FAPET UNIKAMA Dorong Mahasiswa Jadi Calon Wirausaha Muda

  • 15-02-2019 / 13:55 WIB
  • Kategori:Kampus
FAPET UNIKAMA Dorong Mahasiswa Jadi Calon Wirausaha Muda

MALANG – Persaingan kerja yang semakin sengit di era milenial seperti sekarang, menuntut mahasiswa untuk terus meningkatkan skill di luar bidang akademik. Salah satunya adalah pada bidang wira usaha. Hal tersebut yang terus didorong oleh Fakultas Peternakan (FAPET) Universitas Kanjuruhan (UNIKAMA), dengan menggelar workshop bagi mahasiswanya dengan topik mencetak wira usahawan muda dan sukses, Jumat (15/2).

“Saya ingin mindset mahasiswa Fakultas Peternakan sekarang berubah, agar nanti kalau sudah lulus bisa memberdayakan daerah asal, jangan hanya berharap jadi PNS,” terang Dekan Fakultas Peternakan UNIKAMA Dr. Ir. Enike Dwi Kusumawati, SPt., MP, IPM

“Salah satu Dosen kami telah lolos dana hibah Program Pengembangan Usaha Produk Intelektual Kampus (PPUPIK) Kemristek Dikti sebesar 150 juta per tahun selama tiga tahun, untuk selanjutnya dari mahasiswa juga harus ada tembus program Kemristek Dikti,” imbuhnya.

Program wira usaha hasil karya Dosen FAPET yang telah didanai Kemristek Dikti adalah tentang pengembangan pembibitan kambing PE, pengembangan semen sexing (rekayasa benih unggul) serta pengembangan hasil olahan susu kambing menjadi sabun, kefir, dan yogurt. Untuk pemasaran telah dilakukan secara online dibantu para mahasiswa.

Hingga saat ini sudah terdapat tiga proposal mahasiswa yang lolos pendanaan PKM Kemristek Dikti, bahkan salah satu di antaranya maju sebagai finalis PIMNAS. Untuk target ke depan FAPET UNIKAMA menargetkan 10 tim mahasiswa lolos pendanaan PKM.

Workshop wira usaha kali ini diisi oleh Dr. Rer. Nat. I Wayan Karyasa, S.Pd., M.Sc dari Universitas Pendidikan Ganesha (UNDIKSHA) yang memberikan tips dan trik bagi mahasiswa FAPET untuk lolos Program Hibah Bina Desa (PHBD). Program hibah dari Kemristek Dikti terdiri dari berbagai program beberapa di antaranya adalah PPUPIK, PKM, dan PHBD.

“Terkait dengan tips & trik PHBD, teman-teman mahasiswa harus terjun langsung ke lapangan untuk membuat rencana program yang baik dan harus seiring dengan program Desa, agar program yang dihasilkan mampu bersinergi sehingga menghasilkan output yang baik,” ungkap Pakar Pengabdian Masyarakat tersebut. (Mg3/oci)

Editor : oci
Uploader : irawan
Penulis : asa
Fotografer :

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU