UPDATE NOW
UPDATE NOW
   UPDATE NOW

Harmoni

  • 12-02-2019 / 06:56 WIB
  • Kategori:Catatan
Harmoni Foto: Buari/Mp Online

Catatan Buari

Kenal Piyu? Gitaris grup band Padi. Penggemar Padi atau Sobat Padi, pastilah kenal. Atau bagi penyuka musik, khususnya tahun 1990an. Setidaknya kenal Padi.

Ingat, Kasih Tak Sampai. Semua Tak Sama. Menanti Sebuah Jawaban. Begitu Indah. Sobat. Mahadewi. Dan banyak lagi judul lagu Padi yang hits. Saya penikmat lagu-lagu itu. Mungkin anda juga. Kita sama. Suka lagu 1990an.

Adalah Piyu. Lead gitar grup musik Padi. Datang ke kantor Malang Post. Senin (11/2) sore. Datang sendiri. Maksud saya tidak bersama anggota Padi lainnya. 

Meski sendiri, Piyu berhasil bikin heboh untuk berselfie ria. Ramah dan asik diajak berdiskusi. Nama aslinya Satriyo Yudi Wahono.

Lupa mau tanya, kok bisa dipanggil Piyu. Terpana mendengar ceritanya tentang perkembangan Padi. Kebetulan baru saja Reborn, 2108 lalu. Setelah sempat vakum selama 7 tahun. Waktu yang tidak singkat.

Sempat saya pikir grup band ini sudah mati. Seiring kasus demi kasus yang menimpa anggotanya. Ternyata mereka masih bisa bangkit lagi. Terlahir kembali. Rangkaian konser Padi Reborn pun mengobati kerinduan Sobat Padi.

Jujur, lagu-lagu Padi memang memorable. Bagi saya tentunya. Pas zaman kuliah dulu. Lagunya hampir tiap hari saya putar. Bersaing dengan Sheila on 7 kala itu. 

Menariknya, Padi dan Sheila on 7 sama-sama 'kembali' di tahun 2018 lalu. Punya pasar masing-masing. Meski Sheila on 7 tampaknya berhasil menambah pasar baru di kalangan anak muda milenial.

Maklum, hadirnya kembali Sheila on 7 pas barengan dengan film favorit anak muda, Dilan 1990. Single terbarunya jadi bagian dari film itu. Sementara lagu Padi 'dibeli' toko online.

"Setelah melewati banyak eksplorasi, kita ingin benar-benar sebagai band seperti awal Padi terbentuk. Reborn seperti awal Padi," ungkap Piyu. 

Pria kelahiran Surabaya, 15 Juli 1973 ini mengaku Padi Reborn, adalah membangun kebersamaan kembali. Bersama dalam ikatan resmi dihadapan notaris. Pakai perjanjian. Hal sepele yang dulu terlupakan.

Wujud semangat untuk kembali bersatu. Termasuk kembali melahirkan single baru. Tahun ini. Sobat Padi, ditunggu saja!

Tidak hanya satu. Menurut Piyu, akan ada beberapa single yang diluncurkan secara bertahap. Bahkan Padi juga kembali dengan label sendiri. 

Tidak heran. Adanya sosok Piyu, Padi mestinya termanajemen dengan baik. Piyu punya banyak pengalaman.

Sudah menulis buku, Piyu: Life, Passion, Dreams and Legacy, alumni Fakultas Ekonomi Universitas Airlangga Surabaya ini juga seorang produser. 

Juga seorang aktor yang pernah tampil di beberapa film. Piyu bukan hanya gitaris biasa. Dia penata musik, sutradara dan juga pengusaha. 

Grup band Drive, adalah salah satu produk dari manajemen Piyu. 

Praktis, musisi papan atas yang satu ini bisa disebut paket lengkap. Meski Piyu mengaku belum ingin terjun di politik praktis. Jadi caleg misalnya.

"Saya fokus di Padi dulu, ingin menjaganya sampai kuat. Dunia musik beda dengan politik," sebut pria yang mengaku punya pengalaman berkesan di Kota Malang. Saat konser Padi di awal-awal karirnya. 

Sementara ini memang tak berpolitik. Namun juga tak bisa lepas begitu saja dalam urusan politik. Apalagi menyangkut RUU Permusikan yang bikin heboh dunia permusikan Indonesia.

Saya melihat Piyu berusaha bijaksana dalam menyikapi pro kontra seputar RUU yang menyebabkan konflik horisontal antar musisi ini. 

Dia tidak ingin tergiring opini publik. Menghindari polemik. Tidak ingin emosional menanggapinya. Tidak ingin menyalahkan adanya RUU itu, tapi juga tak bisa menerimanya. Begitu saya lihat.

Baginya, dari isi pasal RUU tersebut, seharusnya tidak perlu semua diatur. Seniman adalah bakat yang diberikan Tuhan. Tidak perlu diatur-atur. Apalagi sampai harus mendapat sertifikasi. 

Piyu berharap soal RUU Permusikan ini jangan sampai jadi polemik yang berlebihan. Harus ditanggapi dengan bijak. 

Memang sudah begitu, pro kontra. Ada musisi yang ngotot untuk disahkannya RUU Permusikan, ada yang tidak setuju.

Menimbulkan friksi tajam. Setuju atau tidak setuju. Antara dua kubu. Seperti Pilpres. Hanya ada dua pilihan. Seperti pilihan hitam dan putih. Menurut Piyu, itulah Harmoni. 

"Semua serba seimbang. Wujud harmoni. Harmoni itu ketika ada ketidak adilan, disitu ada keadilan, ada kesedihan disitu ada kebahagiaan, ada kelahiran ada kematian, ada hitam ada putih, semua itu diciptakan oleh Yang Maha Kuasa, kalau di Cina itu ada yin dan yang, itu adalah sebuah harmoni," ungkapnya.

Sejurus kemudian, Piyu menyanyikan sepenggal bait lagu Padi yang berjudul Harmoni. Lagu dengan lirik yang kuat. Punya makna cukup dalam. Dirilis tahun 2008 silam. 

"Segala kebaikan
Takkan terhapus oleh kepahitan
Kulapangkan resah jiwa
Karena kupercaya 'kan berujung indah

Kau membuatku mengerti hidup ini
Kita terlahir bagai selembar kertas putih
Tinggal kulukis dengan tinta pesan damai
Dan terwujud harmoni"

Demikian syair lagu ini dinyanyikan Piyu dengan merdu. Disambut tepuk tangan jajaran Direksi dan tim Redaksi Malang Post. Semoga ini menjadi pesan damai. (*)

  • Editor : bua
  • Uploader : slatem
  • Penulis : buari

KOMENTAR ANDA

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Milo Ingin Duetkan Alfarizi-Alfin Lagi

Jual Miras Saat Lebaran, Begini Nasibnya

Pembobol Pabrik Beton Ditangkap, Dua Temannya Kabur

Terapkan Sapta Pesona Untuk Menyambut Libur Lebaran

Kasus Oppo Belum Beres

Lindungi Saksi Gugatan Pemilu!

VIDEO