Karyanya Jadi Langganan Bupati hingga Miss Universe

  • 08-03-2019 / 23:45 WIB
  • Kategori:Malang
Karyanya Jadi Langganan Bupati hingga Miss Universe Sonie Maulana (tengah), seniman Chibi Art Ilustrator, karyanya dicintai Miss Universe.

Sejak duduk di bangku Sekolah Dasar (SD), Sonie Maulana sudah memiliki hobi menggambar. Bakatnya tersebut terus dikembangkan sehingga menjadi sebuah karya yang layak diperhitungkan. Hasil goresan tangan Sonie, berhasil membuat banyak tokoh publik jatuh cinta. Tak heran, mulai dari Miss Universe hingga pejabat,  menyukai karyanya yang hanya digambar sederhana dengan menggunakan spidol marker dan pensil warna tersebut.

Menurut pria kelahiran Pasuruan itu, sebelum terkenal seperti sekarang ini, ia pernah merasa tidak percaya diri dengan hasil gambarnya. Kemudian, justru ia mendapat motivasi dari salah satu sahabatnya.

"Sekitar tahun 2016 lalu, ada acara fashion di Malang. Sahabat saya itu meminta saya untuk menggambar Kezia Warouw yang saat itu menjadi bintang tamu," terang dia kepada Malang Post.

Kemudian, hasil gambarnya tersebut langsung membuat beberapa tim terpikat. Sampai pada akhirnya, Yopi Kurniawan yang bertindak sebagai Anaz Assistant Designer. "Hasil karya dari Anaz Designer sering digunakan oleh Puteri Indonesia. Melalui mas Yopi itu, saya dikenalkan oleh beberapa Puteri Indonesia hingga Miss Universe," jelas lulusan Seni Design Universitas Negeri Malang itu.

Sejak saat itulah, karya Sonie menjadi langganan untuk pemilihan Miss Universe 2017 hingga tahun 2018. Sonie selalu menggambar untukuntuk tiga besar pemenang sebagai bentuk apresiasi. "Namun, karya saya diberikan kepada pemenang pertama saja ketika berkunjung ke Indonesia. Untuk pemenang tahun ini, masih belum sempat saya gambar," jelas Sonie.

Karya Sonie tersebut akhirnya mulai dikenal. Selain Puteri Indonesia dan Miss Universe, karyanya tersebut juga diberikan kepada Miss Grand Indonesia, Miss International dan Miss Supranational.  "Karya tersebut saya berikan secara gratis,  sebagai bentuk apresiasi saya kepada mereka. Namun, mereka saya minta untuk posting di instragram. Lumayan, untuk branding," ujar dia sambil malu-malu.

Hasilnya pun tak main-main. Dalam sekali posting, ia mendapat setidaknya 10 orang klien baru dari satu orang.

"Impact-nya memang besar. Selain ada rasa bangga karya saya dipajang, juga dapat klien baru dari hampir seluruh pelosok negeri," kata Sonie sambil terkekeh.

Sejauh ini, ketika menggambar karakter, Sonie tak membutuhkan waktu lama, yakni sekitar 3 hingga 4 jam saja. Dalam sehari, ia mampu menggambar sekitar 4 sampai 5 gambar. Tergantung dari segi kerumitannya.

"Selama menggambar, ada satu yang paling sulit, yakni menggambar kostum Miss Grand Indonesia, Dea Krista. Gambarnya detail banget dan butuh waktu hampir seharian," urai dia sambil mengingat-ingat.

Selain itu, Sonie menceritakan, ia pernah dihubungi oleh Whulandary Herman ketika Puteri Indonesia 2013 itu melangsungkan pernikahan pada tahun 2018 lalu. Saat itu, pada H-4, Whulandary memesan lebih dari 20 gambar untuk hadiah groomsman dan bridesmaid untuk pesta pernikahan.

"Langsung saya ngebut bikin dalam dua hari, sampai lembur-lembur. Ketika mau ngirim, ekspedisinya nolak. Akhirnya saya antar sendiri ke venue pernikahannya, di Jawa Tengah. Alhamdulilah nututi," papar dia.

Meski diberikan secara gratis, Sonie tak ingin sembarangan dalam memberikan packaging. Ia mencetak hasil karyanya tersebut dengan menggunakan frame (pigura). "Saya memiliki langganan frame di Sidoarjo. Beliau merupakan guru ngaji. Hasil pembelian frame itu untuk muridnya. Sekalian untuk beramal," jelas bungsu dari 5 bersaudara itu.

Pada kesempatan tersebut, pria yang sudah sejak tahun 2005 tinggal di Malang ini menambahkan, untuk pemesanan gambar untuk umum, ia membuka harga Rp 165 ribu. Sementara, untuk couple (pasangan) Rp 220 ribu.

Tak hanya di ajang putri-putrian, karyanya tersebut juga dilirik oleh salah seorang pejabat. "Saat itu, ada seseorang memesan kepada saya untuk menggambar Bupati Pasuruan yang saat itu dijabat oleh Irsyad Yusuf. Saya juga minta endorse ke beliaunya," aku dia sambil terkekeh.

Kemudian, karyanya tersebut juga sempat dilirik oleh salah satu ilustrator asal Malang. Saat itu, ia dipercaya untuk membuat video ilustrasi milik Abah Anton untuk promosi pada awal menjabat sebagai Wali Kota Malang pada tahun 2014.

"Saya gambar menggunakan tangan. Kemudian, dibentuk ilustrasinya dan dijadikan video," aku pria yang saat ini bekerja sebagai Tenant Relation di Grass Mall Gresik itu.

Bahkan, pada bulan November tahun lalu, Sonie diundang oleh Ivan Gunawan untuk launching brand barunya, yakni Khalif. Saat itu, ia diminta untuk membuat karya ilustrasi milik desainer yang akrab disapa Igun itu.

"Alhamdulillah, saya masuk 10 besar. Dari 10 orang itu, saya sendiri yang bukan fashion ilustrator. Seneng banget," ujar dia excited.

Dengan karya-karyanya tersebut, tak membuat Sonie berpuas diri. Ia hanya ingin terus berkarya sambil menyalurkan hobi menggambarnya. "Menggambar bisa sebagai salah satu bentuk refreshing saya. Ketika menggambar, mood jadi lebih happy. Apalagi, jika orang lain menyukai karya kita. Rasanya bahagia semakin sempurna. Saya tidak kan pernah berhenti berkarya," tutup dia optimis.(Amanda Egatya/ary)

Editor : Ary
Uploader : hargodd
Penulis : tea
Fotografer :

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU