Berstatus Waspada, Lereng Merapi Masih Aman untuk Wisata

  • 12-02-2019 / 16:57 WIB - Editor: buari
  • Uploader:slatem
  • Penulis:JPC
Berstatus Waspada, Lereng Merapi Masih Aman untuk Wisata WASPADA: Meski Gunung Merapi berstatus waspada, warga sekitar tetap beraktivitas seperti biasa. (Ridho Hidayat/JPC)

Pemerintah Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) memastikan kondisi Gunung Merapi masih cukup aman untuk didatangi wisatawan. Asalkan masih dalam jarak yang aman, dan tetap mematuhi rekomendasi dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Jogjakarta.

"Sudah banyak pengalaman mengenai Merapi, perilakunya seperti apa masyarakat di lereng sudah tahu. Artinya tidak ada masalah dengan wisata, yang penting tidak mendekati puncak," kata Sekretaris Daerah (Sekda) Pemda DIJ, Gatot Saptadi, Selasa (12/2).

Rekomendasi dari BPPTKG, radius 3 kilometer dari puncak gunung supaya dikosongkan dari aktivitas penduduk. Di luar itu, aktivitas ekonomi masyarakat masih tetap diperbolehkan. "Aktivitas penduduk masih boleh (di jarak aman), kalau mau naik gunung tidak boleh. Kalau untuk wisata mau lihat lava pijar, asalkan di jarak yang aman," ucapnya.

Lanjut Gatot, setelah nantinya aktivitas Merapi meningkat cukup signifikan maka pihak BPPTKG pun akan memberikan peringatan. Supaya melakukan upaya mitigasi dan evakuasi.

Data dari BPPTKG Jogjakarta, aktivitas gunung api yang berada di perbatasan antara DIJ dan Jawa Tengah ini memang terus terlihat sejak 2018 silam. Guguran material terus dialami, kemudian disusul adanya fenomena lava pijar, dan terakhir mulai muncul awan panasatau yang biasa disebut wedhus gembel.

Yakni pada 29 Januari lalu awan panas dengan jarak luncur 1,4 kilometer menuju ke hulu Sungai Gendol Sleman. Kemudian pada Kamis (7/2) malam semakin jauh, yakni 2 kilometer dari puncak.

Kepala BPPTKG Jogjakarta, Hanik Humaida menambahkan, kubah lava saat ini dalam kondisi stabil dengan laju pertumbuhan yang masih relatif rendah. Aktivitas Merapi juga masih di level II atau Waspada.

Terkait dengan sudah terjadinya beberapa kali awan panas dengan jarak luncur yang semakin besar, maka masyarakat di sekitar alur Kali Gendol agar meningkatkan kewaspadaannya. "Guguran lava dan awan panas berpotensi menimbulkan hujan abu," ucapnya.

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

REKOMENDASI

Arema Tersingkir di Kandang Sendiri

Dua Blandong Bebas Hanya Wajib Lapor

Lima Bulan ada di Malang, Kopi Kulo Jadi Idaman

-->