UPDATE NOW
UPDATE NOW

Latar Belakang Pengaruhi Konsep Atasi Persoalan Bangsa

  • 19-03-2019 / 23:21 WIB
  • Kategori:Malang
Latar Belakang Pengaruhi Konsep Atasi Persoalan Bangsa Mantan Dekan Fakultas Kedokteran (FK) Unisma, dr Hardadi Airlangga Sp.PD (empat dari kiri) mengulas program kesehatan cawapres. Diskusi yang dimoderatori Pemred Malang Post Dewi Yuhana ini dihadiri, pakar politik Wawan Sobari PhD, pakar budaya UB Dr Riyanto, M. Humaniora, sosilog UMM Luluk Dwi Kumalasari.

MALANG- Calon Wakil Presiden (cawapres) RI, KH Ma’aruf Amin dan Sandiaga Uno memaparkan gagasan bergaya latar belakang masing-masing. Seperti kesan Ma’aruf yang lebih banyak bersifat tafsir, sedangkan Sandiaga berani mengambil risiko.

Hal ini dikatakan pakar politik Universitas Brawijaya (UB) Wawan Sobari PhD dalam diskusi debat capres-cawapres, Minggu (17/3) di Malang Post. “Ma’aruf karena kiai, maka  pola berbicaranya cenderung mengandung tafsiran yang berbeda karena filosofis. Sedangkan Sandiaga lebih mengambil risiko cukup berani,” ungkap Wawan.

Hal ini dikatakannya setelah mendengarkan jawaban dua cawapres tersebut saat mendapatkan pertanyaan berkaitan dengan kesejahteraan sosial. Utamanya dalam mengurangi tingkat pengangguran dan kesenjangan sosial.

Seperti misalnya, lanjut Wawan, mengomentarai referensi yang dipakai Sandiaga mengenai program “Oke Oce” yang diterapkan di DKI Jakarta. Yang dikatakan Sandiaga, dapat mengurangi pengangguran sekian ribu jiwa.

Menurut Wawan jawaban tersebut sangat berisiko. Pasalnya, program yang diterapkan di DKI Jakarta itu dianggapnya tidak bisa disamakan ketika diterapkan di seluruh Indonesia. Sedangkan Ma’aruf memilih menjawab dengan pola “aman” yakni akan meningkatkan program “unicorn dan decadorn” hingga muncul istilah pembangunan “infrastruktur langit”.

“Jadi sebenarnya berisiko sekali Sandiaga ini. Dia mau mengambil risiko ‘terpeleset’. Tapi ini juga perlu diperhatikan karena masyarakat kita  jauh lebih rasional. Sesuatu yang efektif akan lebih menarik,” paparnya.

Sementara itu Ketua DPC PKB Kota Malang H Fatkhullah memuji jawaban yang dilontarkan Ma’aruf Amin. Yakni membeberkan banyak data presisi saat menjawab pertanyaan atau menanggapi lawannya. Dikatakan Fatkhullah, Ma’aruf lebih banyak menyajikan data fakta daripada menanggapi asumsi yang dilontarkan.

Sementara lanjut dia, pernyataan Sandiaga yang kerap menjanjikan permasalahan selesai dalam 200 hari kerja dianggapnya tak rasional.“Ini negara, problem pengangguran dan kemiskinan sudah ada sejak reformasi. Kalau 200 hari misal mimpin perusahaan sih bisa saja merubah. Ini kan negara tidak semudah itu,” kritiknya.

Namun lanjut Fatkhullah, wajar saja  Sandiaga mengatakan demikian lantaran berlatar belakang pengusaha. “Kan pengusaha ingin serba cepat. Tapi kalau Kiai Ma’aruf simple tapi tidak tergesa-gesa konsep beliau matang,” sambungnya.

Tidak hanya pada tema kesejahteraan sosial, bidang kesehatan pun menjadi bahasan menarik dalam diskusi debat cawapres di Malang Post. Jawaban dan pernyataan yang dilontarkan dua cawapres memiliki bobot berbeda-beda.

Sandiaga cenderung konsen pada masalah demi masalah kesehatan yang ada. Sementara Ma’aruf bertahan dengan sistem yang ada dan konsen pada perbaikan sistem.

Hal ini sama-sama mendapatkan catatan dari mantan Dekan Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Islam Malang (Unisma), Dr Hardadi Airlangga Sp PD. “Masalah JKN-KIS, distribusi obat dan tenaga medis selama ini saya kira sudah baik. Hanya saja perlu perbaikan dan penyempurnaan terus. Ini memang yang dibawa terus oleh KH Ma’aruf Amin. Hal ini menurut saya memang seperti itu adanya,” papar Hardadi.

Akan tetapi di satu sisi, Sandiaga menawarkan sebuah kontra sistem. Ia ingin merubah sistem agar lebih rinci dan menyelesaikan problem kesehatan selama ini. Hal ini dianggap wajar karena kubu Sandiaga memakai keluhan masyarakat yang ditemui selama ini memang ada.

“Ini baik, tapi selama ini yang selalu sulit adalah ketika melaksanakannya,” tandasnya. (ica/van)

  • Editor : van
  • Uploader : hargodd
  • Penulis : ica
  • Fotografer : Guest

KOMENTAR ANDA

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

ComvaLion... Julukan Anyar Sylvano Comvalius

Wow... Comvalius Dikontrak Arema Dua Musim

Kontainer Bermuatan Sabu Diamankan Polisi di Tol Bakahueni

Hamili Anak Tiri, Ngaku Khilaf

Sepiring, Masakan Rumahan Suasana Kafe

800 Botol Bisa Buat Bangunan 3 x 3 Meter

Rute Rasa Berubah, Berlimpah Promo Menarik

VIDEO

-->