Coffee Bang Pace, Bikin Betah Nongkrong Hingga Dini Hari

  • 12-02-2019 / 17:31 WIB - Editor: buari
  • Uploader:slatem
  • Penulis:Linda Epariyani
Coffee Bang Pace, Bikin Betah Nongkrong Hingga Dini Hari Kopi Aceh gayo menjadi andalan Coffee Bang Pace Malang, selian kopi di kedai ini menawarkan tiga konsep ruangan.(Linda Epariyani/MP Online)

MALANG - Aceh Gayo dan Arabika Dampit tak pernah sepi penikmat di Coffee Bang Pace Malang. Dua jenis tersebut sering kali diminta pengunjung disajikan dengan proses tubruk atau giling kasar.

Berdiri kurang lebih dua tahun di jalan Melati Utara Kav. 3, kedai ini telah banyak memiliki customer setia. Pilihan kopi yang bisa dijadikan santapan mengisi waktu luang di antaranya aceh gayo, arabika dampit, bali kintamani, flores bajawa, semeru, arjuna, kawi, kelud, papua wamena dan sumatera.

"Selain aceh gayo dan arabika dampit, kopi yang paling laku juga robusta dan coffee blend yang diproduksi sendiri dengan rasa sedikit asam," ujar karyawan Coffee Bang Pace Malang, Achadam Hariyono.

Kedai ini menyediakan tiga teknik manual brew yaitu V60, tubruk, dan vietnam drip. Namun veitnam drip menjadi teknik penyeduhan yang paling banyak peminatnya lantaran kopi yang dihasilkan lebih bebas ampas.

Harga yang ditawarkan oleh kedai ini kisaran Rp 10 ribu sampai Rp 15 ribu, tentu harga yang sangat terjangkau untuk semua kalangan khususnya kawula muda dan pelajar.

"Kami buka mulai jam 10 pagi sampai jam 2 dini hari, customer kami betah nongkrong di sini karena kami menyediakan fasilitas free Wifi sehingga mayoritas yang datang ngopi sambil main game," Ujar Nono, sapaan akrabnya.

Pengunjung yang datang ke Coffee Bang Pace Malang akan disuguhi dengan konsep natural dengan nuansa kayu. Sehingga tak heran apabila customer selalu betah terlebih tempat ini juga terbilang cukup luas.

"Lantai dua Coffee Bang Pace bisa dijadikan untuk meeting, kami mengutamakan kepuasan pelanggan, untuk itu hampir tiap hari kedai selalu ramai pengunjung," pungkasnya. (Lin/bua)

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

REKOMENDASI

Arema Tersingkir di Kandang Sendiri

Kecewa, Pemain Arema Harus Benahi Permainan

Dua Blandong Bebas Hanya Wajib Lapor

Lima Bulan ada di Malang, Kopi Kulo Jadi Idaman

PDAM Buka Lowongan Direksi

-->