Kupang Milenial

  • 16-02-2019 / 10:27 WIB
Kupang Milenial Foto: Istimewa

Kuliner Malang

"Tetap fokus di kupang, resepnya masih sama mulai nenek dan gak berubah," ungkap Jerry Fibri Arianto.

Biasa dipanggil Jerry. Dia adalah penerus Kupang Kraton Hj. Qomariyah. Warung kupang di jalan Dr. Cipto Kota Malang, yang terkenal maknyus itu. 

Tak sulit untuk mencari informasi tentang kuliner yang satu ini. Mbah google sudah banyak mencatat. Dan sekarang tambah satu catatan lagi dari saya ini.

Termasuk kuliner yang legendaris di Malang. Maksudnya sudah lama buka dan sampai sekarang bertahan. Dengan cita rasa yang sama. Uwenak.

Padahal Jerry adalah generasi ketiga. Artinya pria yang masih belum berkeluarga ini adalah cucu dari Hj. Qomariyah. Asli Pasuruan. Sudah berjualan kupang sejak tahun 1964.

Jerry bersama dua kakak perempuannya, serta foto orang tuanya.

 

Kupang Kraton. Nama Kraton diambil dari daerah di Pasuruan yang memang terkenal dengan kupangnya. Seperti nama kuliner lainnya dengan embel-embel nama daerah masing-masing.

Soto Lamongan. Bakso Solo. Bakso Duro. Coto Makassar. Pecel Blitar. Rawon Nguling. Dan banyak lainnya. Punya ciri khas tersendiri. 

Insyallah, khusus Catatan Buari edisi hari Sabtu, saya buat untuk menulis tentang kuliner. Terutama kuliner yang ada di Malang Raya. Semoga bisa. 

Saya mulai dari Kupang Kraton Hj. Qomariyah. Kini dikelola cucunya. Mas Jerry, begitu saya memanggil pria ramah ini. Meski belum bertemu langsung. 

Ceritanya. Jumat (15/2) sore, saya niatkan khusus datang ke warung kupang ini. Sudah lama tidak ke sini. Kebetulan saya memang penggemar kupang. Biasanya bareng istri, wisata kuliner kupang di Probolinggo. 

Saya datang sendiri. Pesan satu porsi kupang. Saya amati, hanya dapat dua potongan lontong. Diiris melintang. Ukurannya memang lumayan besar, diameter sekitar 10cm. 

Tapi hanya dua iris. Untuk ukuran saya ini minimalis. Pas lagi ewul juga. Sengaja belum makan siang. Jadi kurang berasa lontongnya. Sebenarnya mau tambah juga bisa. 

O ya, dimana-dimana namanya kupang itu pakai lontong. Saya belum pernah tahu, khususnya di Jawa Timur ini, kupang pakai nasi. Pasuruan, Probolinggo, Sidoarjo atau di Malang ini, semua pakai lontong.

So, jangan pernah minta kupang pakai nasi. Apalagi minta kupang pakai es. Pakai lontong. Lebih sedap pakai pedas. Bisa diatur levelnya. 

Pedas biasa, cukupan atau pedas sekali. Langsung disuguhkan dalam kondisi panas. Kalau kupangnya dingin, sebaiknya ditolak saja. Ini makan kupang, bukan es degan. Kok dingin. 

Untuk dua iris lontong atau lebih, tingkat kekenyangannya relatif bagi setiap pelanggan. Berhubung saya baru tahu, Kupang Kraton Hj. Qomariyah memang hanya dua iris, saya terima dengan lapang dada. 

Tapi, justru itu yang membuat kupangnya berasa sekali. Kita jadi menikmati lebih banyak kupangnya, daripada lontongnya. Lontong habis, kupang masih banyak.
Kalau rasa, jangan ditanya. Maknyus banget. Mungkin ini yang paling enak dari sekian kupang yang sudah pernah saya makan.

Enaknya di warung ini, lentho (semacam gorengan) pelengkap untuk dimakan bareng kupang dijual terpisah. Termasuk sate kerangnya. Jadi 'gak maksa' konsumen untuk makan. 

Ada konsumen yang kadang tidak suka cita rasa kupangnya 'tercampur' dengan lentho tadi. Saya coba satu. Ya begitulah rasa lentho, bukan makanan utama.

Begitu juga sate kerangnya. Menurut saya memang hanya pelengkap saja. Tidak begitu istimewa. Saya hanya ambil tiga tusuk saja. Biasanya kalau saya cocok, bisa ambil 10 tusuk sate kerang. 

Kebetulan saya ambil sate kerang ini untuk menemani kuah kupang sampai habis. Apalagi di warung kupang Hj. Qomariyah ini disediakan petis tambahan. Lengkap dengan sambel dan jeruknya. 

