Anggaran Tak Disetujui, Terminal Wisata Tumpang Gagal Dibangun

  • 12-02-2019 / 17:37 WIB - Editor: buari
  • Uploader:slatem
  • Penulis:Ira Ravika
Anggaran Tak Disetujui, Terminal Wisata Tumpang Gagal Dibangun Terminal Tumpang banyak dimanfaatkan sebagai tempat  parkir warga yang hendak ke pasar.(IRA RAVIKA/MP Online)

TUMPANG - Rencana Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Malang membangun Terminal Tumpang sebagai terminal wisata tahun ini tak dapat diwujudkan. Itu karena usulan anggaran untuk pembangunan yang diajukan Dishub tak distujui DPRD Kabupaten Malang. 

Kepala Dishub Kabupaten Malang, Hafi Luthfi mengatakan jika saat pembahasan APBD 2019, pihaknya mengusulkan pembangunan terminal Tumpang menjadi terminal wisata. Tujuannya jelas, untuk menaikkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor terminal.

Hafi mengaku, jika dua tahun terakhir sejak terimal tipe A dan B pengelolaannya diambil alih oleh Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi, pendapatan dari sektor terminal pun mengalami penurunan. 

Sekalipun pihaknya masih mengelola terminal tipe C, namun banyak angkutan yang enggan masuk dalam terminal. Sehingga penarikan retribusi untuk angkutan pun tak bisa dijalankan. Kondisi inilah yang kemudian dikatakan Hafi pihaknya ingin menjadikan terminal Tumpang sebagai terminal wisata.

"Tumpang sendiri merupakan pintu masuk wisata Bromo, Tengger, Semeru. Dimana untuk mengelola terminal wisata ini, kami dapat bekerjasama dengan paguyuban jeep, yang mengantarkan wisatawan ke Bromo, Tengger, Semeru," katanya.

Bukan itu saja, selain dengan paguyuban Jeep, pihaknya juga berencana mengandeng pengemudi angkutan tradisional. Karena di Tumpang sendiri memiliki potensi pariwisata yang cukup baik.

"Wisatawan yang hendak berwisata ke Candi Kidal, Candi Jago dan desa wisata, bisa mengendarai angkutan wisata, seperti dokar atau shullte yang sudah didesain khusus," ungkapnya.

Bukan itu saja, dia juga memiliki konsep terminal wisata ini akan dibangun pujasera, yang menghadirkan makanan-makanan tradisional. Sehingga, wisatawan yang datang, dan lapar tak perlu jauh-jauh untuk kuliner.

"Tapi ya itu, kami usul namun tak disetujui," ungkap Hafi. Dia menerangkan, jika dalam usulan saat pembahasan APBD dulu anggaran pembangunan terminal wisata Tumpang, tahap pertama adalah Rp 400 juta, dan usulan itu langsung ditolak oleh dewan.

Sementara saat ini, Hafi juga mengatakan terminal Tumpang  banyak digunakan warga sebagai tempat parkir kendaraan. Memang tempatnya yang berdekatan dengan pasar sangat memungkinkan warga untuk memarkir kendaraannya di sana. 

"Kami sebetulnya tidak menyerah. Kami akan mengusulkan kembali dalam PAK (Perubahan Anggaran Keuangan) APBD-P 2019. Kami berharap usulan ini diterima, sehingga terminal wisata Tumpang dapat diwujudkan segera," tandasnya. (ira/bua)

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

REKOMENDASI

Arema Tersingkir di Kandang Sendiri

Kecewa, Pemain Arema Harus Benahi Permainan

Dua Blandong Bebas Hanya Wajib Lapor

Lima Bulan ada di Malang, Kopi Kulo Jadi Idaman

-->