Marketing Harus Kreatif dan Ikuti Zaman

  • 08-03-2019 / 23:48 WIB
  • Kategori:Malang
Marketing Harus Kreatif dan Ikuti Zaman Diny Iswahyudi

MALANG–Promosi pariwisata harus menyesuaikan dengan zaman. Ketika sudah memasuki era milenial, maka dibutuhkan pula marketer milenial, dengan ide kreatif mereka untuk penjualan pariwisata suatu daerah. Seperti program promosi wisata yang berbasis digital media.

Hal tersebut disampaikan oleh Marketing Hawai Waterpark, Diny Iswahyudi. Dia yang bekerja untuk industri pariwisata tersebut, menyadari bila ide kreatif kini dibutuhkan untuk promosi pariwisata.

“Industri pariwisata juga terus berkembang. Untuk bersaing, suatu perusahaan wisata membutuhkan ide kreatif yang dilakukan oleh para marketingnya,” ujarnya.

Menurut dia, ketika kini zaman sudah memasuki era digital, maka perusahaan pariwisata harus menyesuaikan diri. Ia pun tidak menampik, promosi harus menembus pasar digital.

“Sekarang, dunia digital sudah memasuki berbagai kalangan. Anak-anak, remaja, pemuda atau orang dewasa, tidak bisa lepas dari gadget. Informasi, gampang mereka dapatkan disana. Bahkan, membeli sesuatu juga secara digital. Pariwisata pun harus digarap secara online, karena pasarnya di sana sangat luas,” urai Sarjana Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang tersebut.

Diny mengatakan, menembus pasar digital dalam promosi pariwisata, adalah kesempatan bagi marketing muda. Namun, bukan berarti meninggalkan para marketing senior.

 “Inilah saatnya marketing muda berkarya, menjawab tantangan yang dihadapi perusahaan atau industri wisata. Dengan talenta marketer generasi milenaial yang andal dalam direct sales maupun teknologi yang pada saat ini makin berkembang dengan digital marketing,

Ia pun tidak memungkiri, dirinya harus menyesuaikan diri. Mengaplikasikannya untuk perusahaannya pula. “Saya juga menyadari, saya marketer milenial. Ini seperti era saya dan saya harus menjadi pelaku untuk menembus dunia digital,” tambah perempuan berusia 24 tahun tersebut.

Sementara itu, Diny tetap menganggap positif semakin banyaknya tempat wisata di Malang Raya. Ia tidak menganggap sebagai kompetitor, dengan berkembangnya wisata alam atau wisata buatan. Tujuan utamanya pun untuk mengenalkan industri pariwisata Malang Raya ke tingkat regional hingga nasional.

“Setiap wisata sudah mempunya pasar masing-masing. Jadi dengan adanya kompetitor wisata yang semakin banyak dan bervariasi justru bisa saling mendukung untuk menjadikan  Malang  menjadi jujukan wisatawan,” ungkap perempuan yang juga marketing Malang Night Paradise tersebut.

Sementara, terkait dampak buru perkembangan era dan teknologi, dia juga meminta agar para pelaku wisata tetap memperhatikan kualitas produk atau layanan wisatanya. Sebab, kini dengan cepat masyarakat bisa berkomentar ketika merasa tidak puas dengan suatu tempat wisata.

“Tetapi pemasaran melalui digital marketing, juga ada dampak buruknya. Sekarang, warganet bebas berkomentar atau berpendapat tentang apa yang mereka lihat dan rasakan. Sehingga, promosi wisata juga harus dibarengi dengan kualitas produk yang dipasarkan melalui media digital atau dunia online,” pungkas perempuan asal Mojokerto itu.(ley/ary)

Editor : Ary
Uploader : hargodd
Penulis : ley
Fotografer :

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU