28 Tahun LMI, Usung Tema The Rise of Lost Indonesian Treasure

  • 12-02-2019 / 18:30 WIB - Editor: buari
  • Uploader:slatem
  • Penulis:Linda Epariyani
28 Tahun LMI, Usung Tema The Rise of Lost Indonesian Treasure Meeting bersama HO Lippo Malls Regional Jawa Timur di Malang Town Square (Matos).(Ipunk Purwanto/MP Online)

MALANG - Menuju tiga dekade usia Lippo Malls Indonesia (LMI), mall ini akan menyuguhkan budaya Indonesia ke kalangan milenial melalui beragam pameran dan lomba.  Mulai dari tari, musik, corak hingga kuliner akan menyapa pengunjung mall sepanjang bulan Maret mendatang.

Perayaan HUT ke-28 akan digelar serentak di 61 mall di Indonesia. Bertajuk The Rise of Lost Indonesian Treasure, Lippo Malls ingin mengenalkan kembali budaya Indonesia yang sudah mulai luntur bersamaan dengan perkembangnya gaya hidup masyarakat.

"Kami akan menyuguhkan beragam budaya di Lippo Malls termasuk Malang Town Square (Matos) dimana nanti para pengunjung akan melihat dan belajar secara langsung," Ujar Mall Director Matos, Fifi Trisjanti.

Tema The Rise of Lost Indonesian Treasure dipilih sebagai wujud sumbangsih Lippo Malls yang telah berkembang pesat selama 28 tahun di Indonesia. Nantinya pengunjung mall bisa mengenal lebih mendalam budaya sendiri, seperti halnya dengan kuliner tradisional akan dipamerkan mulai dari wujud awalnya hingga mengalami perubahan dan beragam variasi seeperti saat ini.

Keseriusan Lippo Malls khususnya Matos untuk melancarkan event ini juga dilakukan dengan menggandeng budayawan. Selain itu, demi kesuksesan acara ini  juga akan bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk melakukan sosialisasi kepada sekolah di Kota Malang.

"Pemeran kekayaan budaya Indonesia khususnya Jawa Timur dan Malang akan disuguhkan di era modern ini karena seperti yang kita lihat sekarang generasi muda sudah mulai terpapar dengan budaya luar," Terang Fifi.

Untuk itu melalui event serentak di seluruh Lippo Malls Indonesia dengan mengangkat kembali budaya Indonesia bisa memberikan dampak besar. Sehingga kekayaan budaya bisa menjadi relevant dan diterima oleh generasi muda saat ini.

"Event ini nanti tidak full selama bulan Maret digelar di Matos, melainkan dibagi per minggunya dengan kegiatan yang berbeda-beda," Pungkasnya. (Lin/bua)

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

REKOMENDASI

Arema Tersingkir di Kandang Sendiri

Kecewa, Pemain Arema Harus Benahi Permainan

Dua Blandong Bebas Hanya Wajib Lapor

Lima Bulan ada di Malang, Kopi Kulo Jadi Idaman

-->