Empat Tersangka Narkotika Jalani Asesmen

  • 20-03-2019 / 17:42 WIB
  • Kategori:Hukum Kriminal
Empat Tersangka Narkotika Jalani Asesmen Tim asesmen ketika melakukan interogasi terhadap empat orang tersangka penyalahgunaan narkotika

MALANG - Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Malang, melakukan asesmen terpadu terhadap empat tersangka narkotika, Rabu (20/3). Mereka ini, sebelumnya diamankan polisi karena mengkonsumsi narkotika jenis sabu-sabu (SS). 

Keempatnya adalah, DLN, 46, warga Kecamatan Lowokwaru, KSR, 50, warga Kecamatan Wagir, SNK, 50, serta HNY, 40, warga Kecamatan Sumbermanjing Wetan. Saat menjalani asesmen, status mereka masih menjadi tahanan.

"Asesmen terhadap keempatnya ini, untuk mengetahui apakah terlibat jaringan pengedar, pecandu atau hanya korban. Hasil dari asesmen ini, akan dilampirkan dalam berkas perkara sebagai pertimbangan Hakim, untuk membuat putusan," ungkap Kepala BNN Kabupaten Malang, Letkol Laut CPM Agus Musrichin.

Menurutnya, asesmen yang dilakukan oleh BNN ini, adalah wujud dari implementasi Undang-undang nokor 35 tahun 2009 tentang Narkotika, terutama pada pasal 54 dan 127. Serta surat edaran Mahkamah Agung No: 04 tahun 2010 dan peraturan bersama tujuh lembaga kementerian yang ditandatangani 11 Maret tahun 2014,  tentang penanganan pecandu atau korban penyalahgunaan narkotika ke dalam rehabilitasi.

"Mereka ini menggunakan narkoba untuk dirinya sendiri, tidak terindikasi terlibat dalam peredaran gelap narkoba. Namun demikian tetap perlu dilakukan asesmen terpadu," terangnyanya.
Dikatakannya, bahwa orang yang memakai narkotika secara sadar dan berulang kali, dikategorikan sebagai pecandu. Sebab ada gejala ketergantungan dari efek rasa yang dirasakan.

Sedangkan disebut korban penyalahgunaan narkotika, ketika mengkonsumsi  tanpa sepengetahuan dirinya dan tidak ada niatan untuk mengkonsumsi. 

"Latar belakang yang menjadikan orang mengkonsumi narkotika, karena sebagai dopping kerja, serta karena atas bujuk rayu teman, bahwa zat yang dikonsumsinya adalah jamu," jelasnya.

Tim asesmen terpadu ini, merupakan gabungan dari beberapa instansi. Pertama adalah tim asesmen hukum, yang terdiri penyidik BNN, Polri serta Jaksa. Tugas tim ini, menganalisa keterlibatan tersangka dari sisi tindak pidana.

"Satu lagi yaitu tim psikolog BNN, yang merupakan Tim Asesmen Medis. Tim ini berfungsi menentukan tingkat adiksi atau kecandut kecanduan tersangka sekaligus  kondisi fisik dan psikisnya setelah menjadi penyalahgunaan narkoba," bebernya.(agp)

  • Editor : bua
  • Uploader : slatem
  • Penulis : agp
  • Fotografer : agp

KOMENTAR ANDA

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Toyota GR Supra Resmi dilaunching

Biar Kuat Begadang, Sopir Truk Nyabu

Kades Ternyang Ditetapkan Tersangka Kasus Perzinahan

Ritual Perkawinan Joko dan Sri Gondel di Kawisari

Acak Nomor Peserta, Cegah Praktik Joki Sistemik

MPLS SMPK Sanmar 2 Ditutup Dengan Inaugurasi

Pisah dari Song Joong-ki, Hye-kyo Tinggal di Vila Mewah

Sukses dengan Thor: Ragnarok, Waititi Kembali Garap Thor 4