Awalnya Sulit, Panti Asuhan Al-Ishlah Bekali Santri Terampil Menjahit

  • 21-02-2019 / 17:29 WIB
  • Kategori:Malang
Awalnya Sulit, Panti Asuhan Al-Ishlah Bekali Santri Terampil Menjahit Citra dan kawan-kawan tampak sudah mahir dalam menjahit dan membordir. Karya mereka telah banyak yang dipasarkan. (ist)

MALANG - Perhatian lebih diberikan oleh para pengasuh Panti Asuhan Anak Yatim Al-Ishlah kepada para santrinya. Santri yang bermukim di panti asuhan ini tidak hanya dibekali dengan ilmu agama saja. Para pengasuh juga membekali santri dengan keterampilan menjahit. Tujuannya, untuk menjadi bekal yang berharga bagi para santri (Anak Yatim) saat terjun di tengah masyarakat di masa yang akan datang. 

Kamis (21/2) sore,  tampak para santri puteri tengah sibuk dengan aktivitas menjahit. Ada yang sedang menyulam,  menjahit, mengukur dan memotong kain. 

Dari cara mereka bekerja,  sepertinya sudah mahir. Para santri ini masih duduk di SMP dan SMA/MA. Namun keterampilan mereka patut diacungi jempol. "Awalnya sulit,  tapi karena sudah terbiasa jadi bisa," ucap Citra,  salah satu santri.  

Siswi kelas X MA Al-Amin ini belajar menjahit sejak kelas VII SMP.  Artinya sudah tiga tahun lebih ia latihan menjahit di Panti Asuhan Al-Ishlah Puteri. Karya Citra dan teman-temannya juga sudah banyak yang dipasarkan.  

Pengasuh Panti Asuhan Anak Yatim Al-Ishlah Puteri, Siti Mudawamah mengatakan, keterampilan menjahit sudah lama diberikan untuk para santri di Panti Asuhan Al-Ishlah Puteri.  “Kami sangat ingin anak-anak berhasil di masa yang akan datang. Apa yang kami berikan melalui pelatihan menjahit ini diharapkan menjadi bekal yang berharga untuk masa depan mereka,” ucapnya kepada Malangpostonline.com. 

Seminggu sekali para santri dibimbing oleh guru khusus yang ahli di bidang menjahit. Hingga kini para santri puteri di panti asuhan ini telah banyak yang pandai menjahit. “Alhamdulillah karya mereka sudah bisa dijual,” ujarnya.

Keuntungan dari penjualan hasil jahit tersebut diberikan langsung kepada mereka. Dengan tujuan agar santri semakin giat dalam berlatih dan memiliki kemampuan yang lebih bagus. “Untungnya untuk mereka. Yang penting modalnya kembali untuk membeli bahan, supaya anak-anak termotivasi,” imbuhnya. 

Ternyata tidak hanya menjahit, santri putri Panti Asuhan Al-Ishlah juga mahir membuat tas dari hasil merajut. Mereka juga membordir dan mengobras jilbab. Hasil dari keterampilan tersebut kini sudah diminati masyarakat. “Pernah juga ada yang mesan. Awalnya memang kami belum percaya diri sama hasilnya anak-anak. Tapi menurut pemesan hasilnya sudah bagus,” tutur Mudawwamah.

Hingga kini, Panti Asuhan Al-Ishlah masih memiliki satu set mesin obras dan lima mesin jahit. Jika terus berkembang rencananya sarana masih akan ditambah lagi. Selain menjahit, beberapa waktu yang lalu Santri Putra Panti Asuhan Al-Ishlah diajarkan untuk memproduksi tempe. 

Namun karena ada satu kendala, produksi tersebut belum bisa dilanjutkan hingga sampai saat ini. “Mohon doanya, semua untuk anak-anak kami. Semoga mereka menjadi orang-orang yang terampil dan bermanfaat untuk masyarakatnya kelak” harapnya.  (imm/bua)

  • Editor : bua
  • Uploader : irawan
  • Penulis : Imam W.

KOMENTAR ANDA

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Sepasang Kekasih Kompak Mencuri Motor

Membunuh Korban Karena Kepergok Mencuri Jagung

Terapkan Sapta Pesona Untuk Menyambut Libur Lebaran

Fried Calamari, Camilan Renyah saat Berbuka Puasa

Wali Kota Malang Dukung Perbaikan PDAM

VIDEO