Jarang ada warung yang mau kasih tambahan petis. Ambil sendiri. Sudah habis satu piring. Saya coba melirik tahu yang ada di dekat sate kerang. 

Saya ambil satu, dikasih petis tadi. Sedap. Ini korban hanya lontong dua iris. Tambah camilan. Kalau mau, sebenarnya ada pempek juga. Tapi segera saya tutup dengan teh hangat. 

Ada juga es duren di tempat ini. Sayang, saya tidak suka duren. Sudah cukup. Penting sudah melepas rindu dengan nikmatnya kupang. 

Pembayaran selesai, baru saya cari pemilik warung untuk wawancara. Khawatir kalau wawancara dulu, terus makan kupang, bisa gak boleh bayar. GR. 

Ternyata Mas Jerry tidak ada di tempat. Walah. Ya, risikonya makan dulu terus wawancara. Terbayang. Kalau lima hari berturut-turu gak ketemu orangnya, ya lima hari makan kupang terus.

Untunglah dapat nomer WA Mas Jerry. Wawancara bisa dilanjut. 

"Maaf saya tadi di MOG (Mall Olympic Garden)," kata Mas Jerry. Ternyata kini juga buka cabang di mall dekat Stadion Gajayana itu. Tepatnya di Giant, area cafetaria lantai 1. Lantai 3 juga ada, khusus minuman.

Ada kupang kraton, pempek palembang, aneka lalapan, gado-gado, tahu telor dan es teler durian. Itu menunya di MOG. 

Cabang Kupang Kraton Hj. Qomariyah lainnya ada di jalan LA Sucipto 124, sisi selatan. Lalu di Giant Ekstra Kebonsari, Sukun. Rencana bulan depan akan buka di Giant Ekstra Sawojajar. Lumayan, dekat kantor www.malangpostonline.com di jalan Raya Sawojajar.

Luar biasa ekspansi Kupang Kraton Hj. Qomariyah ini. Masuk ke mall-mall. Karena selama ini, memang jarang dijumpai masakan kupang ada di dalam mall. 

Pilihan menu makanan dan minuman di warung kupang Hj. Qomariyah ini pun lebih bervariasi. Bisa dicek juga di aplikasi gofood atau grabfood. Jerry mengaku tidak khawatir, menu andalannya bakal luntur. Atau dianggap bukan spesialis kupang lagi. 

"Saya cuma mengikuti perkembangan zaman. Dimana saya masih muda dan saya juga ingin menyasar ke segmen muda. Banyak pelanggan keluarga yang bapak ibunya suka kupang, tapi anak-anaknya belum suka kupang. Akhirnya ada menu-menu lain yang tersedia," jelas Mas Jerry.

Seolah ingin menegaskan, ini adalah kupang milineal. Anak muda harus kenal. Untuk itu, Mas Jerry membawa kupang masuk ke mall. Dilengkapi dengan menu yang lain, seperti nasi goreng, gado-gado, lalapan dan kuliner lainnya, termasuk berbagai jenis minuman.

Meski demikian, Mas Jerry mengaku tetep fokus di kupang. Resepnya masih sama mulai sejak neneknya, sampai sekarang tak berubah. 

"Harapan saya sebagai pengusaha kuliner pastinya ingin meneruskan legacy dari nenek dan mama saya. Apalagi mama saya baru meninggal, pastinya saya akan concern di kupang kraton Hj Qomariyah. Dan semoga bisa terus berkembang dan saya ingin mengenalkan makanan tradisional ini ke segmen muda Malang juga. Kupang kraton sudah masuk Mall dan semoga bisa lebih dikenal lagi di kawasan Malang dan luar kota juga," harapnya.

Agar lebih tahu tentang kupang. Termasuk manfaatnya makan kupang. Bisa googling. Ketik lontong kupang. Sudah ada penjelasan panjang lebar di wikipedia Indonesia. 

Sebagai penerus, Mas Jerry ingin menjaga warisan kuliner neneknya ini. Jadi kupang milenial. Meski kini harus berjuang sendiri. Mamanya sebagai generasi kedua, meninggal dunia, Agustus tahun lalu. 

"Kupang ini sudah tiga generasi. Sebetulnya ada dua anak yang bantu mama menjalankan usaha ini. Mbak saya juga baru meninggal. Jadi saya sekarang single fighter," yakin pria 34 tahun ini penuh semangat. Semoga lancar dan sukses terus ya. (*)

  • Editor : bua
  • Uploader : irawan
  • Penulis : buari

KOMENTAR ANDA

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

situs sekaran bisa seluas 3.550 m2

Kerja Seimbang Harus Sehat


GRATIS !!!

Untuk Berlangganan Berita Malang Post Online,
Ketik Nama dan Email di Form Berikut Ini.



VIDEO

-->