Dengan TQT, Siswa SD Aisyiyah Pelajari Kisah Para Nabi

  • 12-02-2019 / 14:38 WIB - Editor: buari
  • Uploader:slatem
  • Penulis:Imam Wahyudi
Dengan TQT, Siswa SD Aisyiyah Pelajari Kisah Para Nabi Ustadzah Lailatul Fitriah, S.HI, M.PdI, menceritakan kisah Nabi Ibrahim dalam Surat Asshofat kepada siswa-siswi SD Aisyiyah.(Imam/Mp Online)

MALANG - Begitu sistematis program pendidikan Alquran yang diterapkan oleh SD Aisyiyah Dinoyo. Seperti yang terlihat pada Hari Selasa (12/2) pagi kemarin, para siswa tampak khusuk mendengarkan kajian Alquran yang disampaikan guru mereka. Sesekali mereka membaca ayat yang tengah digali makna yang terkandung di dalamnya. 

Misalnya di kelompok siswa kelas 2. Bersama Ustadzah Lailatul Fitriah, S.HI, M.PdI, para siswa disampaikan kisah penuh makna dari sirah Nabi Ibrahim dalam Surat Asshofat. Di materi ini perjuangan dan kegigihan Nabiyallah Ibrahim dalam menegakkan agama tauhid diharapkan mampu memotivasi para siswa SD Aisyiyah dalam belajar dan beribadah.  

Koordinator Bidang Keislaman, Reni Nur Farida, S.PdI mengatakan, setiap Hari Selasa,  Rabu dan Kamis, ada program Tahfidz Quran Tematik (TQT) di SD Aisyiyah Malang.  Dilaksanakan pada Pukul 07.00 WIB selama satu jam setelah salat duha. 

Pelajaran ini menerangkan pada siswa akan hikmah dari kisah-kisah yang tersurat dalam Alquran. Seperti kisah para Nabi dan Rasul serta orang-orang yang namanya diabadikan dalam Alquran.
  
Reni menjelaskan,  setiap jenjang kelas ditarget untuk menyelesaikan enam kisah.  Sehingga pada saat kelas VI,  siswa sudah mampu memahami dan menguasai minimal 36 kisah yang diceritakan dalam Alquran. "Pelaksanaannya bisa di mushola dengan dibuat beberapa kelompok sesuai kelasnya," ucap Reni. 

Ia menerangkan, program Alquran Tematik bertujuan agar siswa mampu meneladai orang-orang shaleh yang mengabdikan hidupnya kepada Allah. Seperti Ambiya Wal Mursalin dan beberapa orang shaleh lainnya. "Tidak lain agar anak-anak kami termotivasi untuk selalu bertakwa dan gemar mengerjakan amal saleh," ucapnya. 

Selain teladan,  siswa juga mampu mengambil hikmah dari kejadian masa lalu yang diceritakan dalam Alquran. "Agar mereka selalu mawas diri dan istiqomah di jalan yang benar," imbuhnya.  

Sebaliknya,  Alquran tidak hanya menceritakan orang-orang shaleh,  tapi juga banyak mengisahkan orang yang durhaka dan kufur nikmat.  Bagi mereka kesengsaraan di dunia dan akhirat. "Ini juga perlu menjadi peringatan.  Agar anak-anak tidak terjerumus ke jalan menyimpang," jelasnya.

Selain Alquran tematik,  di SD Aisyiyah juga ada pelajaran Alquran Implementatif. Arahnya kepada korelasi antara Alquran dan Ilmu Pengetahuan. Misalnya di waktu tertentu belajar tentang hewan lebah. Bersumber dari Alquran guru mengajarkan hikmah dari penciptaan lebah. “Setelah ayatnya dipelajari, selanjutnya kita ajak anak-anak untuk observasi langsung ke tempat budi daya lebah,” terang Reni.

Belajar Alquran

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

REKOMENDASI

Arema Tersingkir di Kandang Sendiri

Kecewa, Pemain Arema Harus Benahi Permainan

Dua Blandong Bebas Hanya Wajib Lapor

Lima Bulan ada di Malang, Kopi Kulo Jadi Idaman

PDAM Buka Lowongan Direksi

-->