sekalipun. Presiden RI, Joko Widodo pernah menyoba masakan dari warung yang didirikan pasangan suami istri Sangadi dan Sariah, tahun 1957 silam.

Bahkan,  Presiden ke 6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono, dua kali mencicipi kelezatan kuah rawon yang hitam kental dan dagingnya empuk. Di sana, rawon disajikan dengan kelembutan daging atau empal yang dimasak dengan bahan bakar arang. Kalau ingin rasanya lebih nendang, babat rawisnya juga enak dikunyah.

Berbeda dengan rawon di warung lain, ukuran daging yang menjadi penghias kuah rawon, sedikit lebih besar dari umumnya. Namun tetap bagian sandung lamur. Bumbunya khas karena menggunakan campuran bawang merah, bawang putih, lengkuas, ketumbar, serai, kunir, lombok, kluwek, garam, serta minyak nabati. 

Tapi, ingin menikmati kuliner di rumah makan yang buka pukul 07.00 itu, harus datang lebih pagi. Atau setidaknya jangan sampai jam makan siang. Dijamin, Anda tidak akan mendapatkan tempat duduk. Apalagi kalau sudah siang hari, bisa-bisa hanya kebagian makan nasi dan kuah rawon saja. 

Daging, babat, tempe, mendol dan telur asin pun sudah ludes. Nah, tentang harganya, untuk makan di sini, cukup merogoh kocek agak dalam. Harga rawon seporsi tanpa nasi, dijual Rp 35 ribu. Kalau dengan nasi, Rp 41 ribu. Harga seporsi daging atau empal dan babat tambahan juga sama, yakni Rp 35 ribu.   

Lain lagi dengan Rawon Nguling di Jalan KH. Zainul Arifin Malang. Biasanya, rawon yang berasal dari daerah asalnya di Nguling, Probolinggo, menjadi alternatif kedua untuk menikmati menu asli masyarakat Jawa Timur ini. Hampir sama, kuah rawon, disanding dengan empal daging dan tempe goring.

Bagi para pecinta kuliner, wajib pula mencoba Rawon Nguling apabila berkunjung ke Kota Malang. Rasa cukup enak dan yang membuat lidah bergoyang, bermacam-macam jeroan sapi juga dapat dinikmati. Lokasi warung berada di dekat Alun-Alun Kota Malang. Hampir sama dengan Rawon Rampal, hindari datang ke sana saat jam makan siang.(mar)

  • Editor : mar
  • Uploader : slatem

KOMENTAR ANDA

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI