UPDATE NOW
UPDATE NOW

Koleksi Ratusan Miniatur Mobil, Pesawat hingga Sepeda Motor

  • 19-03-2019 / 23:38 WIB
  • Kategori:Malang
Koleksi Ratusan Miniatur Mobil, Pesawat hingga Sepeda Motor Drs. Hariyanto, M.Pd mulai koleksi miniatur motor sejak tahun 2010, sempat kehilangan puluhan miniatur mobil tahun 2012.

Drs. Hariyanto, M.Pd mulai koleksi miniatur motor sejak tahun 2010, sempat kehilangan puluhan miniatur mobil tahun 2012.
 

Hobi koleksi miniatur transportasi khususnya mobil dan pesawat sejak 2010, Drs. Hariyanto, M.Pd saat ini telah memiliki ratusan mobil dan belasan pesawat menghiasi sudut rumahnya. Kesenangan yang mungkin dipandang aneh oleh kebanyakan orang tidak demikian bagi Kepala SMAN 2 Malang ini.

 

Menurutnya, hobi yang disenangi dari hati ini bisa menyalurkan energi positif dan menyegarkan pikiran seusai penat bekerja. Mengoleksi miniatur mobil sejak 9 tahun silam nyatanya juga tak selalu mulus. Lantaran pada tahun 2012 saat renovasi rumah, puluhan koleksinya raib begitu saja.

"Waktu itu ada 60 miniatur mobil yang hilang, kemudian vakum selama dua tahun dan mulai mengoleksi lagi pada tahun 2014," ungkap Hari, sapaan akrabnya.

Sejak November 2014 ia kembali tertarik dengan miniatur mobil. Pada mulanya mobil koleksinya yakni diecast, hot wheels, metal box dan lain sebagainya. Hari mengoleksinya untuk tujuan kesenangan semata.

Miniatur mobil koleksinya tidak hanya didapat dari Indonesia saja. Melainkan beberapa ia beli saat berkunjung ke beberapa negara seperti Malaysia dan Thailand. Meski hobi terhadap benda kecil ini namun ia tidak memaksakan membeli terutama jika model tersebut sudah dimiliki.

"Selain mobil, ada pesawat dan motor namun jumlahnya masih sangat sedikit, mobil kecil sekitar 200-an item, mobil yang besar kisaran 30 item, pesawat 12 sampai 14 dan motor baru ada 4 unit saja," urai mantan Kepala SMAN 6 Malang ini.

Dari ratusan koleksinya tersebut memiliki jenis yang berbeda-beda, hanya ada satu model yang sama persis. Demi menjaga agar miniatur mobil tetap bagus 60 item koleksi terbaru terutama jenis Hot Wheels ia memajangnya tanpa melepas bungkusnya.

Koleksi-koleksi tersebut ia tata rapi di lantai dua rumahnya. Ditempatkan khusus di etalase. Bahkan ada satu etalase disertai lampu LED agar terlihat bagus saat dipandang mata. Selain etalase untuk menaruh miniatur mobil ia juga memiliki tempat khusus untuk menyimpan bungkus-bungkusnya.

"Kalau di mobilnya karena bungkus sudah dilepas, bagian bawah mobil saya tempelin kertas berisi dari mana mobil ini saya dapatkan dan tahun berapa untuk membantu daya ingat," jelasnya.

Bapak dua anak ini menjelaskan, hobi yang diminatinya dari hati ini akan terus berlanjut sampai nanti bahkan setelah pensiun. Lantaran ada keasyikan tersendiri ketika melihat-lihat koleksi, terlebih saat jenis mobil itu sedang diburu oleh para kolektor.

Ia menceritakan seperti beberapa tahun silam ketika Lamborghini sedang booming, di mana harga miniatur yang awalnya hanya Rp 80 ribu menjadi melambung tinggi hingga Rp 300 ribuan.

"Waktu itu saya ke pasar besar ke toko mainan anak-anak, terngata di situ ada mobil Lamborghini harganya masih Rp 80 ribu, mendapatkan harga segitu senangnya luar biasa, asyik," ujar Bapak 2 anak ini.

Biar dikata aneh namun ia tidak mempermasalahkan karena baginya hobi ini membuat senang dan ada kenikmatan tersendiri. Kesenangan tersebut semakin berlipat lantaran istri dan dua anaknya sangat mendukung.

Bahkan hampir setiap bepergian, baik istri maupun anak-anaknya selalu memperhatikan hobinya dan membawakan oleh-oleh miniatur mobil yang belum dimiliki. Seperti saat sang anak pergi ke luar negeri ketika pulang tak lupa membawakan miniatur pesawat.

"Kalau pesawat ada Lion Air, Air Asia, Garuda Indonesia, Thai Airways, Singapore Airlines, Vietnam Airlines dan beberapa lainnya, kalau pesawat sekarang sudah tidak ada di pasaran," terangnya.

Koleksi pesawat ini beberapa ia beli di maskapainya langsung. Sehingga mau tidak mau pria berkacamata ini harus merogoh kocek cukup lumayan. Satu item pesawat di maskapi dibelinya dengan kisaran Rp 480 ribu sampai Rp 600 ribu.

Sementara koleksi mobil yang ada di pasaran Indonesia yakni Karimun dan Avanza. Ia menyukai miniatur mobil yang benar-benar dipakai oleh manusia bukan mobil fiksi, yang ada di game atau film-film animasi.

Salah satu koleksinya yang berkesan adalah Tuk Tuk yakni kendaraan tradisional Thailand yang menyerupai bajai, hanya saja mesinnya lebih halus dan penumpang duduk berhadapan. Mobil ini ia dapatkan saat berkunjung ke Thailand. Sementara saat ia ke 8 negara di Eropa tidak sempat membeli miniatur.

"Untuk mendapatkan miniatur tersebut harganya bervariasi mulai Rp 19 ribu sampai Rp 600 ribu," jelasnya.

Menariknya, Hariyanto kerap kali harus berjejeran dengan anak kecil saat berburu miniatur mobil. Namun baginya itu hal biasa dan bukan sesuatu yang memalukan untuk sebuah hobi.

Saat ini ia ingin memiliki miniatur Karimun warna putih. Di mana jenis tersebut sangat diinginkan lantaran mobil sang anak merek tersebut. Sehingga koleksi yang dikumpulkan juga paling tidak ada yang dipakai oleh orang terdekat.

Dalam kesehariannya laki-laki kelahiran Malang 5 Januari 1964 ini memiliki motivasi bahwa hidup itu harus variatif,  melakukan banyak hal tidak hanya melakukan rutinitas sehari-hari saja.

"Lakukan kegiatan lain yang positif, menyenangkan dan tidak merugikan orang lain," pungkasnya.(lin/ary)

 

  • Editor : ary
  • Uploader : hargodd
  • Penulis : lin
  • Fotografer : lin

KOMENTAR ANDA

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

ComvaLion... Julukan Anyar Sylvano Comvalius

Wow... Comvalius Dikontrak Arema Dua Musim

Kontainer Bermuatan Sabu Diamankan Polisi di Tol Bakahueni

Hamili Anak Tiri, Ngaku Khilaf

Sepiring, Masakan Rumahan Suasana Kafe

800 Botol Bisa Buat Bangunan 3 x 3 Meter

Rute Rasa Berubah, Berlimpah Promo Menarik

VIDEO

-->