Bantuan Perahu ACT Siap Pulihkan Ekonomi Nelayan Bulaka

  • 02-03-2019 / 15:30 WIB
  • Kategori:Advertorial
Bantuan Perahu ACT Siap Pulihkan Ekonomi Nelayan Bulaka Serah terima bantuan perahu oleh ACT kepada nelayan di Desa Bulakan. (Istimewa)

KABUPATEN SERANG – Proses pembuatan perahu untuk bantuan nelayan di sekitar wilayah Desa Bulakan, Kecamatan Cinangka di Kabupaten Serang hampir selesai. Aksi Cepat Tanggap (ACT) akan menyalurkan enam perahu untuk para nelayan terdampak tsunami Selat Sunda. Enam perahu tersebut merupakan hasil sinergi kepedulian bersama Bukalapak, Tribunnews, Badan Siber dan Sandi Negara, dan SMP Labschool Kebayoran.

Adapun para nelayan yang berhak mendapatkan bantuan perahu dipilih melalui rembuk warga. Nantinya, sebanyak 12 kepala keluarga yang berisikan 48 jiwa akan menerima manfaat perahu bantuan dari ACT dan beberapa mitra. Mohammad Jakfar dari tim ACT mengatakan, rembuk yang dilakukan merupakan sosialisasi serta pendampingan kepada kelompok nelayan yang akan menggunakan perahu bantuan tersebut. “Mereka semua nelayan yang perahunya hancur saat tsunami terjadi di Selat Sunda,” ungkapnya, Senin (25/2). 

Serah terima bantuan perahu ini dilakukan pada Sabtu (23/2). Bertempat di Dermaga Desa Bulakan, perahu yang telah siap digunakan langsung segera dicoba. Sementara itu, beberapa perahu lagi masih perlu dipasang katir sebagai penyeimbang perahu. 

Nelayan yang akan menggunakan perahu bantuan tersebut akan diberikan pendampingan oleh ACT. Diharapkan, dengan terbentuknya kelompok nelayan dapat membantu penyelesaian masalah akan lebih mudah. Menurut Jakfar, ada beberapa masalah yang sampai saat ini menjadi kendala nelayan setempat, terlebih saat cuaca buruk mendadak terjadi di laut. 

Permasalahan yang sering dihadapi nelayan ialah penanda lokasi arah pulang. Selama ini, nelayan hanya menggunakan pertanda alam seperti gunung atau mercusuar untuk kembali ke daratan. Namun, saat lampu mercusuar mati dan kabut menghalangi pandangan gunung lebih sering nelayan tersesat. 

Selain itu, permasalahan permodalan serta pemasaran juga menjadi masalah. Rata-rata, nelayan masih kesulitan untuk biaya operasional setiap melaut. Hal ini akibat masih sulitnya pemasaran serta belum adanya penampung hasil tangkapan. “Dari berbagai permasalahan itu, kami akan lakukan program pendampingan serta bimbingan kepada nelayan,” tambah Jakfar. 

Selelah selesai pembuatan perahu tahap pertama yang berjumlah 6, selanjutnya ACT akan kembali membuat perahu tahap dua. “InsyaAllah akan ada tambahan beberapa perahu lagi,” kata Jakfar. (ACTNews/adv/bua)

  • Editor : bua
  • Uploader : slatem
  • Penulis : buari

KOMENTAR ANDA

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Sepasang Kekasih Kompak Mencuri Motor

Membunuh Korban Karena Kepergok Mencuri Jagung

Terapkan Sapta Pesona Untuk Menyambut Libur Lebaran

Wali Kota Malang Dukung Perbaikan PDAM

VIDEO