Ada Dawet Pak Koentjoeng di Matos Culture & Food Festival

  • 19-03-2019 / 18:29 WIB
  • Kategori:Kuliner
Ada Dawet Pak Koentjoeng di Matos Culture & Food Festival Dawet beras pak Koentjoeng jujukan pecinta jajanan tradisional di Matos Culture & Food Festival.

MALANG - Berbagi kebahagiaan adalah sisi lain dari Matos Culture & Food Festival. Melalui event dalam rangka 3 dekade Lippo Malls Indonesia ini banyak kuliner dan jajanan tradisional yang menjadi jujukan pengunjung Malang Town Square (Matos), salah satunya Dawet Pak Koentjoeng.

Ciri khas dari Dawet Pak Koentjoeng ini yaitu rasanya enak dan berbeda dari kebanyakan dawet pada umumnya. Sejak Malang Tempo Dulu, dawet ini menjadi incaran masyarakat bahkan jarang absen dari pameran kuliner tradisional.

"Setiap Malang punya acara Dawet Pak Koentjoeng pasti ikut pameran, rasanya bisa enak karena gulanya menggunakan kelapa dan dicampur dengan tape singkong dan ketan hitam," ujar pemilik Dawet Pak Koentjoeng, Bambang ES.

Dawet Pak Koentjoeng sudah ada sejak tahun 1989 lalu. Meski sudah puluhan tahun nyatanya dawet ini dari segi peminat terus mengalami peningkatan. Tak terkecuali di Matos Culture & Food Festival pengunjung pun membludak dari hari ke hari sejak dibuka Jumat (15/3) lalu.

Menurut Bambang, peminat di Matos Culture & Food Festival sekarang ini sangat luar biasa. Setiap hari pasti habis terjual bahkan sempat kurang-kurang.

"Apalagi Jumat, Sabtu, Minggu ramai sekali," tegasnya.

Disisi lain, yang menarik dalam ulang tahun Lippo Malls Indonesia, Matos membuka kesempatan bagi kaum milenial untuk membuat kreasi vlog bertema budaya khas daerah. Hasil karya diupload ke youtube dengan format judul #VLOG_LMI3DEKADE dalam bentuk format film MP4 dengan durasi maksimal 10 menit (resolusi HD minimal 720 x 480 pixel & widescreen 16:9). Lomba Vlog dimulai pada 4 Maret – 28 Maret 2019 dan pemenang dari lomba ini akan diumumkan melalui instagram Matos pada Sabtu, 30 Maret 2019. 

Marketing Communication Manager Matos, Sasmitha Rahayu selaku  menjelaskan dengan tema Eksotika Budaya Jawa Timur ini menyisipkan maksud untuk melestarikan budaya daerah Jawa Timur yang hampir punah. Budaya daerah mulai dari musik tradisional, kuliner tradisional, kesenian panggung, dan batik semua tersaji dalam satu lokasi.

"Matos mengadakan berbagai lomba yang berkaitan dengan budaya Jawa Timur terutama budaya khas Malang. Ini merupakan ajakan agar kaum muda tahu dan tidak melupakan budaya daerahnya," pungkas Sasmitha. (lin)

  • Editor : bua
  • Uploader : slatem
  • Penulis : lin
  • Fotografer : lin

KOMENTAR ANDA

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Ritual Perkawinan Joko dan Sri Gondel di Kawisari

Galakkan Minum Teh

Acak Nomor Peserta, Cegah Praktik Joki Sistemik

MPLS SMPK Sanmar 2 Ditutup Dengan Inaugurasi

Sukses dengan Thor: Ragnarok, Waititi Kembali Garap Thor 4

Perang dan Intrik dalam Trailer Terbaru 'The King;s Man'