UPDATE NOW
UPDATE NOW
   UPDATE NOW

Faktor Munich X

  • 10-02-2019 / 11:38 WIB
  • Kategori:Catatan
Faktor Munich X

Catatan Buari

 

Alhamdulillah, bisa menulis. Maaf, kali ini masih soal tim Arema. Mungkin akan begitu, tiap ada pertandingan Singo Edan, seperti hari ini. 

Ya sore nanti, uji coba berkelas tersaji di Stadion Kanjuruhan. Arema FC menjamu Timnas U-22. 

Dibanding menghadapi Persita Tangerang di babak 32 besar Piala Indonesia beberapa waktu lalu, lawan Timnas U-22 lebih menantang. 

Saya sebut ini lawan sepadan untuk singo edan. Meski dari faktor usia, Arema dengan beberapa pemain asingnya lebih senior. Namun secara kualitas individu dan permainan, tim asuhan Indra Sjafri tak bisa dianggap remeh.

Lihat saja hasil uji coba terakhir mereka, mampu menahan tim sekelas Bhayangkara FC, imbang 2-2.

Tentu gengsi bagi Farizi dkk kalau hanya bermain imbang di kandang. Apalagi sampai kalah di depan ribuan Aremania. Malu.

Laga sore ini akan disaksikan ribuan Aremania yang jauh-jauh hari sudah pesan tiket. Bahkan tiga hari sebelum kick off, tiket uji coba sudah ludes. 

Seperti saya sebutkan, ini memang uji coba berkelas. Layak untuk dinikmati. Apalagi pas hari libur, main sore. 

Aremania ingin melihat perkembangan tim Arema pasca lolos ke babak 16 besar, dan kemungkinan lawan Persib Bandung di laga berikutnya.

Lebih dari itu, Aremania ingin menyaksikan kualitas Timnas U-22 yang pada 17 Februari mendatang tampil di ajang Piala AFF U-22 di Kamboja.

Termasuk ingin melihat pernainan M. Rafli dan Hanif. Dua pemain Arema ini tergabung di Timnas U-22. Mereka masih bertahan dari sekian tahap seleksi yang dilakukan Indra Sjafri. 

Aremania tentu ingin memberi dukungan pada mereka agar tetap bertahan di Timnas. Meski juga tidak ada garasi. Lantaran Indra Sjafri tak melihat tim asal dari masing-masing pemainnya. Kualitas yang menentukan skuad Timnas U-22.

Kesempatan lawan Arema sangat bagus untuk Timnas. Ukur kemampuan. Memperbaiki kekurangan dari uji coba sebelumnya. Mengukur kualitas dengan simulasi jadwal di Piala AFF. 

Untuk itu, seharusnya tim Arema 'membantu' Timnas U-22. Suguhkan permainan terbaik. Memberi tekanan. Bermanfaat bagi Rafli dkk agar berprestasi di Piala AFF U-22. 

Pun demikian Timnas U-22 juga akan 'membantu' Arema FC jika menampilkan permainan terbaiknya. Lantaran hingga saat ini, kualitas tim asuhan Milomir Seslija ini belum terukur. Kualitas teknik dan kecepatan pemain muda Timnas, bagus untuk pemain senior di Arema. 

Seru. Duel Arema FC vs Timnas U-22, jadi daya tarik Aremania. Meski juga ada penonton datang ke Stadion Kanjuruhan untuk melihat aksi Aremania, atau sekadar dapat foto selfie. 

Hal lain yang ingin saya amati di laga sore nanti adalah kostum Arema FC. Ya kostum dari apparel Munich X. Dua laga lawan Persita Tangerang saya tidak begitu fokis di kostum Arema. Warna biru saat main di Kanjuruhan dan putih di Tangerang.

Sebelumnya ada yang menilai kostum ini tidak menarik. Kurang mbois. Pemain yang memakainya tidak terlihat gagah. Desainnya juga sangat biasa. Sekilas pemain tampak kedodoran pakai kostum ini.

Tidak ada yang istimewa. Atau mungkin dibuat begitu, penting mainnya istimewa. Padahal Munich X sempat menjanjikan kostum berkualitas dan apik. 

Coba lihat dan perhatikan. Jika kostumnya tetap sama, seperti saat lawan Persita. Kurang asik. Semoga kostum Liga 1 nanti benar-benar beda. Karena faktor Munich X ini jadi daya tarik tersendiri. Termasuk menentukan pemasukan dari Divisi Bisnis Arema.(*)

  • Editor : bua
  • Uploader : slatem

KOMENTAR ANDA

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Milo Ingin Duetkan Alfarizi-Alfin Lagi

Jual Miras Saat Lebaran, Begini Nasibnya

Pembobol Pabrik Beton Ditangkap, Dua Temannya Kabur

Terapkan Sapta Pesona Untuk Menyambut Libur Lebaran

Kasus Oppo Belum Beres

Lindungi Saksi Gugatan Pemilu!

VIDEO