Gladiator Atau Bukan, Usai Delapan Besar Harus Diputuskan!

  • 19-03-2019 / 01:58 WIB
  • Kategori:Arema
Gladiator Atau Bukan, Usai Delapan Besar Harus Diputuskan!

MALANG – Hasil buruk Arema lawan Persela Lamongan pada babak penyisihan Grup E Piala Presiden 2019 berbuntut panjang. Khususnya dengan evaluasi hasil kekalahan Arema atas Persela, beberapa waktu lalu, berdampak pada Robert Lima Guimaraes.  

Nasib striker Arema asal Brazil ini pun berada di ujung tanduk. Menyusul keinginan Arema untuk mencari striker asing baru. Tim Singo Edan pun telah mendapatkan banyak tawaran pemain baru berposisi stiker. 

Salah satu tawaran pemain yang masuk, adalah eks PSMS Medan, Felipe Santos Martins. Pemain yang musim lalu mencetak empat gol tersebut, bahkan sudah diintip permainannya oleh tim pelatih Singo Edan. 

Usai kalah dari Persela di babak penyisihan Piala Presiden 2019 lalu, striker Robert Lima menjadi sorotan, terutama oleh manajemen. Bahkan, muncul timeline untuk pemain dengan julukan Gladiator itu diberi kesempatan sampai babak delapan besar. Bila tidak sesuai ekspektasi, maka Arema sudah menyiapkan kemungkinan terburuk, mendatangkan lagi striker asing 

Saat lawan Persela, Gladiator baru saja kembali pasca absen di laga sebelumnya. Namun sayang, pria berusia 32 tahun itu tampil di bawah performa. Banyak hal disoroti, termasuk membandingkan Gladiator dengan Washington Brandao, striker Persela Lamongan yang mencetak satu gol kemenangan bagi Laskar Joko Tingkir. 

Fisik Gladiator dinilai di bawah standar. Dia berulang kali kalah duel, dan bola seolah bertenti pasca diumpan kepadanya. 

General Manager Arema, Ruddy Widodo mengatakan, manajemen Arema tidak menutup mata akan hal itu. Mereka pun mendengarkan suara Aremania yang juga membandingkan Gladiator dan Brandao. Kebetulan, karena saling bertemu, terlihat jelas bagaimana banyak suporternya yang membandingkan keduanya. 

Namun, manajemen lebih sabar dan memberikan kesempatan untuk Gladiator. Sebelum berbicara lebih jauh mengenai tawaran striker anyar, perbincangan tetap dilakukan dengan tim pelatih. 

"Memang tim pelatih sudah memberikan penilaian mengenai Gladiator. Dalam penilaian itu, masih ada yang ingin melihat lebih lagi kemampuannya. Tetapi, dengan kondisi fisik sang pemain lebih baik," terangnya. 

Menurut dia, striker tersebut sudah diberikan tugas untuk meningkatkan performa fisiknya. Dalam proses itu, manajemen memberikan kebebasan kepada tim pelatih untuk menilai Gladiator. 

"Sampai delapan besar, harus diputuskan, tetap Gladiator atau pemain lain. Kalau tidak, ya sudah disiapkan pengganti," tambah dia.

Ia menyampaikan, ada sekitar 6-7 pemain yang masuk ke tangan manajemen. Nama tersebut disodorkan oleh beberapa agen pemain asing. Daftar yang masuk seperti dari Amerikan Latin, Afrika dan Eropa. 

"Ada banyak. Beberapa juga sudah saya share video mereka ke tim pelatih. Biarkan mereka berdiskusi, menentukan mana yang sesuai kebutuhan tim," sebut dia.

Bila melihat kritikan deras pada tim Arema, dan tidak sedikit yang membandingkan dengan rekrutan tim lain, tim kelahiran 1987 itu memerlukan striker yang lebih ngeyel ketimbang Gladiator. Tidak sekadar ngeyel, striker yang nantinya bakal didatangkan juga harus rajin menjemput bola serta tidak mudah kalah duel.

"Percuma kalau mengganti pemain, tetapi tidak lebih baik," tuturnya.

Dari informasi yang diperoleh Malang Post, ada nama Felipe Santos Martins, eks PSMS Medan masuk dalam daftar antrean. Pemain tersebut bisa didatangkan begitu Gladiator benar-benar tidak bisa diharapkan lagi. 

Ruddy tidak mengiyakan, namun tidak mengelak ketika disebutkan ada nama pemain tersebut. Namun dia memberikan isyarat, lebih dari satu pemain yang siap didatangkan. 

"Ditunggu dulu, paling lambat sampai babak delapan besar Piala Presiden," ucap dia.

Sementara itu, mengenai Felipe Martins sendiri, bisa jadi didatangkan karena sang pemain sudah mengenal kultur sepak bola Indonesia. Meski hanya empat gol yang dicetak dari 16 laga bersama PSMS musim lalu, Arema menganggap, musim kedua seorang pemain bakal lebih maksimal. 

"Kalau musim kedua, mungkin lebih baik," isyarat dari Ruddy.

Secara fisik, ketika memperkuat PSMS, Felipe Martins juga terlihat lebih ngeyel, rajin mengejar bola. Posturnya yang setinggi 185 cm pun dianggap menjadi jaminan pemain tersebut bisa menang dalam duel udara. 

Dari informasi yang disampaikan salah satu sumber internal Arema, selain Felipe ada lagi pemain yang lebih tinggi, mencapai 190 cm. 

"Felipe ini sudah dilihat oleh seluruh tim pelatih. Pelatih juga sudah meminta untuk mendatangkannya dan bakal diseleksi. Namun sepertinya tidak hanya satu pemain," tuturnya.

Dia mengatakan, banyak pemain yang ditawarkan. Tetapi, ada Felipe yang masuk di urutan pertama, sehingga tim pelatih sudah memberikan lampu hijau untuk mendatangkannya, ketika Gladiator positif dilepas. 

"Nah, setelah Felipe masih ada lagi. Sepertinya pemain itu dari Afrika," tandas dia. (ley/bua)

  • Editor : bua
  • Uploader : slatem
  • Penulis : ley
  • Fotografer : Ipunk

KOMENTAR ANDA

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Libra Bitcoin

Divonis 5 Bulan, Vanessa Menerima, JPU Pikir-pikir

Hakim MK Beda Pendapat

Nyaris Kehilangan Suara

Siapkan Tekno Park untuk Kolaborasi Bidang Ilmu

VIDEO