Tumbuhkan Rasa Percaya Diri Siswa

  • 16-03-2019 / 14:41 WIB
  • Kategori:Sekolah
Tumbuhkan Rasa Percaya Diri Siswa SERIUS: Para siswa SMP Shalahuddin terlihat fokus dalam kegiatan praktikum di laboratorium IPA .

Pribadi berintegritas akan membawa dampak pada kehidupan yang mulia dan bermartabat. Maka penguatan pendidikan karakter menjadi solusi yang tepat dalam mencetak generasi berintegritas. Salah satunya dengan menanamkan kepercayaan diri pada anak didik. Nilai kepercayaan diri begitu penting agar siswa tidak merasa minder atau kecil hati di tengah pergaulan hidup sehari-hari. 

Hal ini diungkapkan oleh Kepala SMP Shalahuddin, Drs. Asiep Apandi kepada Malang Post,  Jumat (15/3) siang. Ia mengatakan, untuk menumbuhkan kepercayaan diri pada siswa, salah satunya dengan cara memberikan kepercayaan pada mereka. Misalnya menunjuk siswa untuk menjadi imam salat bagi teman-temannya, atau menjadi petugas muadzin.

“Dengan demikian maka akan tumbuh rasa percaya diri dalam diri mereka,” ujarnya. 

Semakin tinggi tingkat kepercayaan yang diberikan, maka semakin tinggi pula rasa percaya diri siswa. “Kami tidak segan memberikan kepercayaan pada anak-anak, selagi kami anggap mereka mampu,” ujarnya.

Sikap percaya guru pada siswa juga ditunjukkan dengan memberikan kesempatan pada siswa untuk berkompetisi di luar sekolah. Menurut Asiep, dengan berlomba mental siswa dapat terus terasah. Semakin sering berlomba, semakin kuat mentalnya.

“Kami memberikan kesempatan yang sama pada setiap anak. Ini merupakan bentuk percaya kami,  untuk bisa mengasah kemampuan anak dengan cara bersaing dengan siswa sekolah lain,” imbuhnya. 

Menurut Asiep, integritas bukan hanya urusan percaya diri.  Tetapi juga kejujuran dan potensi peserta didik. Oleh karena itu, di SMP Shalahuddin ada program tahfidz quran. Meskipun hanya juz 30, namun ia meyakini, tahfidzul quran membawa dampak yang baik bagi akademik siswa, lebih-lebih berimbas pada karakter mereka.

Dalam hal ini, Asiep memiliki harapan besar terhadap orang tua untuk selalu bersinergi dalam mendidik anak. Bagaimanapun kata dia, pendidikan anak selalu berangkat dari lingkungan keluarga. “Keluarga ikut bertanggung jawab terhadap pendidikan anak. Tidak bisa kalau dipasrahkan sepenuhnya pada guru di sekolah,” tuturnya. 

Proses pendidikan dikatakan baik jika komunikasi orang tua dan guru terjalin baik. Sinergitas ketiga pihak, yakni guru,  siswa dan orang tua harus berjalan searah untuk satu tujuan yang sama.

“Karena perkembangan anak dipengaruhi oleh pendidikan orang tua di rumah, pendidikan guru di sekolah dan lingkungan masyarakat,” papar Asiep.  (imm/oci)

  • Editor : oci
  • Uploader : irawan
  • Penulis : Imam W.
  • Fotografer : Imam W.

KOMENTAR ANDA

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Ancam Membunuh, Warga Tumpang Diamankan

Tiga Pejudi Remi Digrebek

Terapkan Sapta Pesona Untuk Menyambut Libur Lebaran

184 Minol Tak Berizin Disita

VIDEO