Nose of News

  • 26-02-2019 / 21:39 WIB
  • Kategori:Catatan
Nose of News

To Be Journalist (2)

Malanjutkan catatan sebelumnya. Setelah paham arti wartawan. Kini mengenal jurnalistik.
Jurnalistik berasal dari akar kata bahasa latin diurnis, yang kemudian menjadi diurnalis, yang artinya harian. 

Pengertian umum jurnalistik adalah pekerjaan yang memiliki sangkut paut dengan pengumpulan, penulisan dan penyuntingan berita mengenai suatu peristiwa yang menjadi perhatian masyarakat, untuk disajikan dalam media surat kabar, radio, televisi atau online.

Unsur-unsur kegiatan jurnalistik meliputi, pengumpulan atau pencarian. Penulisan. Penyuntingan atau editing. Termasuk di dalamnya pemerkaryaan tulisan itu. 

Kegiatan ini termasuk dalam lingkup teknik-teknik dasar tentang penulisan berita dan penyuntingan atau istilah yang lazim juga digunakan adalah news writing dan editing. Didalamnya mencakup teknik lead dan anatomi berita. 

Pertanyaan selanjutnya adalah, apa saja peristiwa yang menarik perhatian masyarakat itu? Inilah yang sering disebut orang dengan peristiwa yang memiliki nilai berita atau dalam dunia jurnalistik lebih dikenal sebagai news value.

Secara garis besar, peristiwa atau fakta yang dapat menarik perhatian masyarakat ditentukan beberapa hal. Pertama aktualitasnya. Semakin aktual atau peristiwanya baru saja terjadi, semakin menarik. 

Kedua, jarak antara tempat kejadian dengan pembaca. Semakin dekat semakin menarik perhatian. Ketiga, tempat terjadinya peristiwa atau ditemukannya fakta. Semakin terkenal tempat kejadiannya, atau kejadian di tempat umum, semakin menarik. 

Keempat, isi beritanya. Jika beritanya disajikan tidak menarik, kejadian yang harusnya menarik bagi masyarakat pun, menjadi tak menarik.

John M. Sidal, pemimpin redaksi American Magazine berdasarkan pengalamannya menyimpulkan, “Apa yang menyangkut tentang manusia dan tentang diri sendiri seseorang akan selalu mematik perhatian masyarakat”. 

Dia mengibaratkan kesukaan setiap orang adalah dirinya sendiri di depan cermin. Inilah yang dalam dunia jurnalistik dikenal dengan teori cermin.

Harian Malang Post sering menggunakan teori cermin. Misalnya foto-fotonya memuat sebanyak mungkin orang. Misal dalam memuat foto Aremania di stadion. Sebab orang memang suka melihat dirinya di depan cermin. 

Untuk mengetahui sejauh mana suatu peristiwa atau fakta itu dapat menarik perhatian masyarakat atau singkatnya menjadi berita, sering ditentukan oleh seberapa besar seorang wartawan itu memiliki penciuman berita (nose of news).

Ada sejumlah poin untuk memperkirakan bahwa suatu peristiwa/fakta menarik perhatian masyarakat.  Diantaranya peristiwa yang mengandung unsur konflik.
Sampai batas tertentu, sesuatu yang sifatnya berbau konflik selalu akan menarik perhatian setiap orang. Misalnya berita peperangan, pertandingan olahraga yang besar, pertarungan politik, dan lain sebagainya. Termasuk konflik artis juga menarik.

Berikutnya, hal-hal yang meliputi kemajuan dan perkembangan . Dalam kehidupan sehari-hari sering dijumpai perubahan-perubahan atau kemajuan-kemajuan, misalnya penemuan teknologi baru. Misal, teknologi  bahan bakar sepeda motor menggunakan air meneral, bakal menarik.

Peristiwa-peristiwa yang mengandung konsekuensi-konsekuensi pada masyarakat juga menarik. Misalnya berita kenaikan harga BBM dan listrik. Selalu menjadi daya tarik. Termasuk kebijakan harga BBM yang turun pun menarik. 

Menarik juga peristiwa yang menyangkut tokoh terkemuka dan populer. Ungkapan dalam jurnalistik dikenal dengan ‘man makes news’. Misalnya tokoh politik, bintang film, penyanyi, menteri, presiden atau lainnya. Apalagi dalam Pilpres. Persaingan dua kandidat menghadirkan berita menarik.  

Peristiwa yang tidak biasa (novelty) pastilah menarik. Misalnya seekor anjing yang berpisah sekian lama, berhasil menemukan tuannya kembali setelah berpisah ratusan kilometer. Atau pohon mangga berbuah mengkudu, menarik. 

Selain itu, peristiwa yang tak kalah menariknya adalah mengandung unsur human interest. Yaitu kejadian/fakta yang mendatangkan rasa belas kasihan, simpati atau kesetiakawanan.  

Peristiwa yang menyangkut seks dan kriminal (sex and crime) jadi daya tarik tersendiri. Tulisan seperti ini akan sangat diminati banyak kalangan pembaca, baik tua maupun muda. Bahkan ada media cetak yang khusus mengulas berita ini saja.

Nah, untuk mendapatkan peristiwa-peristiwa yang menarik tersebut, nose of news atau penciuman berita seorang wartawan harus diasah dan terus diasah. Melalui pengelaman demi pengalaman di lapangan, nose of news bakal tajam. 

Berikutnya, sebuah tulisan akan menarik untuk dibaca, apabila ditulis dengan gaya bahasa yang menarik. Para wartawan senior sering menyebutnya, gaya penulisan ini adalah suara dari kata-kata yang tertulis diatas kertas. 

Ada beberapa tips untuk menghasilkan berita yang dapat memikat pembaca, diantaranya menghindari penggunaan kata-kata mubazir. Harus menghindari memasukkan opini dalam berita.
Berusaha membuat kalimat dan paragraf yang pendek dan jelas. 

Menggunakan kata-kata sederhana, umum dan akurat. Untuk penyebutan nama orang dalam berita, harus disebutkan identitasnya. Siapa oreang tersebut. 

Dalam sebuah peristiwa. Seorang wartawan, meski menyaksikan sendiri peristiwa tersebut, harus tetap mengkonfirmasikan pada sumber yang berwenang atau saksi-aksi yang ada.  Berit harus cover both side bila menyangkut perselisihan dua pihak.

Catatan ini diambil dari blog milik saya, tobejournalist.blogspot.com.  Dibuat bersambung dalam beberapa edisi Catatan Buari sebagai panduan dasar menjadi wartawan. Atau setidaknya untuk mengenal kerja seorang wartawan. Wartawan yang sebenar-benarnya wartawan. (*)

Editor : bua
Uploader : irawan
Penulis : buari
Fotografer :

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU